Kesempurnaan shalat bertalian pula dengan
kesempurnaan thaharah (kesucian) pada pakaian, badan dan tempat shalat.
Karenanya, jalankanlah keseluruhan sunah dan adab bersuci tanpa
dibayang-bayangi rasa was-was.
Sebuah hadis shahih menuturkan, “Barangsiapa
berwudu, lalu membaguskan wudunya, maka dosa-dosanya berkeluaran dari anggota
wudunya itu. Jadinya, ia akan memasuki shalat dalam keadaan steril (bersih)
dari dosa.”
Shalat yang sempurna bisa diwujudkan dengan
menyegerakan pelaksanaannya. Awal waktu adalah ridha Allah, sedang akhir waktu
adalah ampunan-Nya. Terpenting pula, kumandangkanlah azan dan iqamah sebelum
shalat. Pasalnya, setan-setan akan lari berhamburan dari kita manakala seruan
azan didengungkan, seperti gambaran salah satu hadis.
Hati-hatilah. Hindari was-was dan bisikan-bisikan
nafs dalam shalat. Hadirkan hati bersama Allah SWT dengan sikap khusuk dan
penuh adab. Sejatinya, sholat yang tidak disertai kehadiran hati lebih layak
menuai azab dari Allah SWT. Dalam hadis Nabi SAW, “Tiadalah seorang hamba
memperoleh faedah shalatnya kecuali bagian yang ia hayati.”
Agar bisa khusuk dalam shalat, hindarilah
ketergesaan. Shalatlah dengan perlahan dan tenang. Lakukan ruku’ dengan rentang
waktu yang lama. Demikian pula sujud serta duduk setelahnya. Perlu diketahui,
orang yang tidak menyempurnakan ruku’, sujud, dan khusuknya dalam shalat bisa
dikategorikan sebagai “pencuri”.
Ingat,
laksanakanlah shalat lima waktu secara berjamaah. Nilai shalat berjamaah
melebihi shalat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat. Tidaklah
cenderung meninggalkan jamaah kecuali orang-orang yang hatinya disemayami sifat
nifaq (munafiq).
Nabi SAW pernah mewartakan, “Mari, aku beritahukan
kepada kalian mengenai hal-hal yang bisa memperkenankan Allah SWT menghapus
dosa-dosa dan meninggikan derajat-derajat, diantaranya adalah mengerjakan
wudhu’ kala situasi kurang mengenakkan, banyaknya langkah menuju masjid, dan
penantian dari satu shalat ke shalat berikutnya. Upayakan selalu shalat pada
shaf pertama, dan luruskanlah shafnya. Karena shaf yang lurus adalah bagian
dari kesempurnaan fadhilah berjamaah.
Berjamaah sangat dianjurkan dalam shalat lima
waktu. Khususnya di waktu isyak dan shubuh. Sebuah hadis memaparkan, Siapa yang
melaksanakan shalat isyak dengan berjamaah, maka sama artinya ia memakmurkan
separuh malam dengan sholat, dan siapa yang melaksanakan shalat shubuh dengan
berjamaah, maka sama artinya ia memakmurkan seluruh malam. Sedang hadis yang
lain mengimbuhi, siapa yang melaksanakan keduanya dengan berjamaah, maka ia
dalam naungan Allah SWT sampai pagi dan petang hari.
Sumber: Kalam Habib Ahmad bin
Zein al-Habsyi






Home
Posting Komentar