Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Aib Yang Tersimpan Dalam Diri Manusia

Aib Yang Tersimpan Dalam Diri Manusia

Di mana pun dan kapan pun makhluk yang bernama manusia pasti selalu diliputi cacat dan cela, penuh dengan kesalahan,kekurangan dan bahkan kekurang ajaran, hanya para nabi dan para rosul yang terbebas dari kemaksiatan, karena rahmat Allah. Mereka terhindar dari aib dan cela yang menyebabkan dibenci dan dijahui oleh manusia umumnya. 

الناس يمدحونك لمايظنونه فيك فكن أنت ذامالنفسك لماتعلمه منها
 "orang-orang memujimu karena mereka menyangka adanya sifat-sifat terpuji dalam dirimu, maka jadilah engkau orang yang mencela nufsumu karena keburukan-keburukan yang ada padanya"
 
Di mana pun dan kapan pun makhluk yang bernama manusia pasti selalu diliputi cacat dan cela, penuh dengan kesalahan,kekurangan dan bahkan kekurang ajaran, hanya para nabi dan para rosul yang terbebas dari kemaksiatan, karena rahmat Allah. Mereka terhindar dari aib dan cela yang menyebabkan dibenci dan dijahui oleh manusia umumnya. 

Namun sunnatullah telah menetapkan bahwa semua ‘aib dan cacat ini tersembunyi, tidak diketahui kecuali oleh pemiliknya, seandainya setiap orang mengerti kesalahan dan kekurangan teman-temannya niscaya akan terlepas tali persaudaraan yang mengikat mereka, hubungan persahabatan akan terputus dan tergantikan oleh kebencian dan kemuakan. 

Sebaliknya, kebaikan yang tampak pada diri seseorang di manapun dan sebesar apa pun akan disebar luaskan oleh Allah. Di kalangan masyarakat layaknya bunga mekar yang menimbulkan semerbak bau harum, seakan-akan kebaikan itu adalah perkara yang luar biasa hingga menjadi nyaman merdu dalam pendengaran, menjadi buah bibir yang manis dan lezat untuk dibicarakan dalam ketentuan Allah ini terdapat sebuah hikmah agar dalam masyarakat selalu terpelihara faktor-faktor pendorong cinta kasih, kebersamaan dan saling menghormati antara sesama manusia hingga terbentuklah masyarakat yang harmonis dan dinamis. 

Mari kita coba memperhatikan sabda Rosulullah shallalahu ‘alaihi wasalam, berikut ini.

إن الله حييّ ستّير يحب الحيأوالستر(رواه احمد وأبوداوود والنسائ من حد يث يعلي بن أميه)
Artinya: sesungguhnya Allah Swt. Adalah zat yang sangat pemalu lagi banyak menutupi(kesalahan manusia) dan Allah Swt. Menyukai sifat Malu"(HR Ahmad,Abu Dawud & nasa'I dari rawayat Ya'la bin Umayyah). 

Berdasarkan hadits dan keterangan di atas, maka dalam fikih terdapat sebuah ketetapan hukum bahwa seseorang yang telah melakukan kemaksiatan atau kejahatan kemudian Allah membiarkannya tetap tersembunyi, maka ia tidak boleh menceritakan kejahatan tersebut kepada siapapun meskipun apa yang ia lakukan seharusnya mendapatkan balasan berupa hukuman Hadd. 

Dalam riwayat shoheh yang lain kita juga bisa menemukan penjelasan bahwa rosulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpaling dari Ma'iz RA ketika ia mengakui maksiat yang telah ia lakukan, ia menyakinkan Nabi, bahwa karena maksiat tersebut seharusnya ia menerima hukuman Hadd, namun Rusul Berpaling darinya untuk kedua kali, tiga, empat kalinya.




KH. M.Wafi MZ. Lc. Msi  
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger