Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Khusyu Dalam Shalat Dan Pengaruhnya Bagi Seorang Muslim (3)

Khusyu Dalam Shalat Dan Pengaruhnya Bagi Seorang Muslim (3)

Shalat adalah penenang seorang muslim dan hiburannya, puncak tujuan dan cita-citanya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallamberkata kepada bilal, “Tenangkanlah kami dengan shalat.” Beliau bersabda, 

جُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلاةِ

“Dan dijadikan penyejuk hatiku dalam shalat.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad) 

Shalat menjadi penyejuk hati , kenikmatan jiwa dan surga hati bagi seorang muslim di dunia. Seolah-olah ia senantiasa berada di dalam penjara dan kesempitan, sampai akhirnya masuk ke dalam shalat, sehingga baru bisa beristirahat dari beban dunia dengan shalat. Dia meninggalkan dunia dan kesenangannya di depan pintu masjid, dia meninggalkan di sana harta dunia dan kesibukannya di dalam hatinya. Masuk masjid dengan hati yang penuh rasa takut karena mengagungkan Allah mengharapkan pahalaNya. 

Abu bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, apabila sedang dalam keadaan shalat, seolah-olah ia seperti tongkat yang ditancapkan. Apabila mengeraskan bacaannya, isakan tangis menyesaki batang lehernya. Sedangkan ‘Umar al-Faruq radhiyallahu ‘anhu, apabila membaca, orang yang di belakangnya tidak bisa mendengar bacaannya karena tangisannya. Demikian juga ‘Umar bin abdul ‘Aziz rahimahullah, apabila dalam keadaan shalat, seolah-olah ia seperti tongkat kayu. 

Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, apabila datang waktu shalat, bergetarlah ia dan berubah wajahnya. Tatkala ditanya, dia menjawab, “Sungguh sekarang ini adalah waktu amanah yang Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung, mereka enggan untuk memikulnya dan takut dengan amanah ini, akan tetapi aku memikulnya.” 

Di antara manusia ada yang shalat dengan badan dan seluruh persendiriannya, menggerakkan lisannya dengan ucapan, menundukkan punggung mereka untuk ruku’, turun ke bumi untuk sujud, akan tetapi hati mereka tidak bergerak ke arah Allah Sang Pencipta Yang Maha Tinggi. Mereka menampakkan ketundukkan, sedangkan hatinya lari menjauh. Mereka membaca al-Qur’an, akan tetapi tidak meresapinya. Mereka bertasbih, akan tetapi tidak memahaminya. Mereka berdiri di hadapan Allah dan di dalam rumahNya, akan tetapi sebenarnya pandangannya kea rah pekerjaan mereka, tinggal bersama ruh mereka di tempat tinggal mereka. 

Begitulah keadaannya, seseorang telah mengerjakan shalat dalam waktu yang lama, akan tetapi ia tidak pernah menyempurnakan shalatnya, meskipun hanya sehari saja, karena ia tidak menyempurnakan ruku’nya, sujudnya, dan khusyu’nya. 

Barangsiapa keadaannya seperti ini, sungguh ia tidak bisa mengambil manfaat dari shalatnya, sehingga kadang-kadang ia memakan harta manusia dengan batil, melakukan kerusakan di antara manusia, melaksanakan amalan yang bertentangan dengan agama dan akhlak, bahkan dia menjadikan shalatnya hanya untuk mendapatkan pujian manusia, untuk menutupi kedua tangan dan kakinya.



Majalah Immasjid
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger