Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Mencuri Tanah Orang Lain (2)

Mencuri Tanah Orang Lain (2)

Terkadang seseorang meremehkan doa , padahal para ahlu ma’rifah billah, para muqarrabin dan shiddiqin dijelaskan bahwa ia mendapatkan seluruh pahala hidayah orang yang bertobat kepada Allah dan orang yang beribadah kepada Allah di segala penjuru dunia, semua orang yang masuk Islam maka ia kebagian pahalanya , semua orang yang beribadah di dunia ia kebagian pahalanya , kenapa? karena ia mendoakan seluruh ummat di dunia ini . Sebagaimana di dalam surah Al Fatihah kita mendoakan orang lain,


إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

( الفاتحة : 6 )

“ Tunjukkan kami ke jalan yang lurus”( QS. Alfatihah : 6)


Kalimat “kami” kita maknakan seluruh penduduk bumi , maka mereka yang masuk Islam , mereka yang mendapat hidayah , mereka yang bertobat , orang shalih yang beribadah , maka kita akan mendapatkan semua pahalanya karena kita mendoakan mereka semua . Dan setiap orang yang mendoakan saudara lainnya maka malaikat berkata :


آمِيْن وَلَكَ مِثْلُهُ

“ Amin , dan untukmu sebagaimana doamu ”


Jika seseorang mendoakan shalihin maka pahalanya kembali kepada dirinya juga, mendoakan orang-orang di luar Islam supaya mendapatkan hidayah kemudian orang itu masuk Islam maka ia mendapatkan pahalanya padahal (mungkin) mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Berapa milyar penduduk bumi di barat dan timur yang mendapat hidayah dan pertolongan dari Allah, mka ia mendapatkan pahalanya hanya karena keluasan hatinya dalam munajat , didalam relung jiwa ia menyeru kepada Allah subhnahu wata’ala. Hati kita ini kecil hanya sebesar gepalan tangan manusia tetapi ia menyimpan rahasia keluhuran Ilahi , rahasia keagungan Rabbul ‘alamin , maka hanya dengan beberapa kalimat yang diucapakan ia bisa merangkul sedemikian banyak pahala karena ma’rifahnya kepada Allah subhanahu wata’ala , Allah jadikan aku dan kalian termasuk diantara mereka , semoga Allah bukakan jiwa kita seluas-luasnya hingga Allah subhanahu wata'ala menjadikan ibadah kita yang sedikit dan tidak berarti, berubah menjadi gelombang yang sangat luas bahkan lebih luas dari samudera . 

Diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari bahwa Allah Maha Mampu melipatgandakan dosa yang sebesar biji gandum hingga menjadi gunung yang besar , Allah Yang Maha Melipatgandakan , dan bagaimana melipatgandakannya ? tentunya sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :


إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat"


Semoga Allah membukakan keluhuran niat kepada kita semua, Amin . Dan janganlah tertipu dengan datangnya musibah , karena kesedihan itu dibalas dengan kebahagiaan yang berlipatganda lebih dari kesedihan itu . Diantara contohnya adalah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diriwayatkan didalam Shahih Al Bukhari :


مَا مِنَ النَّاسِ مُسْلِمٌ يَمُوْتُ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنَ اْلوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحنَثَ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ

"Tidaklah seorang muslim yang meninggal tiga anaknya yang belum baligh, kecuali Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya"


Maka salah seorang sahabat berkata : " bagaimana jika hanya dua yang meninggal wahai Rasulullah ?" , maka Rasul menjawab : " Meskipun dua anaknya yang meninggal maka ia diampuni dosa-dosanya oleh Allah dan dimasukkan ke surga" , kenapa ? karena ia telah melewati kesedihan yang berat . 

Allah tidak tega melihat hamba yang melewati kesedihan yang berat , maka Allah gantikan kesedihan itu dengan kebahagiaan yang kekal . Seseorang yang kehilangan anaknya satu,dua,atau tiga maka kesedihannya akan hilang dalam beberapa tahun dan setelah itu ia akan lupa, tetapi balasan dari Allah atas kesedihan itu akan abadi . 

Demikian Sang Maha Indah mengganjar setiap kesedihan , maka berbahagialah dan bersenang-senanglah dengan Yang Maha Indah. Jadikan langkah-langkah kita cahaya , ucapan kita cahaya , perbuatan kita cahaya , ibadah kita cahaya, pekerjaan kita cahaya , siang dan malam kita cahaya , dan jika kita terjebak dalam dosa maka mintalah kepada Yang Maha Bercahaya untuk menerangi kita dengan cahaya pengampunannya .



Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger