Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Hadits Ghaidir Khum (Perselisihan Ummat Syiah dan Ummat Islam) Bag. 1

Hadits Ghaidir Khum (Perselisihan Ummat Syiah dan Ummat Islam) Bag. 1

Tentang hadits Ghaidir Khum, sebuah lembah antara Makkah dan Madinah, terjadi perbedaan pemahaman antara kaum syiah dengan mayoritas kaum muslim (as-sawadul azham) yang mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan cara mengikuti Imam Mazhab yang empat.



Contohnya riwayat berikut



Riwayat dari Saad bin Abi Waqash, Aku mendengar khutbah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari Jumat. Ia memegang lengan Ali dan berkhutbah dengan didahului lafaz pujian kepada Allah Subhanahu wa taala, dan memuji-Nya. Kemudin beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, aku adalah wali bagi kalian semua. Mereka menjawab, Benar apa yang engkau katakan wahai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau mengangkat lengan Ali dan bersabda. Orang ini adalah waliku, dan dialah yang akan meneruskan perjuangan agamaku. Aku adalah wali bagi orang-orang yang mengakui (meyakini) Ali sebagai wali, dan aku juga merupakan orang yang akan memerangi orang yang memeranginya



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda Aku adalah wali bagi orang-orang yang mengakui (meyakini) Ali sebagai wali maksudnya hanya muslim tertentu yang dapat mengakui (meyakini) Sayyidina Ali ra sebagai Wali Allah atau imamnya para Wali Allah.



Mereka adalah orang-orang yang dapat meyakini pula bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah imamnya para Wali Allah.



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskannya dengan kalimat aku juga merupakan orang yang akan memerangi orang yang memeranginya. Serupa dengan hadits qudsi, Allah taala berfirman Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya (HR Bukhari 6021)



Jadi apa yang diperselisihkan oleh kaum Syiah bahwa Sayyidina Abu Bakar ra ataupun Sayyidina Umar ra merebut kepemimpinan atau khalifah dari Imam Sayyidina Ali ra atau bahkan anggapan keji bahwa Sayyidina Abu Bakar ra ataupun Sayyidina Umar ra mengkhianati ketetapan Rasulullah di Ghadir Khum adalah merupakan kesalahpahaman karena sesungguhnya kepemimpinan pada wilayah yang berbeda.



Para Wali Allah (kekasih Allah) adalah penerus setelah khataman Nabiyyin ditugaskan untuk “menjaga agama Islam. Rasulullah mengkiaskannya dengan estafet (penyerahan) bendera.



Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada Ali, -ketika beliau mengangkatnya sebagai pengganti (di Madinah) dalam beberapa peperangan beliau. Ali bertanya; Apakah anda meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak! beliau menjawab: Wahai Ali, tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? hanya saja tidak ada Nabi setelahku. Dan saya juga mendengar beliau bersabda pada Perang Khaibar; Sungguh, saya akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah dan RasulNya juga mencintainya. Maka kami semuanya saling mengharap agar mendapatkan bendera itu. Beliau bersabda: Panggilllah Ali! (HR Muslim 4420)



Imam Sayyidina Ali ra adalah bertindak bukan sebagai Nabi karena tidak ada Nabi setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau adalah Imam para Wali Allah. Bumi ini tidak pernah kosong dari para Wali Allah dan Imamnya yang akan menjaga agamaNya dan syariatNya



Imam Sayyidina Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakhai: Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka. Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para dai kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka (Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal. 80) 



Ust. Zon Jonggol
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger