Setelah berada di tempat yang ditentukan oleh
Allah, tempat yang tidak seorang makhlukpun diizinkan berdiri disana, tempat
yang tidak seorangpun makhluk mampu mencapainya, beliau melihatNya dengan mata
beliau yang mulya. Saat itu langsung beliau bersujud di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman:” Wahai Muhammad “
“ Labbaik wahai Rabbku”, sabda beliau.
“ Mintalah sesuka hatimu”, firman Nya.
Nabi bersabda:” Ya Allah, anda telah
menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kawan dekat), anda mengajak bicara Musa,
anda berikan Dawud kerajaan dan kekuasaan yang besar, anda berikan Sulaiman
kerajaan agung lalu ditundukkan kepadanya jin, manusia dan syaitan serta angin,
anda ajarkan Isa at Taurat dan Injil dan anda jadikan dia dapat mengobati orang
yang buta dan belang serta menghidupkan orang mati”.
Kemudian Allah berfirman:” Sungguh Aku telah menjadikanmu sebagai kekasihKu”.
Dalam Shohih Imam Muslim diriwayatkan dari sahabat anas bin Malik, bahwa rasulullah
bersabda:” ….kemudian Allah mewajibkan kepadaku (dan umat) 50 sholat sehari
semalam, lalu aku turun kepada Musa (di langit ke enam), lalu dia bertanya:”
Apa yang telah Allah wajibkan kepada umat anda?”
Aku menjawab:” 50 sholat”.
Musa berkata:” kembalilah kepada Rabbmu dan
mintalah keringanan sebab umatmu tidak akan mampu untuk melakukannya”, maka aku
kembali kepada Allah agar diringankan untuk umatku, lalu diringankan 5 sholat
(jadi 45 sholat), lalu aku turun kembali kepada Musa, tapi Musa berkata:
”Sungguh umatmu tidak akan mampu melakukannya, maka mintalah sekali lagi
keringanan kepada Allah”.
Maka aku kembali lagi kepada Allah, dan demikianlah
terus aku kembali kepada Musa dan kepada Allah sampai akhirnya Allah berfirman:” Wahai Muhammad, itu adalah kewajiban 5 sholat sehari semalam, setiap satu sholat seperti
dilipatgandakan menjadi 10, maka jadilah 50 sholat”.
Maka aku beritahukan hal ini kepada Musa,
namun tetap dia berkata:” Kembalilah kepada Rabbmu agar minta keringanan”, maka
aku katakan kepadanya:” Aku telah berkali-kali kembali kepadaNya sampai aku
malu kepadaNya”.
Setelah beliau menerima perintah ini, maka beliau turun sampai akhirnya menaiki
buraq kembali ke kota Makkah al Mukarromah, sedang saat itu masih belum tiba
fajar.
Pagi harinya beliau memberitahukan mukjizat yang agung ini kepada umatnya, maka
sebagian besar diantara mereka mendustakan bahkan mengatakan nabi telah gila
dan tukang sihir, saat itu pertama umat yang membenarkan dan mempercayai beliau
adalah Sayyiduna Abu Bakar, maka pantaslah beliau bergelar As Shiddiq,
bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tadinya beriman, kembali murtad
keluar dari syariat.
Sungguh keimanan itu intinya adalah membenarkan dan percaya serta pasrah
terhadap semua yang dibawa dan diberitakan Nabi Muhammad SAW, sebab beliau tidak
mungkin berbohong apalagi berkhianat dalam Risalah dan Dakwah beliau. Beliaulah
Nabi yang mendapat gelar Al Amiin (dipercaya), Ash Shoodiq (selalu jujur) dan Al Mashduuq
(yang dibenarkan segala ucapannya). Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Diterjemahkan dengan ringkas dari Kitab Al Anwaarul Bahiyyah Min
Israa’ Wa Mi’raaj Khoiril Bariyyah Karya Al Imam Al Muhaddits As Sayyid
Muhammad bin Alawy Al Hasany RA.






Home
Posting Komentar