Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Cara Membiasakan Optimisme

Cara Membiasakan Optimisme

Optimisme ataupun pesimisme adalah kebiasaan cara berpikir. Yakni cara berpikir yang sudah terbentuk dalam saraf. Karena itu mengubahnya cukup sulit dan perlu proses. Tapi kalau pengen "enjoy your life" ya nggak ada pilihan kecuali mengubah saraf pesimisme menjadi optimisme.

Caranya sih gampang, sekali lagi yang sulit itu membiasakannya. Kebiasaankan terbentuk dari perilaku yang terus diulang-ulang, jadi mau nggak mau perlu proses. Tapi ingat lho, ini sulit, bukan mustahil. Tidak ada perubahan yang mustahil, ini hanya sulit saja. Dan orang optimisme akan tertantang menghadapi kesulitan.

Optimisme atau pesimisme tercermin dari respon spontan kita terhadap peristiwa yang menimpa kita, baik terlintas dalam hati ataupun diucapkan. Pokoknya respon spontan mencerminkan sikap hati kita yang sebenarnya. Nabi sendiri mengisyaratkan hal ini ketika bersabda: "Sesungguhnya, kesabaran sejati terlihat ketika pertama kali mendapat musibah". Maksudnya antara lain kalo kebetulan orang itu penyabar, maka sifat sabarnya akan tampak pada sikap/respon spontannya. (Sabar dan tabah adalah bagian dari optimisme).

Kita ambil contoh. Fren misalnya biasa dapat nilai matematik nggak jauh dari 5 (ini juga udah bagus sih, namanya juga matematik). Tiba-tiba ayah/ibu Fren menantang, "Sebenarnya lo bisa nggak sih matematik? Bisa nggak sih kali-kali dapat 7 apa 8 gitu loh." Spontan Fren berkata (dalam hati atau diucapkan). "Wah sulit, tapi bisa gue coba." atau Fren berkata, "Wah gimana ya, 5 aja untung."

Fren tentu tahu mana komentar spontan yang optimis dan mana yang pesimis. Sekarang biar Fren terbiasa berpikir optimis, setiap kali mendapati komentar negatif yang dalam diri Fren, segera pertanyakan komentar negatif itu. 'Wah, gimana ya, 5 aja ada faktor untung." Segera pertanyakan, "Apa betul karena untung saja, atau karena ada faktor untung? Jangan-jangan itu pertanda gue bisa, soalnya kan gue belom coba latihan maksimal banget." Pokoknya setiap ada respon negatif dari dalam diri, tentang apa saja, seger pertanyakan dan sanggah dengan respon positif. Lama-lama insya Allah Fren akan terbiasa dengan berpikir optimisme.

Sekarang coba sesekali pertanyakan tentang anggapan-anggapan yang menumpuk dalam diri Fren tentang diri sendiri. Anggapan-anggapan yang menetap di kepala Fren sendiri dan hanya Fren yang tahu. Kalau ada yang negatif coba dikit-dikit kikis dari saraf Fren, insya Allah Fren akanmakin optimis dan enjoylah hidup Fren.



Ust. Jefri Al Bukhari
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger