Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Balasan Dari Allah SWT Kepada Orang Yang Berinfak

Balasan Dari Allah SWT Kepada Orang Yang Berinfak

infaq pembangunan ruang TPA

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah SAW, “Allah Yang Maha Berwibawa dan Maha Berkuasa berfirman, Berinfaklah wahai keturunan Adam (AS), Aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah bersabda, “Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”

Kapan itu akan terjadi?

Maka Rasul berkata, “Orang-orang semuanya makmur pemilik harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya” Janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Kapan waktu itu muncul ?

Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal. Apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam,

Apa ciri-ciri kebangkitan Islam?

Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua."

Haramain, Makkah dan Madinah, serta Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke WC tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa yang bilang ? 

Allah subhanahu wata'ala berfirman : 

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ …
Sungguh Allah Swt melihat hati mu yang sudah ragu (dengan kiblat ke Masjidil Aqso), (Allah subhanahu wata'ala melihat kau ingin mengarahkan kiblat ke tempat yang lain), kami mengizinkan mu merubah kiblat pada kiblat yang kau kehendaki, (maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menghadap ke makkah al mukaramah ka’bah al musyarofah) Maka turun lagi ayat melanjutkan : “maka Hadapkan kiblat mu mulai sekarang ke masjidil haram” (QS Al Bqarah 144)

Kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul SAW ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.

Kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin. Maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, Madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 

Namun, mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu,

Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari, aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul yang dikatakan syirik oleh sebagian orang itu , Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,

Rasul sudah katakan, “aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” “aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Jika bicara Palestina ya Palestina bisa kita benahi dan mudah-mudahan terbenahi, tapi juga Makkah dan Madinah jangan lupakan karena juga perlu dibenahi, tapi sebelum itu semua, mari diri kita ini membenahi dulu bangsa kita sendiri.

Berinfak itu bukan hanya dengan uang, bisa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya.

“Wahai Rabbi, kami bersedekah kepada saudara-saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah. Kita bersedekah tapi kita minta pada Yang Maha Kaya karena di hadapan Yang Maha Kaya kita juga orang miskin. Kita berinfaq sesungguhnya adalah kita minta pada Yang Maha Kaya agar berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan dikabulkannya permohonan, kemudahan, pengampunan, rahmat dan kasih sayang, hidayah dan khusnul khatimah dari semua yang kita minta.


Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

4 Mei 2011 15.48

infaq memang banyak manfaatnya yah :)

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger