Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Dosa Pemantik Permusuhan dan Kebencian

Dosa Pemantik Permusuhan dan Kebencian

Perbuatan dosa mencakup segala tindakan yang dibenci oleh Allah SWT, baik dalam kaitannya dengan peribadatan, pemikiran, moralitas, maupun perilaku-perilaku praktis keseharian. Sementara itu, permusuhan dan perpecahan sendiri bukanlah satu-satunya akibatakibat dari dosa. Akibat lainnya sudah antre menunggu.

Sebagai contoh, sebuah hubungan dekat yang diwarnai sikap tidak hormat dan suka mengolok, misalnya da- lam hal nama dan ciri-ciri fisik, cepat atau lambat akan terbakar oleh kebencian. Sebab, olok-olok adalah dosa dan pelanggaran terhadap aturan Allah.
 
“Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Huju- rat: 11)

Kemitraan dalam bisnis yang lancar dan menguntungkan, segera akan berakhir manakala ada pengkhianatan oleh salah satu pihak. Rasulullah memberitakan sebuah Hadits Qudsi berikut ini, “Aku (Allah) adalah pihak yang ketiga di antara dua orang yang bermitra (dalam usaha), selama salah satu dari mereka tidak mengkhianati partnernya. Jika salah satu mengkhianati yang lainnya, maka Aku keluar dari (kemitraan) mereka itu.” (HR. Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni)

Jelasnya, berkah Allah akan dicabut dari setiap hal yang di dalamnya terkandung dosa dan kemaksiatan. Setelah itu, perjalanan   selanjutnya pun akan bergerak tanpa sandaran rahmat dalam ma’unah-Nya, sehingga hal-hal yang besar akan menjadi beban pemberat, sedangkan masalah-masalah kecil bakal    menjadi sandungan yang menyendat.

Demikianlah. Tidak ada perbuatan manusia yang lolos tanpa konsekuensi, baik segera maupun tertunda, di dunia sekarang atau di akhirat kelak. Ayat-ayat Kitab Suci dan juga hadits-hadits Nabi merumuskan sebuah kaidah bahwa dosa adalah tiupan setan. Jika dipatuhi, maka di titik ini setan menjebak para pengikutnya dalam lingkaran tak berujung, kecuali bagi mereka yang –atas rahmat Allah– mau bertaubat.

Segala dosa akan memicu kebencian dan permusuhan abadi, baik di antara sesama pelaku maupun orang lain yang tidak terlibat. Allah menunjukkan induk-induk dosa dalam firman-Nya, “Hai orang-orang  yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan Shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Dan taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. Al-Maaidah: 90-92)

Dengan gamblang Al-Qur’an menjelaskan bahwa dosa akan membawa manusia ke jurang permusuhan dan kebencian. Di sini, besar kecilnya akibat dipengaruhi oleh kadar dosanya. Semakin besar dosanya maka semakin hebat pula dampak permusuhan dan kebencian yang akan disemai.

“Seorang Muslim memiliki enam hak al-ma’ruf (kebaikan) dari saudaranya, yaitu didoakan jika bersin, dijenguk jika sakit, dinasihati jika tidak hadir dan (juga jika ia) hadir, diberi ucapan salam jika bertemu, dihadiri jika ia mengundang, dan diiringi jenazahnya jika meninggal.”
Rasulullah juga melarang seorang Muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari lamanya.

Rangkaian kebajikan yang disebut Rasulullah tersebut memiliki satu bingkai yang jelas, yakni rumus-rumus praktis memelihara keutuhan sebuah ikatan. Jika logikanya dibalik, maka melanggar hak-hak ini sama dengan mengurai ikatan secara sengaja.

Contohnya, kita semua menyadari betapa hebatnya aktivitas sederhana berupa menghadiri undangan atau mengucapkan salam saat berpapasan. Pernahkah di hati terbetik suatu prasangka buruk manakala seseorang yang kita undang tidak hadir tanpa alasan yang jelas? Dan, bukankah di hati segera timbul perasaan tidak enak jika berpapasan dengan seseorang yang kita kenal sementara ia tidak mengucapkan salam, bahkan menoleh pun tidak?

Dalam kasus lain, tatanan dunia sekarang ini dikacaubalaukan oleh kampanye-kampanye yang mengatasnamakan pembelaan hak asasi manusia (HAM), namun sesungguhnya merupakan pelanggaran pertama terhadap hak asasi itu sendiri. Dengan menggunakan kaidah umum dari hadits di atas, kita dapat memahami bahwa akar keruwetan tersebut berawal dari pelanggaran hak sesama.

Ketika seseorang, sekelmpok ras atau etnik, sebentuk pemikiran, sebuah lembaga, suatu rezim, melakukan kezhaliman dan penelantaran terhadap hak pihak lain, maka akibatnya tidak usah ditunggu terlalu lama. Permusuhan pun bangkit, kehancuran pasti ditanggung kedua belah pihak, dan setanlah yang akan tampil sebagai pemenangnya.

Sungguh benarlah Rasulullah yang mengingatkan kita untuk menghindari dosa dan membiasakan diri dengan kebajikan. Beliau bersabda dalam hadits di bawah ini, ”Hendaklah kalian ash-shiddiq (jujur), sebab kejujuran itu akan membimbing kepada al-birr (kebajikan), sedangkan kebajikan akan mengantarkan ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan membiasakan diri dengan kejujuran, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang shiddiq. Jauhilah al-kadzib (kebohongan), karena kebohongan itu akan membimbing kepada al-fujuur (pelanggaran hukum), sementara pelanggaran itu akan membawa ke neraka. Seseorang yang selalu berbohong dan membiasakan diri dengan kebohongan, maka ia akan tercatat sebagai kadzdzab (pembohong) di sisi Allah.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, danat-Tirmidzi).

 


Buletin Masjid Raya Bogor
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger