Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Empat Wasiat Taurat (2)

Empat Wasiat Taurat (2)


Wasiat pertama adalah jika engkau telah membaca Kitab Allah, tapi hatimu masih saja berprasangka bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa dan kesalahanmu, maka engkau termasuk golongan orang-orang yang mentertawakan ayat-ayat Allah. 

Ketahuilah olehmu, bahwa yang dimaksud orang-orang yang men-tertawakan ayat-ayat Allah adalah segolongan umat yang menganggap firman-Nya sebagai angin lalu. Golongan yang hatinya mengeras bagai batu. Golongan yang diberi kabar gembira oleh-Nya akan datangnya neraka yang menyala-nyala. Golongan yang tidak paham, bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya. 

Maka ubahlah prasangka burukmu sekarang juga. Ingatlah bahwa Dia menurut pada prasangka hamba-Nya. Sungguh Dia Maha Baik, dan sebaik-baik tempat untuk berserah diri. 

Wasiat yang kedua adalah jika engkau merendahkan dirimu di hadapan orang kaya semata karena kekayaannya, maka hilanglah dua pertiga agamamu. Berhati-hatilah, sebab itu berarti hampir keseluruhan agamamu. Semua amal kebaikanmu sedang terancam dihapus dari kitab catatan karena sikap konyolmu itu.

Ingatlah, bahwa kekayaan seseorang tidaklah berarti di hadapan Sang Maha Kaya, bahwa kekayaan seseorang tidak lain berasal dari-Nya. Jika engkau bertemu dengan orang yang kaya raya, anggaplah semua itu rencana Allah yang ingin mengingatkan dirimu, bahwa Dia-lah Yang Maha Kuasa dalam kebijaksanaan-Nya. 

Bersikaplah sewajarnya di hadapan sesama. Sikap itu akan memerdekakan dirimu. Sayangi yang miskin jika engkau kaya. Jangan engkau merendahkan diri oleh sebab kefakiran. Memang kefakiran itu dekat sekali dengan kekufuran. Namun dengan ilmu yang benar, sungguh kemiskinan itu lebih cepat membawamu menuju surga kenikmatan. Ingatlah olehmu, bahwa Nabi Sulaiman adalah nabi yang paling akhir memasuki surga.

Ihwal wasiat yang ketiga, janganlah engkau bersedih hati karena kehilangan. Sebab, kesusahanmu atas apa yang Allah ambil darimu adalah bukti kurang bersyukurnya dirimu.

Mempertanyakan ketetapan Allah berarti engkau meragukan bahwa Dia-lah Yang Maha Benar dalam keluasan Rahmat-Nya. Dia-lah Yang Meninggikan. Dia-lah Yang Merendahkan. Kembalikanlah segala kejadian kepada Allah, Sang Pemilik Segala Rahasia. Janganlah rasa kehilanganmu merusakkan nilai-nilai ubudiyah-mu  dengan kekurang-ajaranmu.

Perihal wasiat keempat, jika engkau berkeluh kesah atas musibah yang engkau alami, kemudian engkau mengadu kepada orang lain, itu berarti engkau telah mengadukan Allah kepada orang itu. 

Ingatlah bahwa Dia Maha Pencemburu. Dia tidak suka jika hamba-Nya mengadu kepada selain-Nya. Dia-lah tempat bergantung segala sesuatu. Dia-lah realitas tertinggi. Tuan dari segala eksistensi. Khawatirlah engkau! Mengadukan musibahmu kepada selain-Nya adalah bukti kebodohanmu. 

Kini engkau tahu betapa berat syariat yang diturunkan kepada umatnya Nabi Musa. Sampai-sampai sang Nabi sendiri menginginkan agar ia dijadikan sebagai umat Muhammad oleh sebab berbagai keutamaannya. Maka syukurilah keringanan yang dianugerahkan Allah kepada kita, umat Muhammad SAW. Syukurilah, bahwa Nabi kita tercinta, menjadi sosok diplomat ulung di hadapan Allah Yang Maha Berkehendak dalam Kekuasaan-Nya. 

Beruntunglah, bahwa kita diberkahi dua sayap, Khouf dan Roja’. Kita juga masih boleh bersedih asal tidak melampaui batas. Kita diperbolehkan istirja, mengembalikan sesuatu dalam lautan kebijakan-Nya. Kita masih diperbolehkan mengadu kepada mahluk, jika hanya sebatas mencari solusi dari masalah yang kita hadapi. 

Maha Benar Allah, yang telah menetapkan Muhammad sebagai khatam (akhir) kenabian, yang menetapkan umatnya sebagai umat terbaik yang pernah Dia ciptakan.



Yusron Mudzakir,  Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah, Kampung Santri, Kulon Gunung Sentono, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger