Di antara keistimewaan umat Islam adalah adanya jaminan
bahwa mayoritas mereka tidak akan terjerumus ke dalam kekufuran dan kesyirikan
yang menyebabkan mereka keluar dari agama. Hal ini berbeda dengan umat
agama-agama lain sebelumnya, dimana mayoritas mereka terjerumus dalam kekufuran
dan kesyirikan. Dalam hadits shahih diriwayatkan:
ﻋَﻦْ ﻋُﻘْﺒَﺔَ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﻣِﺮٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻝَ : « ﺇِﻧِّﻲ ﻓَﺮَﻃُﻜُﻢْ، ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺷَﻬِﻴﺪٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ، ﺇِﻧِّﻲ
ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻷَﻧْﻈُﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺣَﻮْﺿِﻲ ﺍﻵﻥَ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻗَﺪْ ﺃُﻋْﻄِﻴﺖُ ﺧَﺰَﺍﺋِﻦَ ﻣَﻔَﺎﺗِﻴﺢِ
ﺍﻷَﺭْﺽِ، ﻭَﺇِﻧِّﻲ ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺎ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﺑَﻌْﺪِﻱ ﺃَﻥْ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﺍ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﺧَﺎﻑُ
ﺃَﻥْ ﺗَﻨَﺎﻓَﺴُﻮﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ »
“Dari Uqbah bin Amir radhiyallaahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku akan mendahului
kalian dan akan menjadi saksi bagi kalian. Demi Allah baru saja aku melihat
haudh-ku (danau al-Kautsar). Aku benar-benar diberikan kunci-kunci bumi.
Sesungguhnya demi Allah aku tidak takut kalian akan mempersekutukan Allah
sepeninggalku, tetapi aku takut kalian akan saling memerangi karena kekayaan
bumi.” (Hadits shahih riwayat Ahmad [17382], al-Bukhari [1279] dan Muslim
[2296]).
Hadits shahih tersebut memberikan beberapa pesan kepada
kita:
Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan
mendahului umatnya ke telaga untuk menyiapkan dan menunjukkan air telaga itu
kepada umatnya.
Kedua, telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat
ini telah ada, dan beliau telah melihatnya.
Ketiga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan
bahwa umatnya akan menguasai kekayaan dunia. Janji ini menjadi kenyataan,
dimana sepeninggal beliau, umat Islam menguasai Romawi dan Persia beserta
kekayaan alamnya. Bahkan umat Islam berhasil menguasai sekian banyak negeri
dengan aneka kekayaan alam yang dimilikinya. Dan negara-negara Islam merupakan
sumber kekayaan dunia yang melimpah.
Keempat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersumpah
bahwa mayoritas umatnya akan aman dan terlindungi dari kesyirikan.
Kelima, beliau justru mengkhawatirkan umatnya akan saling
memerangi karena memperebutkan kekayaan duniawi.
Dalam hadits lain juga diriwayatkan:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﺄَﻟْﺖُ ﺭَﺑِّﻲ ﻷُﻣَّﺘِﻲ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺧِﺼَﺎﻝٍ، ﻓَﺄَﻋْﻄَﺎﻧِﻲ ﺛَﻼﺛًﺎ،
ﻭَﻣَﻨَﻌَﻨِﻲ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً : ﺳَﺄَﻟْﺘُﻪُ ﺃَﻻ ﺗَﻜْﻔُﺮَ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﻓَﺄَﻋْﻄَﺎﻧِﻴﻬَﺎ،
ﻭَﺳَﺄَﻟْﺘُﻪُ ﺃَﻻ ﻳُﻈْﻬِﺮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﺪُﻭًّﺍ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِﻫِﻢْ ﻓَﺄَﻋْﻄَﺎﻧِﻴﻬَﺎ، ﻭَﺳَﺄَﻟْﺘُﻪُ
ﺃَﻻ ﻳُﻌَﺬِّﺑَﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻋُﺬِّﺏَ ﺑِﻪِ ﺍﻷُﻣَﻢُ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﻋْﻄَﺎﻧِﻴﻬَﺎ، ﻭَﺳَﺄَﻟْﺘُﻪُ
ﺃَﻻ ﻳَﺠْﻌَﻞَ ﺑَﺄْﺳَﻬُﻢْ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓَﻤَﻨَﻌَﻨِﻴﻬَﺎ .
“Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku memohon kepada Tuhanku empat perkara bagi umatku, lalu Dia memberiku tiga perkara, dan menolakku satu perkara. Aku memohon kepada-Nya agar umatku tidak kafir secara masal, lalu Dia memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Nya agar tidak memenangkan musuh selain mereka atas mereka, lalu Dia memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Nya agar tidak mengazab mereka seperti azab bagi umat-umat sebelum kamu, lalu Dia memberikannya kepadaku. Aku memohon kepada-Nya agar tidak menjadikan permusuhan yang keras di antara mereka, lalu Dia menolak permohonan itu.” (Hadit hasan riwayat Ibnu Abi Hatim, dalam al-Tafsir [7445]; Ibnu Mardawaih dan al-Thabarani, dalam al-Mu’jam al-Ausath [1862]).
Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mengabulkan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar umatnya tidak terjerumus ke dalam kesyirikan dan kekufuran secara massal atau mayoritas. Jadi, Kesimpulannya:
Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersumpah bahwa mayoritas umatnya aman dan terlindungi dari kesyirikan.
Kedua, Allah subhanahu wa ta’ala telah mengabulkan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar umatnya tidak terjerumus dalam kekafiran secara masal dan mayoritas.
Ketiga, peperangan sesama umat Islam, motif utamanya bukan karena kesyirikan dan kekufuran, tetapi karena memperebutkan kekayaan duniawi.
Ust. M. Idrus Ramli
Posting Komentar