Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » , » Etika Berpuasa Ramadhan (3)

Etika Berpuasa Ramadhan (3)

Guna lebih menyempurnakan ibadah puasa Anda, maka Anda dapat melengkapinya dengan amal-amal sunnah berikut ini. 

Pertama, melakukan kegiatan keilmuan (menggelar dan mengikuti pengajian), memperbanyak zikir, salawat pada Nabi SAW, membaca Al-Quran dan salat sunnah, khususnya salat tarawih dan salat malam lainnya (tahajud). 

Ibadah-ibadah ini hendaknya dilakukan baik pada siang, maupun malam hari bulan Ramadhan. Dalam hadits disebutkan, setiap bulan Ramadhan malaikat Jibril menjumpai Nabi SAW dan beliau mendaras atau membaca Al-Quran di hadapannya.
 
Kedua, beri'tikaf di masjid, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. 

I'tikaf dapat menjauhkan kita dari perbuatan munkar. Siapa tahu, malam ketika kita beri'tikaf ternyata bertepatan dengan malam lailatul qadar.

Ketiga, makan sahur, yaitu makan atau minum pada waktu menjelang subuh. 

Memang ini tidak wajib, bukan pula mubah, tapi sunnah. Tujuannya ialah, supaya Anda lebih kuat dalam berpuasa. Sahur dianjurkan dilakukan mendekati waktu subuh agar membantu daya-tahan kita. Semua kegiatan seperti makan, minum dan yang lain hendaknya sudah kita akhiri saat datangnya imsak.

Ketika dalam keadaan junub, sebaiknya Anda segera mandi sebelum subuh tiba. Tujuannya supaya Anda berada dalam kondisi suci ketika berpuasa guna menghindari pendapat yang mengatakan, junub saat berpuasa membatalkan puasa. Selain itu, guna menghindari masuknya air ke dalam lubang (kuping) yang dapat membatalkan puasa, bila mandi besar ini dikerjakan setelah subuh.

Kalau makan sahur disunnahkan diakhirkan, maka berbuka disunnahkan untuk disegerakan. Jadi begitu waktu maghrib tiba, dan Anda sudah yakin mengenai tibanya waktu maghrib tersebut, segeralah berbuka walau hanya dengan seteguk air. Jadi, batalkan puasa Anda lebih dahulu sebelum melakukan salat maghrib.
 
Dalam berbuka disunnahkan untuk makan korma segar, atau korma kering, buah-buahan, sesuatu yang manis, atau bahkan air.

Memberi makan orang yang sedang berpuasa juga dijanjikan Allah dengan pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memberi buka pada seorang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tersebut. Meski begitu, pahala si berpuasa tidak berkurang sedikit pun."

Memberi kelapangan kepada keluarga dan berbuat baik kepada kerabat, memperbanyak sadaqah kepada kaum fakir miskin adalah amalan sunnah lain yang dianjurkan selama bulan Ramadhan. 

Dalam sebuah hadits dituturkan, "Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan. Lebih hebat lagi kedermawanan beliau di bulan Ramadhan ketika beliau ditemui oleh malaikat Jibril "

 
Sumber : Majalah Cahaya Nabawiy
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger