Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Silaturrahim (1)

Silaturrahim (1)

Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ayyub RA berkata: “Seorang Baduwi menghadang Nabi Muhammad SAW dan memegang kendali untanya lalu berkata: “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku apakah yang dapat mendekatkan aku kesyurga dan menjauhkan diriku dari api neraka?” Jawab Baginda SAW: “menyembah Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun dan mendirikan sembahyang dan mengeluarkan zakat dan menghubungi kerabat.” 

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Abi Aufa RA berkata: “Pada suatu waktu petang hari Arafah kami bersama Baginda s.a.w. tiba-tiba Baginda SAW bersabda: “Jangan duduk bersama kami siapa yang memutuskan hubungan kekeluargaan, supaya bangun dari tengah-tengah kami.” Maka tidak ada orang kecuali seorang dibelakang Baginda s.a.w. sendiri, tetapi tidak lama ia kembali maka ditanya oleh Baginda s.a.w.: “Mengapakah engkau , sebab tidak ada orang yang bangun kecuali engkau?” Jawabnya: “Ya Rasulullah, ketika saya mendengar sabdamu itu, segera saya pergi kerumah makcikku yang memutuskan hubungan dengan aku, lalu dia bertanya: Mengapa kau datang, ganjil sekali kedatangan mu ini?” Maka saya beritahukan apa yang saya dengar daripadamu, maka ia membaca istighfar untuk ku dan aku juga membaca istighfar untuknya.” Baginda s.a.w. bersabda: “Bagus engkau, duduklah sekarang sebab rahmat tidak akan turun pada suatu kaum jika ada diantara mereka seorang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.” 

Abul Laits berkata: “Hadis ini sebagai dalil bahawa memutuskan hubungan kekeluargaan itu dosa besar sebab dapat menolak rahmat baginya dan bagi kawan-kawan yang duduk bersamanya, kerana itu maka kewajipan kita tiap muslim harus bertaubat dari pemutusan terhadap kekeluargaan dan istighfar minta ampun kepada Allah s.w.t. dan segera menghubungi keluarga untuk mencari rahmat Allah s.w.t. dan menjauhkan diri dari api neraka.” 

Baginda SAW bersabda: “Tidak ada perbuatan hasanah yang lebih cepat pahalanya daripada menghubungi keluarga dan tiada dosa yang layak disegerakan pembalasannya didunia diamping siksanya kelak diakhirat seperti putus hubungan kekeluargaan dan berlaku zalim aniaya.” 

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr bin Al’ash r.a. berkata: “Seorang datang kepada Baginda SAW dan berkata: “Ya Rasulullah, saya mempunyai keluarga yang saya hubungi tetapi mereka memutuskan hubungan kepadaku. Saya baik kepada mereka tetapi mereka zalim kepadaku dan saya tolong membantu mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, apakah boleh saya membalas perbuatan mereka dengan perbuatan yang sama?” Jawab Baginda SAW: “Tidak, sebab jika kamu membalas mereka, maka sama dengan mereka, tetapi hendaknya engkau tetap mengambil cara yang lebih baik dan tetap menghubungi mereka, maka selalu engkau akan mendapat bantuan dari Allah SWT selama engkau berbuat demikian.” 

Tiga macam dari akhlak orang ahli syurga, tidak terdapat kecuali pada orang yang baik, pemurah hati yaitu: Berbuat baik kepada orang berbuat jahat kepadanya Memaafkan orang yang zalim kepadanya dan loman kepada orang yang bakhil kepadanya. 

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Adhdhahaak bin Muzakim ketika menafsirkan ayat yang berbunyi: “Yamhu Allahu maa yasya’u wayuts bitu.” (Tafsirannya) “Sesungguhnya seorang itu adakalanya menyambung kekeluargaannya padahal umurnya sudah tinggal tiga hari, tiba-tiba Allah SWT menambah umurnya hingga tiga puluh tahun, dan adakalanya ia memutuskan hubungan kekeluargaan sedang umurnya masih sisa tiga puluh tahun, maka dipotong oleh Allah SWT menjadi hanya tiga hari.” 

Tsauban r.a berkata Baginda SAW bersabda: “Tidak dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak dapat menambah umur kecuali amal kebaikan (taat) dan adakalanya seseorang itu tidak mendapat rezeki kerana berbuat dosa.” 

Ibn Umar r.a. berkata: “Siapa yang takwa kepada Tuhan dan menghubungi keluarganya maka akan ditambah umurnya dan diperbanyak harta kekayaannya dan disayang oleh keluarganya.” 


 Ahmad Rofiuddin
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger