Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Serangga Yang Mendatangi Nyala Api (1)

Serangga Yang Mendatangi Nyala Api (1)

Hendaknya engkau yakin, bahwa Allah ta’Ala menjamin rejeki apa saja yang melata di bumi. Hanya orang bodoh saja yang meragukan jaminan Allah atas kehidupan mahluk-Nya.


Saudaraku, berhati-hatilah kalian terhadap keduniaan. Jangan engkau mengumpulkan harta yang tidak dapat engkau syukuri, seperti tikus yang membawa apa saja yang tidak berguna ke dalam sarangnya. Sungguh peradaban semacam itu lebih cepat membawamu pada kehancuran. Ketololan macam apa yang membuatmu mendewakan modernisme sebagai kultur jempolan?


Ingatlah wasiat Nabiyullah SAW, bahwa cinta harta dan kedudukan menumbuhkan kemunafikan dalam qalbu, sebagaimana air menumbuhkan sayuran. Cinta duniawi adalah pangkal segala kerusakan. Ketahuilah bahwa tiada harta bagimu kecuali apa yang engkau makan lalu hilang, apa yang engkau pakai lantas usang dan apa yang engkau sedekahkan kemudian menjadi pahala bagimu selamanya. 


Engkau telah saksikan, banyak orang hilang akal karena menuruti hawa nafsu. Banyak orang salah jalan karena ambisi-ambisi duniawi. Jadilah kalian orang yang cerdas. Bedakanlah mana yang merupakan kebutuhanmu dan mana yang merupakan tuntutan keinginanmu. Ketahuilah olehmu, bahwa kefakiran disebabkan berjubelnya keinginan dalam diri seseorang. Sedang kekayaan terletak pada kesadaran  atas apa yang dia butuhkan. 


Jangan engkau bersusah payah dengan urusan yang telah dijaminkan Allah untukmu. Kerakusanmu tidak sedikitpun punya andil menambah pundi-pundi hartamu. Engkau hanya akan menerima apa yang menjadi jatahmu. Engkau tidak akan pernah mendapatkan apa yang bukan hak-mu. Sungguh urusan rejeki ini begitu mengkhawatirkan. Ia telah merubah arah kiblat banyak orang! 


Orang yang beriman tidak akan pernah risau ihwal makanan, pakaian dan tempat tinggal. Mereka selalu menjaga agar pekerjaan tidak melenakan dari apa yang Allah perintahkan. Bekerja adalah ibadah, itu benar adanya! Namun, jika pekerjaan membuat engkau melupakan tujuan penciptaan, jelas semua itu datang dari setan. Allah berwasiat dalam kitab-Nya: bagi siapa saja yang menginginkan dunia, niscaya Dia akan memberinya. Namun ketahuilah bahwa tiada bagian akhirat sedikitpun untuknya. 


Sahabatku, janganlah engkau seperti orang-orang bodoh yang menguras tenaga dan menghabiskan waktunya guna berburu dunia. Mereka khawatir tidak akan mencapai cita-cita jika berleha-leha. Tapi lihatlah, kerja keras yang mereka lakukan telah membuat mereka layaknya siput yang terbelenggu cangkang-cangkang dunia. 


Ya, Nabiyullah! Apa yang dapat aku lakukan untuk umatmu? Mereka kini telah mengingkari janji-janji Azali. Mereka meremehkan jaminan Allah dalam pengurusan rejeki.

Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah akan menyerahkan urusan rejeki mahluknya pada setan, jika mereka tak lagi percaya pada pengaturan-Nya. Semakin keras seseorang berusaha, makin lalai ia dari mengingat Allah. Semakin bertambah hartanya, semakin berkurang ibadahnya. Itulah tanda orang dalam genggaman pengaturan setan. Mereka bangkrut dan merugi dalam urusan ukhrawi. 


Tanamkan dalam qalbumu, bahwa Allah-lah sebaik-baik penjamin hidupmu. Dia-lah satu-satunya Zat yang tidak pernah ingkar janji. Apa yang Allah tentukan untukmu akan sampai padamu. Apa yang tidak Dia tentukan untukmu tak akan pernah sampai padamu. Entah engkau berusaha atau tidak. Entah engkau sosok pekerja atau pengangguran.


Engkau hanya perlu menjaga adab di hadapan Yang Maha Mulia. Bahwa ada hukum sebab-akibat, itulah yang menjadi landasan buatmu untuk lebih giat bekerja. Dan bahwa urusan rejekimu dalam kesempurnaan pengaturan-Nya, seharusnya itu yang selalu menjadi pondasimu untuk selalu berada di jalan-Nya.


”Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap.”

Yang dimaksud ayat itu adalah jika engkau telah selesai dari urusan dunia, maka beribadahlah dengan penuh keikhlasan. Lantas, serahkanlah segala sesuatunya dari amal dan usahamu pada pengaturan Tuhan. 


Lidah Wali
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger