Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Hati - Hati Memilih Menantu Bag. 2

Hati - Hati Memilih Menantu Bag. 2

Syaikh Nuh bin Maryam sekarang tau, bahwa pemuda yang sedang berada di hadapannya adalah pemuda yang memiliki akal yang cerdas. Syaikh Nuh bin Maryam berkata; Wahai anak muda, sungguh hatiku saat ini sangat senang kepadamu, dan aku ingin, engkau melaksanakan perintahku berikutnya.



Aku selalu mentaati Allah Taala dan perintahmu wahai syaikh, kata Mubarok. 

Syaikh Nuh bin Maryam berkata; Sesungguhnya aku memiliki seorang putri yang sangat cantik dan sudah pernah di khitbah oleh banyak para pembesar dan orang-orang penting, tetapi aku masih belum tau, siapa di antara mereka yang harus aku jadikan menantu, apa saranmu atas masalahku ini??.



Mubarok berkata; Orang-orang kafir zaman jahiliyyah, mereka lebih mengutamakan keturunan, nasab, kemasyhuran keluarga, juga kedudukan.



Orang-orang Yahudi dan Nasrani lebih mengutamakan keelokan dan kecantikan. Pada masa Nabi shalallahualaihi wasallam, para sahabat lebih mengutamakan kebaikan agama juga ketaqwaan.



Sedangkan di zaman kita sekarang, dalam masalah mencari mantu, para orang tua lebih mengutamakan banyaknya harta benda. Oleh karena itu wahai syaikh, anda bebas menentukan pilihan anda dari empat hal ini.



Mendapat jawaban demikian, syaikh Nuh bin Maryam berkata; wahai pemuda, aku lebih memilih calon yang kokoh agamanya, bertaqwa dan amanah. Oleh karena itu, aku ingin menjadikan engkau sebagai menantuku. Karena aku sungguh telah menemukan kebaikan, agama yang kokoh, juga amanah pada dirimu. Juga engkau adalah pemuda yang memiliki iffah (kemulyaan diri) juga penjagaan diri yang bagus.



Mendegar ucapan tuannya, Mubarok berkata; Wahai tuan, saya adalah seorang budak yang berasal dari India dan berkulit hitam yang telah engkau beli dengan hartamu, kenapa engkau malah ingin menikahkan aku dengan anakmu? Mengapa engkau malah meilihku dan ridlo kepadaku?. Berdirilah bersamaku menuju rumahku untuk merembug masalah ini, kata syaikh Nuh bin Maryam.



Setelah syaikh Nuh bin Maryam bersama Mubarok sampai di rumah, beliau berkata kepada istrinya; Ketahuilah, pemuda India ini adalah seorang pemuda yang baik agamanya juga bertaqwa, aku suka akan kesalehannya dan aku ingin menikahkannya dengan anak kita, apa pendapatmu mengenai hal ini?.



Semua keputusan berada di tanganmu wahai suamiku, tetapi berilah aku waktu sebentar untuk memberitahu anak kita, aku ingin mendengar jawabannya, kata sang istri. Sesampainya istri syaikh Nuh bin Maryam kepada anaknya, ia berkata kepadanya tentang keinginan ayahnya.



Mendengar perkataan ibunya, gadis tersebut menjawab; Jika hal tersebut sudah menjadi pilihan ayah dan ibu, maka aku akan melaksanakannya, aku tidak akan pernah menentang keputusan ayah dan ibu, aku akan selalu berbuat baik kepada ayah dan ibu.



Mendapat persetujuan dari anak gadisnya yang sangat salihah ini, syaikh Nuh bin Maryam segera menikahkan Mubarok dengan anak gadisnya tersebut.



Setelah pernikahan, syaikh Nuh bin Maryam memberikan harta yang sangat banyak sekali kepada kedua mempelai tersebut, dan tidak begitu lama kemudian, lahirlah dari kedua pasangan yang saleh dan solihah tersebut seorang anak laki-laki tampan yang kemudian dinamai Abdullah.



Dialah anak yang kelak sangat terkenal di kalangan Ulama Islam dengan nama Abdullah bin Mubarok, seorang ulama besar yang memiliki banyak ilmu, zuhud, dan banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shalallahualaihi wasallam. Sampai saat ini, nama besar Abdullah bin Mubarok masih dikenang dalam dunia Islam.



 اللهم ان كنت صالحا ارزقني زوجة صالحة وان لم اكن صالحا ارزقني زوجة تصلحني





Disadur dari kitab at-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk karya al-Imam al-Ghazali oleh al-Faqir As'ad PISS-KTB
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger