Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Doa Nabi Berlindung Kepada Allah SWT (3)

Doa Nabi Berlindung Kepada Allah SWT (3)

Dan berlindung daripada tubuh yang lemah, iman yang lemah,atau semangat yang lemah atau kehidupan yang lemah . وَاْلكَسَلِ ( dan malas ), waktu ada untuk untuk melakukan hal-hal yang mulia, mau silaturrahmi bisa tapi malas, mau nasehati orang tinggal buka hp nya sms semua orang, sudah shalat asar belum?, sudah shalat maghrib belum?, berapa harga sms dibagikan!? Tapi malas, padahal itu mulia dan luhur, itu mewakili seruan Nabi Muhammad SAW, bangun shalat subuh atau shalat tahajjud sms temanmu, sudah shalat subuh belum?, sudah bangun tahajjud belum? ini kemuliaan . 


Bisa sebarkan dakwah Sang Nabi lewat HP kita itu, jadikan HP itu saksi di yaumul qiyamah bahwa kita memakainya dalam keluhuran. Lanjutan dari hadits ini :


وَاْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ

“ dan dari rasa takut dan rasa kikir “


Rasa takut disini, bisa takut pada musibah, bisa takut kepada manusia, bisa takut kepada makhluk ghaib. Sebagian orang mengadukan kepada saya mau shalat tahajjud takut, takut kenapa?, justru kalau bermaksiat setan banyak mengerubuti, kalau tahajjud tidak ada setan mendekat.


Kalau zikir atau tahajjud tengah malam maka Malaikat menjagamu, Allah turunkan para malaikat untuk menjaga kita, jangankan setan mengganggu mendekatpun setan tidak bisa karena ikhlas lillahi ta’ala mau dekat kepada Allah menjalankan sunnah Nabi, jangankan mengganggu, mendekat pun setan tidak bisa. 

Kalau dalam maksiat banyak setannya, kalau dalam tahajjud tidak ada setan yang mendekat,  cuma setan merisaukan kita ; “kamu bangun malam nanti kamu akan melihat wujud ini”, tidak akan pernah terjadi..!, buktikan ucapan saya, selama niatmu luhur, niatmu bangun ingin dekat kepada Allah, tidak satu jin atau setanpun yang mampu mendekat kepadamu, maka hal ini akan mengganggu kita dari kemuliaan, mau shalat subuh tidak berani tunggu teman dulu mau wudhu’. 


Jadi  rasa takut disini banyak diantaranya yang telah saya sebutkan,takut pada makhluk ghaib dan juga takut kepada manusia. Gara-gara takut kepada manusia maka tidak berani berbuat baik, bukan berarti pemberani itu adalah orang yang kasar atau orang yang bengis. Rasul SAW orang yang paling ramah tapi beliau orang yang paling pemberani, pemberani tapi ramah. Justru orang yang ramah tapi pemberani itu jauh lebih ditakuti daripada orang yang bengis walaupun ia pemberani.


Dan juga takut akan datangnya musibah, kalau aku banyak beribadah nanti datang cobaan, kalau aku dekat dengan Allah nanti datang cobaan, 


إِذَا أَحَبَّ اللهُ عَبْدًا اِبْتَلاَهُ

“ Jika Allah mencintai hamba maka Dia ( Allah ) akan mengujinya “


Di uji dengan apa dulu?, bisa diuji dengan kenikmatan, bisa diuji dengan keluhuran dan kemakmuran, dan ujian Allah itu datang satu untuk membuka beribu-ribu kenikmatan sesudahnya. 


Lantas (diantara) kita berfikir, “Rasul SAW saja orang yang paling bertakwa banyak musibahnya!”,  (sungguh) alam semesta tunduk pada Sayyidina Muhammad SAW, batu dipanggil untuk datang maka batu datang, pohon dipanggil maka pohon pun datang. Diriwayatkan oleh Anas Ibn Malik di dalam kitab As Syifaa’ oleh Hujjatul Islam Al Imam Qadhi ‘Iyadh dalam salah satu riwayat bahwa satu siang hari Rasul SAW ingin buang air kecil dan tidak menemukan tempat yang tersembunyi di padang pasir, maka kata Anas bin Malik “ tidak ada tempat ya Rasulallah untuk bersembunyi”, maka Rasulullah berkata : “ Kau lihat semua batu besar dan pohon disekitar sini katakan bahwa Rasulullah memanggilmu”, maka Anas datang kepada pohon itu dan berkata :


رَسُوْلُ اللهِ يَدْعُوْكِ

“ Rasulullah memanggilmu”


Maka pohon itupun keluar dengan mengeluarkan akarnya mendekati Nabi Muhammad SAW, demikian pula batu yang besar-besar membelah bumi menutupi Sang Nabi bagaikan benteng, alam semesta tunduk kepada Sayyidina Muhammad SAW . Bulan dipanggil pun datang, disuruh terbelah ia pun terbelah, hal itu semata-mata atas izin Allah SWT. Demikianlah orang yang sangat dimuliakan Allah datang ujian satu dua tentunya kenikmatannya jauh lebih besar daripada ujiannya. 


Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger