Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Meminta Didoakan Orang Sholeh (Wasilah) Bag. 2

Meminta Didoakan Orang Sholeh (Wasilah) Bag. 2

Berkaitan dengan kesunnahan meminta doa orang shaleh, dalam kitab-kitab hadits sangat banyak diterangkan, antara lain:


ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺃُﻣِّﻲ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺧَﺎﺩِﻣُﻚَ ﺃَﻧَﺲٌ ﺍﺩْﻉُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻛْﺜِﺮْ ﻣَﺎﻟَﻪُ ﻭَﻭَﻟَﺪَﻩُ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﻋْﻄَﻴْﺘَﻪُ . ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ ﻓَﻮَﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻥَّ ﻣَﺎﻟِﻲْ ﻟَﻜَﺜِﻴْﺮٌ ﻭَﺇِﻥَّ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ﻭَﻭَﻟَﺪَ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ﻟَﻴُﻌَﺎﺩُّﻭْﻥَ ﺍﻟﻴَّﻮْﻡَ ﻋَﻠﻰَ ﻧَﺤْﻮِ ﺍﻟْﻤِﺎﺋَﺔِ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ


Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ibuku berkata: “Wahai Rasulullah, pelayanmu Anas, doakan kepada Allah untuknya.” Lalu beliau berdoa: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah apa yang Engkau berikan padanya.” Anas berkata: “Demi Allah hartaku sekarang ini sangat banyak, dan anak cucuku hari ini lebih dari seratus.” (HR al-Bukhari).


Perhatikan dalam hadits tersebut, sahabat Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha, ibunya Anas bin Malik, meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar mendoakan putranya, Anas bin Malik. Hadits ini menjadi dalil anjuran meminta didoakan kepada orang yang shaleh, apakah seorang wali, ulama, habib atau syaikh.


Dalam kitab-kitab hadits dan sirah, banyak sekali tentang permintaan para sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar didoakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima permintaan mereka, tidak mengatakan, “Kalian telah syirik, karena meminta didoakan kepadaku, tidak berdoa langsung kepada Allah”. Dalam hadits lain diriwayatkan:


ﻭﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗَﺎﻝَ : ﺍﺳْﺘَﺄﺫَﻧْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒﻲَّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌُﻤْﺮَﺓِ ، ﻓَﺄﺫِﻥَ ﻟِﻲ ، ﻭَﻗﺎﻝَ )) : ﻻَ ﺗَﻨْﺴَﻨﺎ ﻳَﺎ ﺃُﺧَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺩُﻋَﺎﺋِﻚَ (( ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻛَﻠِﻤَﺔً ﻣَﺎ ﻳَﺴُﺮُّﻧِﻲ ﺃﻥَّ ﻟِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ : ﻭَﻗﺎﻝَ )) : ﺃﺷْﺮِﻛْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺃُﺧَﻲَّ ﻓﻲ ﺩُﻋَﺎﺋِﻚَ . (( ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﺭﻭﺍﻩ ﺃَﺑُﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ، ﻭَﻗﺎﻝَ )) : ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ )) .


Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukan umrah, lalu ia memberiku izin dan bersabda: “Jangan engkau lupakan kami adikku dari doamu.” Ia mengucapkan satu kalimat, aku tidak senang seandainya kalimat tersebut ditukar dengan dunia. Dalam satu riwayat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sertakan kami wahai adikku di dalam doamu.” (HR, Abu Dawud [1498], al-Tirmidzi [3562], dan Ibnu Majah [2894]. Al-Tirimidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih).


Hadits di atas menganjurkan kepada kita agar meminta didoakan kepada orang-orang yang melakukan amal ibadah atau amal shaleh. Imam Muslim juga meriwayatkan:


ﻋَﻦْ ﺃُﺳَﻴْﺮِ ﺑْﻦِ ﺟَﺎﺑِﺮٍ، ﺃَﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻜُﻮﻓَﺔِ ﻭَﻓَﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ، ﻭَﻓِﻴﻬِﻢْ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻤَّﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺴْﺨَﺮُ ﺑِﺄُﻭَﻳْﺲٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ : ﻫَﻞْ ﻫَﺎﻫُﻨَﺎ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﺮَﻧِﻴِّﻴﻦَ؟ ﻓَﺠَﺎﺀَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ : ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴﻪ ﻭﺳَﻠَّﻢ ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﻳَﺄْﺗِﻴﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﻤَﻦِ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ ﺃُﻭَﻳْﺲٌ، ﻻَ ﻳَﺪَﻉُ ﺑِﺎﻟْﻴَﻤَﻦِ ﻏَﻴْﺮَ ﺃُﻡٍّ ﻟَﻪُ، ﻗَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻪِ ﺑَﻴَﺎﺽٌ، ﻓَﺪَﻋَﺎ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓَﺄَﺫْﻫَﺒَﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﺇِﻻَّ ﻣَﻮْﺿِﻊَ ﺍﻟﺪِّﻳﻨَﺎﺭِ ﺃَﻭِ ﺍﻟﺪِّﺭْﻫَﻢِ، ﻓَﻤَﻦْ ﻟَﻘِﻴَﻪُ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ‏» . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ


Dari Usair bin Jabir, bahwa penduduk Kufah bertamu kepada Khalifah Umar, di antara mereka ada seorang laki-laki yang selalu mengolok-olok Uwais. Lalu Umar berkata: “Apakah di sini ada seseorang dari suku Qarani?” Lalu laki-laki tersebut datang. Lalu Umar berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesunggguhnya seorang laki-laki akan datang kepada kalian dari Yaman, bernama Uwais. Ia hanya meninggalkan seorang ibu. Pada tubuhnya ada putih-putih, lalu ia berdoa kepada Allah, lalu Allah menghilangkan putih-putih itu kecuali sebesar uang dinar atau dirham. Barangsiapa yang menjumpainya dari kalian, maka mintalah ia berdoa agar Allah mengampuni kalian.” (HR Muslim).


Dalam hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat terkemuka agar meminta didoakan kepada Uwais al-Qarani. Hadits ini menjadi dalil kesunnahan meminta didoakan kepada orang-orang yang shaleh. Meminta doa kepada orang-orang shaleh bukan termasuk perbuatan syirik.



KH. Idrus Ramli
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger