Ribuan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Bela Kiai (ASBAK) menggelar aksi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada hari Jumat 8 Februari 2018 ba’da jumatan. Acara yang bertajuk “Doa Santri Untuk Kiai, Aksi Bela Kiai” tersebut berlangsung dengan damai, tertib, dan lancar.
Massa Aksi Bela Kiai mulai berdatangan di Alun-alun Simpang
Tujuh Kudus dari sebelum dikumandangkan
adzan sholat jumat. Mereka selanjutnya menjalankan ibadah sholat jumat di Masjid Agung Kudus. Massa santri yang jumlahnya lebih besar datang setelah sholat
jumat. Mereka mulai datang dari berbagai wilayah di Kudus dan berjalan menuju depan air
mancur depan Kantor Bupati Kudus.
Menurut koordinasi aksi, Muhammad Sya’roni Asnawi, Aksi tersebut
ditujukan agar para politisi segera mengakhiri sikap atau perbuatan yang tidak
menghormati kiai hanya gara-gara beda pandangan politik. “Hentikan sikap
atau perbuatan yang tidak menghormati kiai hanya gara-gara beda pandangan
politik,” tegasnya dalam acara tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa para peserta sebisa mungkin tidak menggunakan atribut organisasi apapun saat datang ke lokasi aksi. Dalam acara tersebut terlihat para santri menggunakan peci, baju putih, dan bersarung sedangkan para santriwati terlihat kompak mengenakan baju putih berjilbab dengan paduan rok atau jarik. Terlihat beberapa peserta aksi membawa bendera merah putih dalam keikutsertaanya.
Menurut info yang kami peroleh dari anggota Remaja Musholla RAPI yang
mengikuti jalannya aksi, dalam acara tersebut diawali oleh para santri dengan
menyanyikan lagu kebangsaan dan ya Lal Waton. Dengan khidmad mereka terlihat
berdoa untuk kiai khususnya para Kiai NU yang lebih khusus lagi ditujukan
kepada KH. Maimun Zubair.
“Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya
kemudian menyanyikan lagu Ya Lal Waton, mengumandangkan Sholawat Asyghil secara bersama-sama, dan dilanjut doa bersama”, tutur Aziz, Remaja Musholla RAPI yang mengikuti jalannya aksi tersebut.
Para peserta aksi juga terlihat membawa berbagai macam poster yang intinya
menginginkan untuk tidak lagi ada ulama-ulama NU khususnya ulama sepuh yang dihina
karena perbedaan pandangan politik. Aksi damai itupun lebih didominasi dengan
kegiatan dzikir bersama di kawasan Alun-alun Kudus dengan penjagaan yang ketat
dari Kepolisian Resort Kudus.
Sumber foto: Noviadi







Home
Posting Komentar