Pesantren al-Qaumaniyah
dulu dikenal dengan nama Pesantren Bareng. Pesantren ini terletak di Desa
Jekulo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Pesantren ini terbilang
sebagai pesantren kuno, mengingat pesantren ini didirikan pada tahun 1918 M.
Sebuah pesantren klasik yang usianya hamper seabad. Pembangunan pesantren ini
dilatarbelakangi karena banyaknya anak-anak yang ingin menuntut ilmu agama
(ngaji). Pesantren Al Qoumaniyah sangat erat dengan nama pendirinya yaitu
Mbah Yasin Bareng.
Untuk mendoakan serta
mengenang dan meneladani jasa-jasa beliau, alumni Pondok Pesantren Al
Qoumaniyah akan mengadakan acara pengajian Haul Mbah Yasin ke 68 pada
penghujung tahun 2019 ini. Haul Mbah Yasin diperingati setiap Rabiul Akhir dan
tahun ini akan diperingati pada hari Ahad tanggal 14- 15 Desember 2019 .
Acara akan diawali dengan
Tahtiman Al Qur’an bil Ghoin di Aula Komplek Pondok. Acara dimulai pada pukul
07.00 WIB tanggal 14 Desember 2019 hari Sabtu.
Puncak acara peringatan
haul Mbah Yasin ke 68 tersebut akan digelar pada Ahad 15 Desember 2019 di Ponpes
Al Qoumaniyah Jekulo yang akan menghadirkan KH. Syarofuddin dari Rembang
sebagai pembicara. Selain memperingati Haul Mbah Yasin, acara tersebut juga
dimaksudkan untuk reuni alumni pondok dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara juga akan dimeriahkan oleh Hadrah Al Mubarok Al Qudsiyah bersama Gus
Apank. Pembacaan MAulid Nabi sendiri akan dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin
Assegaf dari Jepara.
Usai acara puncak, para
jamaah akan melakukan ziarah ke Makam Mbah YAsin di BAreng dan melakukan tahlil
umum di area makam.
Nama asli mbah Yasin
adalah Mbah Sukandar. Nama Yasin adalah nama baru setelah beliau pulang dari
haji. Mbah Yasin dilahirkan di desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati,
tanggal lahirnya tidak diketahui secara pasti. Nama ayahnya H. Amin, nama Amin
juga nama baru, sedangkan nama aslinya adalah Tasmin, dan ibunya bernama
Salamah.
Ketika berdomisili di
desa Jekulo Mbah Yasin berguru pada seorang sufi yang sangat luas ilmunya. Guru
tersebut bisa dikategorikan sebagai seorang waliyullah (kekasih Allah). Sang
Guru bernama Mbah Sanusi. Akan tetapi hubungan beliau di dunia ini harus
terputus, karena pada hari Jum`at Kliwon tanggal 18 Syawal 1363 H./ 1939 M.
Sang guru pulang menghadap Allah SWT. Mbah Yasin benar-benar merasa kehilangan,
mengingat Mbah Sanusi adalah orang yang hebat dan dapat memberikan sinar terang
dalam menyusuri kehidupan sufinya.
Selama di Jekulo inilah
banyak jasa Mbah Yasin yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang
berdomisili di daerah Kudus paling timur tersebut. Diantara jasa yang telah
diberikan Mbah Yasin kepada masyarakat Jekulo pada hususnya dan umat Islam pada
umumnya ialah berdirinya pesantren al-Qaumaniyah.






Home
Posting Komentar