Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Para Syuhada Agung Karbala (1)

Para Syuhada Agung Karbala (1)

1. Imam Hussain Bin Ali bin Abi Thali


Imam Husein  menyandang banyak gelar, seperti ar-Rasyid, al-Wafi, az-Zaki, Beliau As dilahirkan di Madinah pada tanggal 3 Sya’ban tahun ke-3 H (Tarikh Ibn Asakir, Maqatil Ath-Thalibiyyin, Usdul-Ghabah dan Majma’ az-Zawa’id), atau pada tahun ke-4 H (Al-Isti’ab dan Al-Kafi).


Ketika mendengar bahwa putrinya, Sayyidah Fathimah telah melahirkan bayi yang dinanti-nanti itu, Rasulullah, sebagaimana disebutkan dalam I’lam Al-Wara, segera bergegas ke rumah menantunya, Ali as. Sesampainya di sana, Beliau meminta Asma binti Umays, wanita yang mengabdikan dirinya sebagai pembantu Fathimah, untuk menyerahkannya. Nabi pun menggendongnya lalu membungkusnya dengan sepotong kain putih lalu mendekapnya, kemudian mengumandangkan azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi yang berpendar-pendar itu.


Tiba-tiba raut wajah manusia teragung itu menampakkan kesedihan dan matanya melinangkan air bening. Ketika ditanya sebabnya oleh Asma’, beliau menjawab: “Hai Asma’, ia akan dibunuh oleh gerombolan pembangkang setelah wafatku. Allah tidak akan memberikan syafaatku kepada mereka.”


2. Ali Akbar Bin Hussain


Ali Akbar bin Al-Husain as, dengan julukan Abul Hasan, Seorang pemuda mulia dan gagah berani dari keturunan Abu Thalib. Ibunya bernama Laila binti Abi Murrah (Qurrah) bin ‘Urwah (’Amr) bin Mas’ud bin Mughits (Ma’bad) Al-Tsaqafi. Ibu Laila bernama Maimunah binti Abu Sufyan bin Harb. Saat itu beliau berumur 27 tahun. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau ( Ali Akbar ) telah menikah dengan seorang wanita bekas budak. Beliaulah orang pertama dari Bani Hasyim yang terbunuh dalam peristiwa Karbala oleh tusukan pedang Murrah bin Munqidz bin Nu’man Al-’Abdi, pada saat membela dan membentengi ayahnya dari serangan musuh. Para sahabat setia Imam Husein as.. segera mengejar Murrah dan menghabisinya dengan sabetan pedang mereka. Menurut riwayat, beliau lahir pada masa khilafah Utsman bin Affan. Para ahli sejarah menyebutnya Akbar untuk membedakannya dari adik beliau Ali Zainal Abidin dan Ali Ashghar.


Imam Al Husein As berkata mengenai Putranya Ali Akbar : ” Ya Allah, saksikanlah aku mengirim kepada kaum itu orang yang paling mirip dengan NabiMu dari sisi rupa, akhlak dan tutur katanya. . Dialah obat kerinduan kami kepada Nabi-Mu. Dengan memandanginya kami dapat mengobati kerinduan itu ” {maqtal Khawarizmi} [Al-Bidayah wa Al-Nihayah 8 hal. 185, Al-A’lam 4 hal. 277]



3a. Ali Asghar Bin Hussain


Ibunya bernama Rubab binti Imruul Qais bin ‘Adi bin Aus. Bayi tersebut Syahid di bunuh secara Keji oleh Harmalah bin Kahil seorang Musuh Allah dengan cara di panah. Usianya saat itu masih 6 Bulan, Namun tidak menyurutkan Manusia berhati Iblis menaruh Iba pada seorang Bayi dan dengan Keji memanahnya dengan Busur beracun.


3b. Abdullah Radhi bin Al Hussein


Dia adalah Abdullah bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, dari ibu yang bernama Ummu Ishak binti Thalhah. Riwayat mengatakan bahwa Abdullah Radhi syahid dibunuh saat Imam Suci As selesai mengumandangkan Adzan dan Iqomah di telinga suci bayi tersebut.


Masih diperlukan pengkajian mendalam mengenai Nama keduanya, karena Simpang siur saksi yang melaporkan belum diperoleh kesatuan keterangan ada berapa bayi di Karbala, Namun semua sepakat bahwa Putra Putra kecil suci Imam Husein As Semua Syahid di Karbala, kecuali Imam Sajjad As yang saat itu sedang sakit keras.



Ust. Romli
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger