Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Allah Menciptakan Rasul SAW dan Keturunannya Dari Tanah Arsy

Allah Menciptakan Rasul SAW dan Keturunannya Dari Tanah Arsy

Dari Muadz bin Jabal, bersabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya Allah telah menciptakan aku, Ali, Fathimah, Hasan dan Husein, tujuh ribu tahun sebelum Allah menciptakan dunia. Aku (Muadz bin Jabal) bertanya : Dimanakah selama itu engkau berada. Nabi menjawab : Di Arsy, dimana Allah SWT bertasbih memuji, mensucikan serta mengagungkanNya.

Ali, Fathimah, Hasan dan Husein, mereka adalah ‘aal Muhammad’ yang telah disucikan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Ahzab ayat 33 :

إِنَّمَا يُرِيْدُ الله لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِجْسَ أَهْلَ البَيْتِ وَ يُطَهِّرَ كُمْ تَطْهِيْرًا
“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan kotoran (rijs) dari kalian”

Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, Turmudzi, Nasai dan al-Hakim dari al-Muthallib bin Rabi’ah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

وَاللهِ لاَ يَدْخُلُ فَلْبَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ (إِيْمَانٌ) حَتَّى يُحِبُّكُمْ لله وَ لِقَرَابَتِى
“Demi Allah, iman tidak akan masuk ke dalam hati seorang muslim sehingga ia mencintai kalian (keluarga nabi SAW) karena Allah dan karena hubungan keluarga denganku”.

Di samping itu terdapat pula hadits yang memerintahkan kepada umat Islam untuk mencintai Rasulullah SAW dan keluarganya seperti yang diriwayat oleh Turmudzi, Thabrani dan al-Hakim dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

اَحِبُّوا الله لِمَا يَغْدُوْكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ وَاَحِبُّوْنِى لِحُبِّ اللهِ , وَاَحِبُّوا اَهْلَ بَيْتِى لِحُبِّىْ
“Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya, dan cintailah aku karena kecintaan (kamu) kepada Allah, serta cintailah ahlu al-baitku karena kecintaan (kamu) kepadaku”.

Anak cucu keturunan Rasulullah SAW merupakan keberkahan bagi umat Islam. Mereka selalu ada pada tiap zaman, sebab dengan keberadaan mereka itu Allah SWT menghindarkan umat manusia dari malapetaka. Kecuali jika umat manusia sudah memilih jalannya sendiri yang sesat menuju kehancuran. Keturunan Rasulullah ibarat cahaya bintang yang menunjukkan arah bagi bahtera yang sedang berlayar di tengah samudera dalam keadaan gelap gulita. Thabrani meriwayat hadits dalam kitab al-Ausath dari Abu Said al-Khudri, ia berkata Rasulullah SAW bersabda :

اِنَّمَا مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِىْ مِثْلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَخَلَّفَ عَنْهَا غَرِقَ, وَ اِنَّمَا مَثَلَ اَهْلِ بَيْتِىْ فِيْكُمْ, مَثَلَ بَابِ حِطَّةٍ فِى بَنِى اِسْرَائِيلَ مَنْ دَخَلَهَا غُفِرَ لَهُ
“Perumpamaan (kedudukan) ahlu al-baitku seperti bahtera Nuh. Barang siapa menaikinya dia akan selamat dan barang siapa meninggalkannya dia akan tenggelam. Dan perumpamaan ahlu al-baitku di antara kamu seperti pintu pengampunan di antara Bani Israil, barang siapa memasukinya maka dosa-dosanya akan diampuninya”.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani, al-Hakim dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

… فَلَوْ اَنَّ رَجُلاً صفَنَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالمَقَامِ, وَصَلَّى وَصَامَ, ثُمَّ مَاتَ , وَهُوَ مُبْغِضٌ لاِهْلِ بَيْتِ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ (وَآلِهِ) وَسَلَّمَ دَخَلَ النَّارَ .
“… Maka sekiranya seseorang berdiri di antara salah satu sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim, lalu ia shalat dan puasa, kemudian meninggal sedangkan ia adalah pembenci keluarga (ahlu al-bait) Muhammad, pasti ia masuk neraka”.

Tidak diragukan lagi bahwa ‘aal Muhammad’ yang dalam zaman kita sekarang ini terkenal dengan sebutan kaum Alawiyin, merupakan orang-orang yang memiliki fadhilah dzatiyyah (keutamaan dzat) yang dikarunia Allah SWT kepada mereka melalui hubungan darah dengan insan pilihan-Nya. Sangat naif sekali anggapan yang menyamakan mereka dengan orang-orang dari keturunan lain, karena anggapan demikian itu sama artinya dengan menyamakan pribadi Rasulullah SAW dengan pribadi lain.

Dari Hasan bin Ali berkata, aku mendengar kakekku Rasulullah SAW bersabda :

خلقت مِنْ نُوْرِ الله عزَّ و جلَّ خلق أهْلَ نَيْتِي مِنْ نُورِي , خلق محبيهم مِنْ نُورِهم , و سَائر الخَلْقِ فِي النَارِ .
“Saya dijadikan dari nur Allah azza wa jalla, dan dijadikan ahlu al-baitku dari nurku, dan dijadikan para pencinta mereka (ahlu al-bait) dari nur mereka (ahlu al-bait), sedangkan yang lainnya berada dalam neraka”.

Dari Ja’far al-Shaddiq, bersabda Rasulullah SAW : Wahai Jabir, Sesungguhnya Allah SWT, tidak ada tuhan selain-Nya, awal pertama menciptakan makluq-Nya adalah menciptakan Muhammad SAW, dan menciptakan ahlu al-bait dari nur keagungan-Nya. Kemudian ditempatkan di bawah perlindungan-Nya, di mana pada saat itu belum ada langit, bumi, malam, siang, matahari, bulan dan semua tempat.

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya al-Kabir, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

… فَإِنَّهُمْ عِتْرَتِي , خُلِقُوا مِنْ طِيْنَتِي , وَرُزِقُوا فَهْمِي و عِلْمِي , فَوَيْلٌ لِلْمُكَذِّبِيْنَ بِفَضْلِهِمْ مِنْ أمَّتِي الٌقَاطِعِيْنَ مِنْهُمْ صِلَتي لاَ أنْزَلَهُمُ الله شَفِاعَتِي
“… Mereka adalah keturunanku dan diciptakan dari tanahku serta dikaruniai pengertian dan ilmuku. Celakalah dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka, dan memutuskan hubungan denganku melalui (pemutusan hubungan dengan) mereka. Allah tidak akan menurunkan syafa’atku kepada orang-orang seperti itu”.

Tanah sebagai asal penciptaan Rasulullah dan keturunannya bukanlah tanah biasa yang dipijak setiap saat di bumi ini, akan tetapi tanah untuk penciptaan Rasulullah SAW dan keturunannya bersumber dari arsy Allah SWT, di lain pendapat tanah tersebut bersumber dari Illiyin, hal ini disebutkan dalam beberapa riwayat diantaranya :

Dari Abu Abdillah, Ja’far al-Shaddiq, berkata :

إنَّ الله عزَّ و جلَّ خَلَقَ مُحَمَّدًا و عِتْرَتَهُ مِنْ طِيْنَةِ العَرْشِ
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan Muhammad dan keturunannya dari tanah Arsy.

Dari Abdurahman bin Hajjaj, berkata :

إنَّ الله تَبَرَكَ وَ تَعَالَى خَلَقَ مُحَمَّدًا و آلَ مُحَمَّدٍ مِنْ طِيْنَةِ عِلِّيِينَ خَلَقَ قُلُوبَهُمْ مِنْ طِيْنَةِ فَوْقَ ذَالِك .
“Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Muhammad dan keluarganya dari tanah Illiyin, dan menjadikan hati mereka dari tanah yang lebih tinggi dari tanah Illiyin”.

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasullulah SAW bersabda :

يَا عَلِي, خَلَقَ الله النَاسَ مِنْ اَشْجَار شَتَّى, وَخَلَقَنِي وَ أَنتَ مِنْ شَجَرَة وَاحِدَةٍ, اَنَا أَصْلُهَا وأَنْتَ فَرْعُهَا, فَطُوْبَى لِعَبْدٍ تَمَسَّكَ بِأَصْلِهَا, وَ أَكَلَ مِنْ فَرْعِهَا.
“Wahai Ali, Allah telah menciptakan manusia dari berbagai jenis pohon, dan Allah menciptakan aku dan engkau dari pohon yang satu, saya pangkalnya dan engkau cabangnya, maka beruntung bagi hamba yang berpegang pada pangkalnya dan makan dari cabangnya”.

Dari Jabir bin Abdillah al-Anshari berkata : Ketika kami dan Ali sedang berada di Arafah bersama Rasulullah SAW, beliau memanggil Ali : Wahai Ali mendekatlah dan letakkanlah telapak tanganmu di atas telapak tanganku, setelah itu Rasulullah bersabda :

يَا عَلِي, خلقت أنَا وَ أَنْتَ مِنْ شَجَرَةٍ أنَا أصَلُهَا وَأنْتَ فَرْعُهَا وَالحَسَن وَالحُسَين أَغْصَانهَا, فَمَنْ تَعَلّق بِغُصْنٍ مِنْ أَغْصَانِهَا أَدْخَلَهُ الجَنَّةَ .
“Wahai Ali, Aku dan engkau diciptakan dari satu pohon, Saya pangkalnya dan engkau cabangnya, al-Hasan dan al-Husein rantingnya. Maka siapa yang bergantung dengan ranting dari ranting-ranting pohon itu, pasti masuk surga”.



Habib Alwi Bin Alawy
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger