Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Memahami Ilmu Agama Itu Tidak Mudah

Memahami Ilmu Agama Itu Tidak Mudah

Memahami ilmu-ilmu agama adalah baik untukmu. Tetapi ingatlah, jangan engkau menyimpulkan sesuatu dalam ilmu agama sesuai dengan kehendakmu. Engkau telah saksikan banyak orang mempergunakan dalil-dalil dalam agama sebagai alat untuk menuruti hawa nafsunya. Mereka hanya berhukum ketika hukum itu sesuai dengan selera mereka dan mereka menghindar atau pura-pura tidak tahu jika hukum tersebut tidak selaras dengan kepentingannya.

Aku berikan satu contoh yang baik bagaimana seharusnya sebuah fatwa diberikan. Pemerintah Tajikistan (yang notabene negara Islam) melarang warganya memelihara jenggot bagi yang belum berumur lima puluh tahun. Dengan alasan bahwa urusan jenggot kini telah dijadikan bendera kaum fundamentalis, alias Islam Radikal. 

Di dalam kitab Ihya Ulumuddin, Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali juga menceritakan ihwal seorang murid yang mendapat teguran keras dari mursyid-nya oleh sebab memelihara jenggot sebelum waktunya. Semua itu demi kebaikkan si murid yang dikhawatirkan akan merasa berbangga diri karena telah melaksanakan sunnah Rasul SAW. 

Berhati-hatilah dalam melaksanakan sunnah-sunnah adab dhahiriyah, sebab sunnah-sunnah tersebut acapkali menimbulkan rasa tinggi hati di kalangan orang-orang yang melaksanakannya. Perasaanmu bahwa dirimu lebih sholeh dibandingkan orang lain jelas akan menyesatkan jalan yang engkau tempuh. Aku telah menulis banyak hal ihwal jenggot ini dalam bukuku yang terdahulu. 

Sultanul Auliya Syeikh al-Akbar Abdul Qadir Jilany pada masanya dahulu juga pernah berfatwa bahwa membuat kepala plontos itu haram hukumnya. Fatwa beliau berdasarkan fakta bahwa “gundul” telah dijadikan bendera oleh salah satu sekte (yang dianggap sesat) dari kaum Syi’ah sebagai identitas keagamaan. 

Ingatlah wasiat Nabi SAW, “Siapa yang menyerupai sekelompok orang berarti ia merupakan bagian dari kelompok tersebut”. Jika engkau memelihara jenggot dalam konteks kekinian, engkau akan dianggap sebagai Islam Radikal, meskipun engkau Islam Alusan. Jika engkau membuat plontos kepalamu pada masa Syeikh Abdul Qadir Jaelani, engkau akan diidentikkan kedalam golongan salah satu sekte sesat dari kaum Syi’ah.

Memahami ilmu agama memang tidaklah mudah. Banyak sekali contoh-contoh yang menunjukkan dangkalnya tingkat pemahaman keagamaan yang mengakibatkan kemunduran agama itu sendiri. Aku menganjurkan kepadamu untuk selalu menuntut ilmu dan mencari hikmah sebab itu adalah kewajiban suci bagi kita dewasa ini. Hidupkan hatimu dan bersihkan dari penyakit-penyakit yang tersembunyi, InsyaAllah, Dia akan segera menghidupkan api ilmu di hatimu. Allah-lah yang memberi berkah-berkah ilmu kepada seorang murid, bukan seorang guru. 

Aku wasiatkan kepadamu agar jangan sekali-kali engkau bergantung pada amal ibadahmu. Berserah diri-lah hanya kepada Allah, Zat yang menjadi tempat bergantung segala sesuatu. Sungguh, jalan untuk menuju surga-Nya bisa sesulit onta yang berusaha memasuki lubang jarum. Akan tetapi, jalan itu bisa semudah memperbaiki  tali sandalmu yang lepas. Ingatlah Allah, dalam tiap waktu dan kesempatan, di tempat sunyi maupun ramai. Ingatlah bahwa diam adalah hikmah bagimu. 




Ust. Yusron Mudzakkir
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger