Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Demo Anti Gubernur di Masa Kekhalifahan Ustman Bin Affan RA

Demo Anti Gubernur di Masa Kekhalifahan Ustman Bin Affan RA

Gelombang Demonstrasi Anti Gubernur di dunia islam pernah terjadi pada masa pemerintahan khalifah amirul mukminin Utsman bin affan, Tahun 650 - 656 Masehi


Sembilan atau sepuluh orang dari Kufah di deportasi oleh gubernur Kufah yakni Sa'id Bin Ash ke Syam (Damaskus), wilayah gubernur Muawiyah Bin Abi Sufyan. Permasalahannya adalah karena orang-orang ini telah membuat kampanye, propaganda, mencela, menghina, menjelek-jelekkan gubernur Sa'id Bin Ash serta pemimpin islam tertinggi yakni amirul mukminin Utsman Bin Affan serta berkata-kata kotor nan kasar diruang publik, di masjid-masjid, di majelis-majelis agama, dan ruang publik lainnya. Mereka menuntut pergantian pemimpin di pusat dan juga menuntut pergantian pemimpin untuk wilayah Kufah.


Surat deportasi dari Kufah menuju ke Syam secara resmi telah diterbitkan oleh amirul mukminin Utsman Bin Affan. Pun demikian juga surat untuk gubernur Syam juga telah diantar sampai padanya, yakni perintah supaya gubernur Syam menerima orang-orang yang di deportasi tersebut. Gubernur Syam yakni Muawiyah Bin Abi Sufyan bertugas memperlakukan para kritikus dari Kufah ini dengan sebaik mungkin, mengajak mereka duduk musyawarah bersama, atau menasehati, mengkondisikan dan menjelaskan aneka kebijakan amirul mukminin Utsman pada mereka sampai mereka mau mengerti.


Beberapa bulan para deportasers hidup di Syam-Damaskus. berkali-kali mereka dihadirkan di ruang duduk baik secara formal ataupun personal untuk melakukan dialog dan musyawarah untuk mencapai mufakat. namun tak jua berhasil dan bahkan mereka semakin menggila. bahkan mereka memengaruhi penduduk Syam untuk menjadi sefaham sepemikiran sejalan dengan kelompok deportasers ini.


Alhasil, pemerintahan Syam menyatakan angkat tangan dan menyerahkan kembali segala urusan ini kepada pemerintah Madinah Al-Munawwaroh, amirul mukminin Utsman Bin Affan. Diputuskan mereka dikembalikan lagi ke Kufah, diserahkan kepada gubernur Kufah yakni Sa'id Bin Ash.


Kembali hidup di Kufah eberapa bulan, kelompok deportasers ini semakin menggila di Kufah dengan segala propagandanya dan nyaris menyebabkan meletusnya perang sipil  melawan pemerintah Kufah. Kelompok ini mendapatkan pendukung baru yang sangat banyak dari arah Basrah yang di gubernuri oleh Abdullah Bin Amr Bin Kuroiz, kota tetangga Kufah : kini kelompok ini menjadi mayoritas di Kufah.


Kondisi berbahaya ini segera dilaporkan kepada pemerintah pusat yakni pemerintahan Madinah Al-Munawwaroh dan diputuskan agar semua para propagandis ini ditangkap dan di deportasi ke kota Hims wilayah Ad-Durub yang dibawah naungan gubernur Abdurrahman Bin Khalid Bin Walid.


Namun apa yang terjadi?


Justru di wilayah inilah para deportasers berhasil menyatukan kekuatan dan bergerak menguasai pusat pemerintahan Hims, melengserkan gubernur Ad-Durub Abdurrahman Bin Khalid Bin Walid secara paksa. dari Hims mereka bergeser bergerak menuju Kufah untuk mengambil alih kantor gubernur. Pertempuran sipil melawan pemerintah islam pun tak terhindarkan, Gubernur Kufah yakni Sa'id bin Ash berhasil ditahan dan Kufah berhasil dikuasai para demonstran.


Situasi mencekam menyelimuti Pemerintahan islam secara keseluruhan. Bergerak cepat, Amirul mukminin membentuk utusan-utusan dari kalangan Sahabat Nabi senior yang dihormati di dunia islam yakni Abu Musa Al-Asy'ariy untuk menemui para demonstran yang telah menguasai Kufah, mengambil wakil mereka untuk dihadirkan ke Madinah Al-Munawwaroh, memperdengarkan aspirasi demonstran.


Satu atau dua minggu kemudian, wakil demonstran telah duduk bersama Amirul mukminin Utsman Bin Affan. beserta para gubernur wilayah lain diantaranya: Abdullah Bin Amr Al-Kuroizi dari Basraha, Sa'id Bin Ash dari Kufah, Muawiyah Bin Abi Sufyan dari Syam, Amru Bin Ash dari Mesir, Abdullah Bin Abi Sarah dari Maroko dan lain-lain. Hadir pula sejumlah sahabat nabi senior semisal Ali bin abi thalib, Tolhah Bin Ubaidillah, Zubair Bin Awwam, Abu Dzar Al-Ghiffariy, Abdullah Bin Abbas, Abdullah Bin Umar, Abdullah Bin Zubair dan lain-lain.


Pada pertemuan ini diketahui bahwa kelompok demonstran yakni orang-orang Kufah ini amat sangat membenci gubernur mereka yakni Sa'id Bin Ash dengan alasan rumahnya tak ada jendela, hidupnya tertutup dan kekayaan wilayah tidak merata. Terhadap amirul mukminin Utsman Bin Affan, kelompok demonstran berpandangan bahwa sang amirul mukminin terlalu mementingkan Klan-nya sendiri, mengabaikan Klan Arab lainnya.


Melalui penjelasan yang agak rumit dan berdasarkan konsisten terhadap keimanan dan islam, keputusan pun diambil oleh amirul mukminin Utsman Bin Affan dengan  menugaskan para tokoh dari kubu demonstran untuk bergabung dengan pasukan militer islam yang sedang bergerak di armenia dan atau bergabung dengan pasukan militer yang sedang bergerak di daerah lain.


Beberapa minggu kemudian, kelompok demonstran yang tidak puas dan menolak keputusan ini memblokade dan memboikot kantor dan baitul mal milik pemerintah, menangkap gubernur Said bin ash dan nyaris membunuhnya. Dengan cepat darurat akhirnya, amirul mukmin Utsman Bin Affan menerbitkan surat pencopotan jabatan Said Bin Ash dari statusnya sebagai gubernur Kufah dan menggantinya dengan Abu Musa Al-Asy'ariy.


Pergolakan ini hanya padam sesaat saja. Setelah masa-masa genting dari wilayah Kufah ini terlewati, muncul demonstran dari arah wilayah kegubernuran lain yang haluan persoalannya sama dengan demonstran Kufah hingga sampai masa-masa pengepungan rumah khalifah utsman dan terbunuhnya beliau ditangan kaum muslim demonstran tahun 656 M.


Sembilan atau sepuluh orang yang di deportasi tersebut adalah :

1. Kumail Bin Ziyad

2. Malik Bin Harits Alias Al-Asytar An-Nakha'iy

3. 'Alqomah Bin Qois An-Nakha'iy

4. Sha'sha'ah Bin Shouhan Al-Abdiy

5. Tsabit Bin Qois An-Nakha'iy

6. Jundub Bin Zahir

7. Jundub Bin Ka'ab Al-Azdiy

8. Al-Ghamidiy

9. Urwah Bin Ja'ad

10. Amr Bin Hamq Al-Khuza'iy





Diambil oleh Sejarah Zaman dari Kitab Tarikh ibnu katsir, Al-bidayah Wan Nihayah.
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger