Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » , » Kisah Imam Asy Syibli dan Seekor Anak Kucing Yang Kedinginan

Kisah Imam Asy Syibli dan Seekor Anak Kucing Yang Kedinginan

Imam Asy-Syibli memiliki nama Syeikh Abu Bakr Ibn Dulaf Jahdar. Beliau dikenal sebagai ulama besar, yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya.

Dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam Asy-Syibli wafat, ada seorang temannya yang memimpikannya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam Asy-Syibli mendapatkan nikmat kubur.

“Wahai Imam Asy-Syibli, apa yang diperbuat Allah kepadamu?”, Tanya temannya itu.

“Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia,” jawab Imam Asy-Syibli.

“Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu?” pinta temannya.

Imam Asy-Syibli pun bercerita bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam Asy-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkal oleh Allah SWT. Imam Asy-Syibli pun langsung menjawab amal lainnya.

“Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan sholatku,” kata Imam Asy-Syibli.

Namun lagi-lagi pernyataan itu ditolak Allah SWT.

Imam Asy-Syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.

“Atau mungkin karena kelanggenganku mencari ilmu”, tebaknya.

Pernyataan itu kembali disangkal Allah SWT hingga akhirnya Imam Asy-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata,

“Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenanya aku harap Engkau mau memaafkanku.”

Kemudian Allah SWT berfirman, “Semua itu tidaklah membuat-Ku mau mengampunimu.”

Imam Asy-Syibli kantas bertanya, “Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?

Allah SWT berfirman, “Ingatkan Engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engkau menemukan seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke sebuah tembok. Kemudian karena merasa kasihan engkau mengambil anak kucing itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?”

“Benar ya Allah, “jawab Asy-Syibli.

Allah berfirman, “Karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu.”

Imam Asy-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tidak menyangka jika amal menolong anak kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Kebaikan sekecil apapun bila dilakukan dengan rasa tulus ikhlas karena Allah SWT, bisa bernilai pahala dan kemulyaan yang luar biasa besarnya disisi-Nya.

Setiap kita tidak tahu mana dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan diterima Allah SWT, untuk itu jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, siapa tahu justru keikhlasan kita muncul ketika melakukan kebaikan yang kita anggap kecil dan remeh (misalnga membuang batu/duri di jalan agar tidak mencelakakan orang atau memberi minum segelas air ketika melihat orang yang kehausan). 

Dan dengan keikhlasan itu menjadi penyebab diterimanya amal, ampunan dan ridlo Allah SWT. Wallahu A'lamu Bishshowab



Syarah Nashoihul ‘Ibad - Imam Nawawi Al Jawi Al Bantani
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger