Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Syi'ar Islam di Jepang Pakis Kudus

Syi'ar Islam di Jepang Pakis Kudus

Desa Jepang Pakis memiliki banyak tokoh pejuang Islam, diantaranya Sam Poo Kong (Laksamana Cheng Ho), Mbah Abdul Karim (Syekh Abdul Karim), Mbah Brojo Kusumo, dan Mbah Buyut Rowi.



Sam Poo Kong berdakwah di daerah Jepangpakis sekitar abad ke 15 M. ketika itu, di Jepang Pakis sendiri telah ada ketiga ulama di atas yang menyebarkan agama Islam. Konon, sebagian besar daerah Jepangpakis, dulunya adalah sungai besar. Sam Poo Kong berdakwah menggunakan perahunya. Beliau juga mendirikan banyak langgar yang tersebar di tempat yang disinggahinya. Maka, tidak heran jika banyak dari nama dukuh atau desa di Kudus yang berawalan dari kata Langgar. Seperti Langgar Dalem, Langgar Gandul, Langgar Domas, dan masih banyak yang lainnya.



Sam Poo Kong berlayar menyebarkan agama Islam hingga wilayah Gembong, Pati. Di sana ada bekas tempat beliau yang kini banyak diziarahi umat muslim. Setelah ekspedisinya sampai di Pati, beliau kemudian berlayar menuju Gunung Muria. Dan tak disangka, di sana Sam Poo Kong bertempur dengan Sunan Muria karena berbeda persepsi, mereka bertempur hingga perahu Sam Poo Kong yang di dalamnya terdapat berbagai macam obat tumpah di sekitar wilayah Muria. Hingga sekarang, masih banyak orang yang percaya bahwa oleh-oleh seperti makanan, yang berasal dari Muria mampu menjadi penawar berbagai macam penyakit.



Selanjutnya, Mbah Abdul Karim (Syekh Abdul Karim) adalah seorang ulama yang berasal dari Mesir dan masih keturunan Rasulullah. Beliau berguru kepada Sunan Ampel selama dua belas tahun bersama dua orang sahabatnya, Umar bin Khoto dari Lumajang dan Ibnu Abbas dari Mataram. Beliau juga belajar pada Sunan Muria selama tujuh tahun. Setelah khatam, beliau menyebarkan agama Islam ke daerah yang sekarang bernama Jepangpakis. Kedatangan beliau disambut oleh Mbah Samawi dan Ibu Sukinah yang merupakan tokoh dari desa Jepangpakis. Pengajaran beliau menggunakan metode Tasawuf, dengan media alat terbang. Beliau wafat pada tahun 611 H, dan dimakamkan di sebelah timur SD 2 Jepang Pakis.



Sedangkan Mbah Brojol Kusumo berasal dari Mataram. Beliau berdakwah bersama kedua rekan seperjuangannya, Mbah Joyokusumo di Pati dan Mbah Suryokusumo di daerah Mejobo Kudus. Ada satu cerita tentang Mbah Brojokusumo. Di daerahnya berdakwah, yang sekarang menjadi dukuh Karangpakis, terdapat binatang ternak berupa kamping, sebanyak 10 ekor. Ketika berada di depan rumah beliau, kambing-kambing itu memakan tanaman milik Mbah Brojokusumo. Maka, beliau pun murka. Dan bertitah bahwa orang Karangpakis tidak boleh memelihara kambing. Hingga sekarang pun warga Karangpakis tidak ada yang berani memelihara kambing dan lebih memilih untuk bertani atau bercocok tanam. Mbah Brojol Kusumo terkenal dengan pengajaran ilmu kanuragannya.



Sementara Mbah Buyut Rawi belum diketahui sejarahnya, tetapi dalam cerita yang berkembang di masyarakat, beliau terkenal dengan ilmu kejawennya.



Ulya- Info Seputar Kudus (ISK)@Kudus_ISK
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger