Kudus kembali kedatangan Budayawan yang juga seorang pendakwah Emha Ainun Najib atau akrab dipanggil Cak Nun bahkan adapula yang menyebutnya Mbah Nun, seperti kami para anggota Remaja Musholla RAPI yang ikut hadir. Bersama Sukun Grup, Mbah Nun, Kyai Kanjeng, dan Habib Anis Sholeh Ba'asyin sukses menggelar acara bertajuk "Sinau Bareng Cak Nun: Gondelan Klambine Kanjeng Nabi" di Masjid Ngemplak, Gondosari, Gebog, 2 April 2019 yang lalu.
Pengajian dalam rangka isra' mi'raj tersebut dibanjiri oleh para jamaah yang setia mendengarkan petuah-petuah yang disampaikan. Bahkan, saking ramainya jamaah, acara yang sedianya digelar di halaman masjid yang luaspun akhirnya membeludak hingga ke dalam masjid.
Salah satu anggota Remaja Musholla RAPI yang hadir dalam acara tersebut, Rian, mengaku sangat banyak petuah-petuah yang diberikan dalam acara yang juga dihadiri oleh komunitas Maiyahan baik dari Kudus maupun luar Kudus.
Dalan kesempatan itu, Habib Anis Sholeh Ba'asyin, Pembina Rumah Adab Pati, terlebih dahulu memberikan mauidhoh hasanahnya. Habib Anis memberikan wejangan terhadap sosok "ibu". Beliau menyatakan bahwa kesuksesan wanita adalah tatkala menjadi ibu. Menurut Bib Anis, ibu yang sukses adalah yang bisa meluangkan waktu untuk mendidik anaknya mulai dari kecil sampe anak tersebut bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau melanjutkan dengan dawuhnya tentang pendidikan.
Habib Anis Sholeh Baasyin pun berharap agar perkembangan pendidikan anak diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat. "Seharusnya fungsi pendidikan itu untuk menjadikan manusia mulia, namun praktiknya pada peradaban ini pendidikan berjalan tak sebagaimana mestinya." Ungkap beliau.
Memang sangat disayangkan, di akhir jaman ini seolah-olah pendidikan hanya diprioritaskan untuk mencari kesenangan dunia, untuk mencari uang dan materi lainnya.
Lebih lanjut tentang materi duniawi ini, Cak Nun juga berpesan, "Jangan mencintai hanya sebatas pandangan material karena itu penuh kepalsuan. Cintailah karena kelemah lembutan hatinya, karena itu yang awet meski usia menua". Pesan Cak Nun tersebut sontak menyita perhatian kalangan muda yang mendominasi jamaah pengajian malam itu.
Mbah Nun pun melanjutkan, "Jika melihat keindahan wanita pada jasadnya saja, maka kamu dibohongi. Lihatlah pada keindahan hatinya". Pesan mbah Nun kali ini membuat muda mudi yang ikut pengajian pada mesem-mesem sendiri.
"Terkadang kita harus berbenturan dengan suatu keadaan dimana Allah menguji kita untuk mengorbankan suatu hal yang sangat kita cintai", kata Mbah Nun. Mbah Nun pun mengumpamakan dengan istilah Jer Basuki Mowo Beyo, mengorbankan apa yang kita cintai untuk sebuah kemaslahatan.
Mbah Nun juga mengingatkan kita semua bahwa manusia diturunkan di dunia bukan untuk menjadi iblis ataupun malaikat. Kita hidup di tengah banyak ketidak pahaman. Jadi yang terbaik yang kita lakukan saat ini menurut Mbah Nun, hanya mendekatkan diri dengan sungguh-sungguh kepada Kanjeng Nabi SAW dan Allah SWT. Jangan terpengaruh oleh suara atau kabar lainnya. "Kalian harus bisa berpegang pada prinsip, agar tidak mudah goyah", pesan Mbah Nun kepada jamaah yang hadir.
Sebagai manusia, Mbah Nun pun memberikan wejangan," Manusia bisa nenjadi manusia jika sudah bisa menyeimbangkan empat unsur yaitu unsur Malaikat, unsur setan, unsur iblis, unsur hewan. Dan, hati sebagai imamnya".
"Ikhlas akan semua yang Allah SWT tentukan pada kita, Allah pasti akan menjauhkan dari apa yang kita khawatirkan", jelas Mbah Nun.
Dalam acara tersebut, Mbah Nun juga berpesan kepada komunitas Maiyahan yang hadir. Mbah Nun berpesan agar komunitas Maiyahan sering mengadakan kumpulan. "Ayo, dho sering ngumpul", ungkap Mbah Nun.
Sumber berita: #MaiyahKudus dan Rian







Home
Posting Komentar