Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Doa Malaikat Kepada Hamba-Hamba Allah (2)

Doa Malaikat Kepada Hamba-Hamba Allah (2)

Maka hari kiamat kelak semua yang kita perbuat akan hadir. Abu Hurairah radiyallahu 'anhu berkata: " Wahai Rasulullah ku jadikan semua amal pahala ku untukmu ", maka Rasulullah berkata: " Kalau begitu cukuplah cintamu kepadaku". 

Dan saat Abu Hurairah dipanggil Allah di hari kiamat maka yang hadir bukan amalnya melainkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Demikian pula Abu Al Abbas bin Ishaq As Tsaqafi yang mana ia memberi 12 ekor kambing di hari Idul Adha dan pahalnya diberikan khusus untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Ada yang mengkhatamkan Al qur'an 12000 kali dan pahalanya untuk Rasullullah sahallallahu 'alaihi wasallam, dan orang ini adalah murid Al Imam Ahmad bin Hanbal Ar, demikian indahnya. 

Dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersbada diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari; "Hendaklah diantara kalian bershadaqah ", maka seorang sahabat berkata: " Ya Rasulallah, kalau ia tidak punya ?", maka Rasul berkata: " kalau ia tidak punya maka bekerja lalu bershadaqahlah", lalu sahabat bertanya lagi : " kalau sudah mencari pekerjaan tetapi tidak mendapatkan?", maka Rasulullah berkata: " maka membantu orang yang susah ", misalnya ada seorang penjual buah sedang mendorong gerobaknya, maka bantu ia mendorong karena hal itu juga shadaqah, meskipun bukan harta yang dikeluarkan. Maka ada sahabat yang bertanya lagi: " Ya Rasulullah jika yang seperti juga tidak ada?", maka Rasul berkata: " meperbanyak amal baik dan menjauhi larangan Allah.


Jadi jika tidak ada yang bisa dishadaqahkan, harta tidak ada, pekerjaan juga tidak ada, membantu orang tidak bisa, maka hendaklah ia memperbanyak amal baik dan menjauhi larangan Alla , karena hal itu merupakan shadaqah baginya.


Ada satu hal yang perlu saya nukil dalam masalah shadaqah ini, ketika para sahabat bertanya maka Allah yang mewahyukan kepada sang Nabi Yang berfirman : 


وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ

( البقرة : 219 )


" Dan mereka bertanya kepada mu ( Muhammad ) tentang apa yang ( harus ) mereka infakkan , katakanlah kelebihan dari apa yang diperlukan " (QS. Al Baqarah : 219).


Para shahabat sudah banyak berinfaq, kaum Anshar sudah berinfaq dari setengah hartanya, kaum Muhajirin bahkan telah meninggalkan seluruh hartanya di Makkah tapi mereka masih ingin berinfak , maka Allah subhanahu wata'ala berfirman :


قُلِ اْلعَفْوَ


" Katakanlah ( Muhammad ), berinfaklah dengan maaf ".


Kalau mau berinfak, berinfaklah dengan maaf dan itu adalah infak yang termahal. Jika seseorang memiliki sepuluh mobil dan menginfakkan 5 mobilnya, maka hal itu masih lebih kecil di banding ia harus memberi maaf kepada orang yang paling ia benci, ( mungkin ) lebih baik jika ia mempunyai dua rumah maka ia berikan rumah itu satu untuk orang fakir, baginya lebih ringan daripada memaafkan orang yang ia benc . Jadi infak yang paling berat adalah memaafkan orang-orang yang bersalah kepada kita. Jadi maafkan orang yang pernah salah terhadap kita, kenapa kita harus memaafkan orang yang salah kepada kita? karena kita juga banyak berbuat jahat kepada Allah , tidak malukah kita yang banyak berbuat jahat kepada Allah jika tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita ?! .


Kita berharap Allah memaafkan kejahatan kita kepada Allah, bagaimana kita tidak mau memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita, bagaimana jika kelak kita ditanya di hadapan Allah: " Engkau yang meminta maaf dariKu sedangkan kau tidak mau memaafkan hambaKu yang lainnya, bukankah ia juga ciptaanKu " ?

Orang yang jahat terhadap kita siapa yang telah menciptakannya, Allah juga yang menciptakannya sebagai ujian bagi kita, untuk apa ? mengapa Allah menciptakan keindahan , mengapa Allah menciptakan dia bersifat buruk, bengis, licik dan penuh kejahatan ? yaitu supaya menjadi alat bagi kita untuk mendekat kepada Allah, yang dengan itu kita akan mencapai derajat orang yang paling dicintai Allah subhanahu wata'ala.



Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger