Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » , » Sya'ban: Bulan Dimana Nabi SAW Sering Berpuasa

Sya'ban: Bulan Dimana Nabi SAW Sering Berpuasa

Bulan sya’ban adalah salah satu bulan yang mulya, penuh berkah dan kebaikan. Ketaatan di dalamnya adalah perdagangan yang menguntungkan dan amal sholeh pada bulan ini adalah jalan meraih kesuksesan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Sebab disana ada keterkaitan yang kuat antara Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Sehingga dikatakan bahwa Rajab adalah bulan menanam benih kebaikan atau amal sholeh, Sya’ban bulan untuk menyirami dan memupuk dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen tanaman yang tumbuh dari benih itu.

Kebiasaan para pendahulu kita, jika tiba bulan sya’ban mereka merayakan dan memulyakannya dengan bearaneka macam ibadah dan amal sholeh, seperti taubat, dzikrullah, ziarah kepada Rasulullah, umrah dan lainnya. Memang seyogyanya beribadah tidak hanya pada bulan tertentu, tapi mereka yang memiliki mata hati dan pengenalan hakikat keberadaan bulan ini lebih mengkhususkan dan menambah porsi dan kualitasnya. Menilik bahwa bulan sya’ban ini penuh rahasia dan nilai historis (sejarah)  yang sangat berharga yang tidak dapat dilupakan manusia.

Cukup menunjukkan keagungan bulan ini dimana Rasulullah menisbatkannya kepada diri beliau dengan sabdanya, “ Sya’ban adalah bulanku “ ( HR. Ad dailami dari Anas bin Malik dan diriwayatkan juga oleh Al Fath bin Abil Fawaris dari Al Hasan Al Bashri dengan status Hadits Mursal )

Dalam riwayat Ad dailami dari As Sayyidah Aisyah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Sya’ban adalah bulanku dan ramadhan bulan Allah, sya’ban adalah penyuci dan Ramadhan adalah penggugur (dosa) “

Maka dari sinilah kemudian ulama menyebutkan pula bahwa sya’ban adalah bulan sholawat kepada beliau SAW. As sayyid Muhammad Alawy al Maliki al Hasani berpendapat bahwa rahasia kenapa Nabi SAW menisbatkan sya’ban kepada beliau, karena pada bulan inilah turun ayat sholawat dan salam kepada beliau SAW (surat al Ahzaab ayat 56).

Memang demikianlah dikatakan sebagian besar ulama bahwa ayat tersebut diturunkan pada bulan sya’ban, seperti al Imam Ibnu Shoif al Yamani dan al imam Syihabuddin al Qusthullany. Al Imam Ibnu Hajar al ‘Asqolani menyebutkan bahwa ayat tersebut diturunkan pada tahun kedua Hijriyah.

Dan begitu pula bulan ini menjadi begitu mulya karena ternyata dalam beberapa hadits diterangkan bahwa beliau SAW memperbanyak puasa sunnah didalamnya. Maka kita sebagai umat beliau seharusnya mengikuti langkah beliau, itulah cerminan mahabbah kita kepada beliau yang akhirnya membuahkan kecintaan Allah SWT.

Suatu ketika Nabi ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadhan, beliau bersabda, “ Puasa di bulan sya’ban untuk memulyakan Ramadhan “ (HR. At Tirmidzi)

Bahkan As Sayyidah Aisyah berkata, “ Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau berpuasa (selain Ramdhan) lebih banyak daripada pada bulan Sya’ban “. (HR. Al Bukhori, Muslim dan Abu Dawud)

Dalam riwayat Al Bukhori yang lain, As Sayyidah Aisyah berkata, “ Beliau SAW berpuasa pada bulan sya’ban seluruhnya “.

Dalam kitabnya Maadza fii sya’ban, as Sayyid Muhammad Alawy al Maliki menyebutkan bahwa beliau SAW  mengkhususkan sya’ban dengan banyak puasa sunnah di dalamnya adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi dan menyongsong Ramadhan, sebagaimana sholat sunnah rawatib dilakukan untuk mempersiapkan diri memasuki sholat fardhu.



Dinukil dari kitab Maadza fii sya’ban dan Dzikraayat wa munaasabaat, keduanya karya Al Imam al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky Rahimahullah.
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger