Beredar di berbagai media sosial, video yang menunjukkan sholat tarawih yang dilakukan super cepat. Kurang dari 30 detik, sudah dapat menyelesaikan 2 rekaat sholat tarawih. Video tersebut pun mendapatkan komentar beragam dari netizen.
Lantas, bagaimana hukum Sholat Tarawih Super Cepat tersebut? Sayyid Machmud BSA mencoba menjelaskan. Menukil dari keterangan Imam Abdullah bin Alawi al Haddad.
قال الحبيب عبدالله بن علوي الحداد
ويحذر من التخفيف المفرط الذي يعتقده كثير من الجهلة في صلاتهم للتراويح
Berkata Al-Imam Abdullah Bin Alawi Al-Haddad: Waspadalah, hindarilah mempercepat sholat yang keterlaluan seperti yang menjadi kebiasaan banyak orang bodoh dalam sholat tarawih
ﺣﺘﻰ ﺭﺑﻤﺎ ﻳﻘﻌﻮﻥ ﺑﺴﺒﺒﻪ ﻓﻲ اﻹﺧﻼﻝ ﺑﺸﺊ ﻣﻦ اﻟﻮاﺟﺒﺎﺕ ﻣﺜﻞ ﺗﺮﻙ اﻟﻄﻤﺄﻧﻴﻨﺔ ﻓﻲ اﻟﺮﻛﻮﻉ ﻭاﻟﺴﺠﻮﺩ، ﻭﺗﺮﻙ ﻗﺮاءﺓ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﺟﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﺑﺪ ﻣﻦﻫ ﺑﺴﺒﺐ اﻟﻌﺠﻠﺔ،
Sampai terkadang sebab sholat mereka yang terlalu cepat itu, mereka meninggalkan kewajiban kewajiban syarat rukun sholat seperti meninggalkan tuma'ninah dalam rukuk dan sujud, meninggalkan bacaan Al-Fatihah sebagaimana cara baca yang semestinya, karena terlalu tergesa-gesa.
ﻓﻴﺼﻴﺮ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ ﻻ ﻫﻮ ﺻﻠﻰ ﻓﻔﺎﺯ ﺑﺎﻟﺜﻮاﺏ ﻭﻻ ﻫﻮ ﺗﺮﻙ ﻓﺎﻋﺘﺮﻑ ﺑﺎﻟﺘﻘﺼﻴﺮ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ اﻹﻋﺠﺎﺏ.
Akibatnya, satu dari mereka di sisi Allah tidak dianggap malaksanakan sholat dan mendapat pahala, tetapi juga tidak meninggalkan sholat lalu mengakui kealpaan diri, lalu selamat dari membanggakan amal.
Maksudnya: Orang yang sholat sesuai aturan akan mendapat pahala. Orang yang tidak sholat tarawih akan mengakui kekurangan dirinya dan tidak akan sombong atas ibadahnya. Sedangkan orang yang sholat tidak sesuai aturan maka dia sudah capek, tidak mendapat pahala, tetapi sama sekali tidak menyesali kekhilafannya, dan kadang membanggakan pekerjaannya sebagai amal shalih.
ﻭﻫﺬﻩ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻬﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻜﺎﻳﺪ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻷﻫﻞ اﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻳﺒﻄﻞ ﻋﻤﻞ اﻟﻌﺎﻣﻞ ﻣﻦﻫﻢ ﻋﻤﻠﻪ ﻣﻊ ﻓﻌﻠﻪ ﻟﻠﻌﻤﻞ، ﻓﺎﺣﺬﺭﻭا ﻣﻦ
ﺫﻟﻚ ﻭﺗﻨﺒﻬﻮا ﻟﻪ ﻣﻌﺎﺷﺮ اﻹﺧﻮاﻥ.
Hal ini dan yang semacamnya adalah tipuan terbesar syaitan untuk orang beriman. Syaitan membatalkan amal mereka padahal mereka melakukan amal. Maka hindarilah hal itu, waspadalah saudara saudara.
Ianatut Thalibin, 1/307






Home
Posting Komentar