Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Fakir Miskin dan PHK

Fakir Miskin dan PHK

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekafiran, kekurangan, dan kehinaan dan aku berlindung kepada-Mu dari (kondisi) didzalimi dan mendzalimi orang lain." (HR Ibnu Majjah dan Hakim dari Abu Hurairah).

Dalam Alquran, tidak ditemukan definisi yang gamblang tentang faqir maupun miskin kendati kedua kata tersebut itu dengan berbagai akar katanya, lebih dari 14 kali untuk kata faqr dan lebih dari 33 kali untuk kata miskin. 

Yang jelas dalam sebuah riwayat ditemukan doa Rasulullah yang memohon perlindungan kepada Allah SWT dari sifat dan kondisi kefaki­ran sebagaimana tertuang pada riwayat di atas serta memohon “kehidupan dan kematian” dalam kondisi miskin, sebagaimana sabdanya, "Ya Allah, hidupkanlah aku dalam kondisi miskin, dan wafatkanlah aku (juga) dalam kondisi miskin".

Kata “fakir” dalam bahasa Indonesia sering kali digandengkan dengan kata lain yang  dianggap hampir semakna yakni “miskin”, sehingga menjadi “fakir miskin”. Dalam bahasa Arab, kata faaqr berasal dari kata faqr yang, antara lain, berarti “tulang punggung” dan yang pertama (faaqir) berarti “orang yang patah tulang punggungnya” karena demikian berat beban yang dipikulnya. Sedangkan kata “miskin” berasal dari kata Sakana yang dalam bahasa Arab berarti “diam” atau “tenang”. Diam dan tenang karena tidak mempunyai kegiatan, atau dalam kondisi tidak sehat. 

Ada sesuatu yang menarik dari doa Rasulullah saw  di atas. Setidaknya kondisi fakir atau sifat “fakir” merupakan kondisi yang sangat buruk, yang disejajarkan dengan kekufuran, kekurangan, dan kehinaan sehingga Rasulullah saw telah memberi contoh yang sangat berharga bagi umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah dari beberapa kondisi tersebut. Dengan demikian, pantas bila Ali bin Abi Thalib RA dalam salah satu atsarnya menyebutkan, "Hampir-hampir kondisi kefakiran itu membawa seseorang pada kekufuran".

Kini, di tengah-tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, karena minim persediaan dan tersendatnya pasokan berbagai macam komoditas kebutuhan pokok masyarakat yang berakibat meroketnya segala macam harga kebutuhan pokok.  Terlebih sejak Pemerintah menaikan harga BBM yang akan berdampak pada tingginya biaya produksi dan menyebabkan banyak karyawan yang di PHK

Kendati segala sesuatu menjadi sulit. Namun jangan sampai lepas dan berputus asa dari jalan Allah. Tidak selayaknya kita menjadi orang yang  seakan tidak memperoleh nikmat Allah sedikitpun, sehingga membawa pada gelap mata, gelap hati yang berujung pada  berbuat  nista atau bahkan berbuat sesuatu yang dzalim meski pada diri sendiri. Bukankah kita tidak sendiri, “Sesungguhnya Allah beserta kiat”.



A.Buwaethy
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger