Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Kisah Lelaki Yang Hilang Diculik Jin (Keadaan Di Alam Jin)

Kisah Lelaki Yang Hilang Diculik Jin (Keadaan Di Alam Jin)

Kisah yang ‘ajib ini terdapat di Sunan Al-Kubraa li Al-Baihaqiy 7/733 (Daar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah) dan terjadi di zaman Khulafa’ur Rasyidin yang kedua yaitu ‘Umar bin Al-Khaththaab radhiyallaahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Bakr Al-Baihaqiy rahimahullah, beliau menuturkan:

ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻆُ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻋُﺒَﻴْﺪُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻣَﻬْﺪِﻱٍّ ﻟَﻔْﻈًﺎ، ﻗَﺎﻻ : ﻧﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻳَﻌْﻘُﻮﺏَ، ﻧﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻃَﺎﻟِﺐٍ، ﺃﻧﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﻋَﻄَﺎﺀٍ، ﻧﺎ ﺳَﻌِﻴﺪٌ، ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻧَﻀْﺮَﺓَ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﻟَﻴْﻠَﻰ، ” ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﺧَﺮَﺝَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻣَﻊَ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﺴَﺒَﺘْﻪُ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻓَﻔُﻘِﺪَ، ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘَﺖِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﻘَﺼَّﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘِﺼَّﺔَ ﻓَﺴَﺄَﻝَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋُﻤَﺮُ ﻗَﻮْﻣَﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﻌَﻢْ، ﺧَﺮَﺝَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﻔُﻘِﺪَ، ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺮَﺑَّﺺَ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺳِﻨِﻴﻦَ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻣَﻀَﺖِ ﺍﻷَﺭْﺑَﻊُ ﺳِﻨِﻴﻦَ ﺃَﺗَﺘْﻪُ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﺗْﻪُ ﻓَﺴَﺄَﻝَ ﻗَﻮْﻣَﻬَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﻌَﻢْ، ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﺰَﻭَّﺝَ ﻓَﺘَﺰَﻭَّﺟَﺖْ ﻓَﺠَﺎﺀَ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ ﻳُﺨَﺎﺻِﻢُ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﻳَﻐِﻴﺐُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢُ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥَ ﺍﻟﻄَّﻮِﻳﻞَ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻫْﻠُﻪُ ﺣَﻴَﺎﺗَﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ : ﺇِﻥَّ ﻟِﻲ ﻋُﺬْﺭًﺍ ﻳَﺎ ﺃَﻣِﻴﺮَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻣَﺎ ﻋُﺬْﺭُﻙَ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﺮَﺟْﺖُ ﺃُﺻَﻠِّﻲ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﺴَﺒَﺘْﻨِﻲ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻓَﻠَﺒِﺜْﺖُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺯَﻣَﺎﻧًﺎ ﻃَﻮِﻳﻼ ﻓَﻐَﺰَﺍﻫُﻢْ ﺟِﻦٌّ ﻣُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ، ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ : ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ، ﺷَﻚَّ ﺳَﻌِﻴﺪٌ ﻓَﻘَﺎﺗَﻠُﻮﻫُﻢْ ﻓَﻈَﻬَﺮُﻭﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻓَﺴَﺒَﻮْﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﺒَﺎﻳَﺎ ﻓَﺴَﺒَﻮْﻧِﻲ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺳَﺒَﻮْﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﺮَﺍﻙَ ﺭَﺟُﻼ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ ﻭَﻻ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟَﻨَﺎ ﺳَﺒْﻴُﻚَ ﻓَﺨَﻴَّﺮُﻭﻧِﻲ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﻡِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻘُﻔُﻮﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻲ ﻓَﺎﺧْﺘَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻘُﻔُﻮﻝَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻲ ﻓَﺄَﻗْﺒَﻠُﻮﺍ ﻣَﻌِﻲ ﺃَﻣَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻳُﺤَﺪِّﺛُﻮﻧِﻲ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻓَﻌِﺼَﺎﺭُ ﺭِﻳﺢٍ ﺃَﺗْﺒَﻌُﻬَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻃَﻌَﺎﻣُﻚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟْﻔُﻮﻝُ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺬْﻛَﺮِ ﺍﺳْﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺷَﺮَﺍﺑُﻚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟْﺠَﺪَﻑُ، ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓُ : ﻭَﺍﻟْﺠَﺪَﻑُ ﻣَﺎ ﻻ ﻳُﺨَﻤَّﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺨَﻴَّﺮَﻩُ ﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺼَّﺪَﺍﻕِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗِﻪِ

Abu ‘Abdillaah Al-Haafizh dan Abu Muhammad ‘Ubaid bin Muhammad bin Muhammad bin Mahdiy telah mengkhabari kami -secara lafazh-, keduanya berkata, Abul ‘Abbaas Muhammad bin Ya’quub telah mengkhabari kami, Yahyaa bin Abi Thaalib telah mengkhabari kami, ‘Abdul Wahhaab bin ‘Athaa’ telah memberitakan kami, Sa’iid telah mengkhabari kami, dari Qataadah, dari Abu Nadhrah, dari ‘Abdurrahman bin Abi Lailaa :

Bahwasanya ada seorang lelaki dari kaumnya Ibnu Abi Lailaa yaitu kaum Anshar yang keluar untuk shalat ‘Isya bersama mereka. Tiba-tiba jin menawan lelaki tersebut dan hilanglah ia tak berbekas. Serta merta pergilah istri si lelaki kepada ‘Umar bin Al-Khaththaab radhiyallaahu ‘anhu lalu ia melapor kepada ‘Umar atas kejadian yang menimpa suaminya, kemudian ‘Umar pun bertanya kepada kaum Anshar perihal lelaki tersebut. Mereka menjelaskan, “Benar, ia keluar untuk shalat ‘Isya dan tahu-tahu ia menghilang!” Maka ‘Umar memerintahkan kepada istri si lelaki untuk menahan diri selama 4 tahun.

Ketika telah berlalu masa 4 tahun, ia kembali mendatangi ‘Umar dan memberitahukan keadaannya (yang telah menunggu hingga lewat masa 4 tahun) kepada ‘Umar. Lalu ‘Umar pun bertanya kepada kaum si wanita (mengenai kebenaran perkataannya). Mereka menjawab, “Benar!” Kemudian ‘Umar memerintahkan wanita tersebut agar menikah lagi dan ia pun menikah (dengan lelaki lainnya).

Tiba-tiba datanglah suaminya yang telah menghilang selama 4 tahun tersebut (dan ia mengetahui istrinya telah menikah lagi) lantas ia mendebat ‘Umar bin Al-Khaththaab mengenai hal ini.

‘Umar berkata, “Salah seorang dari kalian raib dalam rentang waktu yang demikian lama, keluarganya pun tidak ada yang mengetahui mengenai keberadaannya.”

Sang lelaki berusaha menjelaskan kepada ‘Umar, “Sesungguhnya diriku mempunyai ‘udzur, wahai amiirul mu’miniin!”

‘Umar bertanya, “Apa ‘udzurmu?”

Sang lelaki menceritakan kisah yang dialaminya, “Aku keluar untuk shalat ‘Isya dan tahu-tahu ada jin yang menawanku. Maka aku menetap di alam mereka selama rentang waktu yang panjang. Dan ada sekelompok jin mu’min -atau jin muslim, Sa’iid (salah seorang perawi kisah) ragu- yang memerangi jin-jin kafir tersebut, lantas kelompok jin mu’min berhasil menaklukkan kelompok jin kafir lalu para jin mu’min menawan para tawanan yang pernah ditawan para jin kafir dan aku termasuk ke dalam kelompok tawanan yang direbut dari mereka. Para jin mu’min berkata, “Kami melihatmu sebagai seorang lelaki muslim dan tidak halal bagi kami untuk menawan kamu.” Kemudian mereka memberiku pilihan antara tetap tinggal (di alam jin tersebut) atau kembali ke keluargaku, aku pun memilih kembali ke keluargaku dan para jin mu’min pun membebaskanku. Ketika malam hari tiba maka mereka tidak lagi berbicara denganku, dan adapun pada siang hari maka saat itulah ada deru angin yang aku mengikutinya (hingga aku dapat keluar dari alam mereka).

‘Umar bertanya, “Apa makananmu ketika bersama mereka?”

Lelaki tersebut menjawab, “Sejenis kacang-kacangan dan segala sesuatu yang tidak disebut nama Allah padanya.”

‘Umar bertanya kembali, “Dan apa minumanmu ketika bersama mereka?”

Si lelaki menjawab, Al-Jadaf.” (Imam Qataadah menjelaskan, “Al-Jadaf adalah segala jenis minuman yang tidak ditutup.”)

Akhirnya, ‘Umar pun memberi pilihan untuk si lelaki antara mahar dan istrinya.”

Dari kisah di atas ada beberapa faedah dan hikmah, diantaranya :

1. Muncullah hukum fiqih, bagaimana status seorang istri yang tinggal suami selama 4 tahun.

2. Bahwasanya kejadian-kejadian yang terjadi diluar akal sehat seperti jin-jin kafir yang kerap kali menzhalimi manusia dengan cara-cara yang aneh, adalah haq dan benar terjadi, sebagaimana dalam kisah yaitu seorang lelaki Anshar yang ditawan jin kafir, hilang tak berbekas hingga kerabat dan kaumnya tidak mengetahui kemana perginya dan ia pun baru muncul beberapa tahun kemudian ketika istrinya telah menikah lagi. Benarlah sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam :

ﺧَﻤِّﺮُﻭﺍ ﺍﻟْﺂﻧِﻴَﺔَ ﻭَﺃَﻭْﻛُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﺳْﻘِﻴَﺔَ ﻭَﺃَﺟِﻴﻔُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻭَﺍﻛْﻔِﺘُﻮﺍ ﺻِﺒْﻴَﺎﻧَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟِﻠْﺠِﻦِّ ﺍﻧْﺘِﺸَﺎﺭًﺍ ﻭَﺧَﻄْﻔَﺔً

“Tutuplah bejana, ikatlah tempat minuman kalian, tutuplah pintu-pintu, dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika tiba waktu ‘Isya’ karena sesungguhnya para jin sedang berkeliaran dan kerap menculik.” (Shahiih Al-Bukhaariy no. 3316)

3. Kejadian ini terjadi di masa kekhalifahan ‘Umar, yang mana termasuk masa 3 generasi terbaik sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, dan telah ma’ruf bagi kita bahwa pada masa tersebut kaum muslimin masih belum jauh dari masa Nubuwwah dan masih banyak para sahabat. Hikmahnya adalah, pada zaman tersebut yang termasuk sebaik-baik zaman dan sebaik-baik kaum muslimin, para jin kafir masih bisa berbuat zhalim, maka bagaimanakah lagi dengan zaman sekarang yang kaum musliminnya sendiri banyak yang tidak mengenal agamanya, banyak yang mengambil dukun untuk memecahkan masalah. Wal’iyadzubillaah.

4. Para jin mu’min kerapkali berperang melawan para jin kafir sebagaimana bertempurnya kaum muslimin melawan orang-orang kafir.



Panduan Ruqyah Aswaja Praktisi: Ust. Ibnu Abdillah Al-Katibiy
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger