Masjid Al Urwatil Wutsqa menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada 21 Mei 2019 atau malam 17 Ramadhan 1440. Dalam kesempatan itu hadir Gus Hasan Mafiq yang menyampaikan ceramah.
Dalam ceramahnya, Gus Hasan Mafiq menyatakan ada beberapa
riwayat yang menerangkan tanggal nuzulul qur’an. Ada pendapat baha Nuzulul Qur’an
terjadi tanggal 24 Ramadhan, tetapi pendapatyang lebih kuat adalah 17 Ramadhan
yang sanad hadistnya merujuk pada Sayyid Ali Zainal Abidin.
Gus Hasan juga menerangkan proses turunnya Al qur’an yaitu
dari Allah ke Lauhul Mahfudz kemudian ke Baitul Izzah dan kemudian kepada Nabi
Muhammad. Inilah yang sekarang kita peringati sebagai Nuzulul Qur’an.
Lanjut beliau menjelaskan Kitab Allah ada 104, yang berupa
shuhuf ada seratus dan yang berupa kitab ada empat. Shuhuf itu diturunkan
kepada Nabib Sis sebanyak 30, Nabi Ibrahim sebanyak 60 Shuhuf, Nabi Musa 10
shuhuf sebelum menerima Kitab Taurat. Sedangkan Kitab Zabur turun ke Nabi Daud,
Kitab Injil ke Nabi Isa, dan Kitab Alqur’an ke Nabi Muhammad.
Beliau menjelaskan Alqur’an tidak diturunkan seperti
kitab yang lain yang sekali turun. “Itulah
mengapa al Qur’an menjadi sangat istimewa. Al Qur’an diturunkan secara bertahap
sesuai dengan peristiwa yang dihadapi oleh Kanjeng Nabi”, ungkap Gus Hasan.
Nabi memiliki kewajiban untuk menyampaikan dakwah ke orang
lain. Pada umur 37 tahun, Nabi Muhammad mengalami peristiwa Arru’ya As Saliha
yaitu mimpi yang bagus pertanda beliau akan diangkat sebagai rasul yang
kemudian direalisasikan pada umur 40 tahun dengan turunnya ayat pertama kalinya
kepada Nabi di Gua Hira.
Namun, sebelum mencapai usia ke 40 dan diangkat menjadi
Rasul, Nabi Muhammad pada rentang usia 37 hingga 40 tahun sudah diberikan
keistimewaan-keistimewaan diantaranya bisa mendengar salamnya pepohonan, bisa
mendengarkan tasbihnya tumbuhan-tumbuhan, dan mendengarkan dzikirnya dedaunan.
Dalam akhir ceramahnya, Gus Hasan Mafiq mengingatkan hadirin
agar bisa membedakan antara perintah dan “penglulu”. Disinilah Gus Hasan
menekankan pentingnya menguasai ilmu tafsir dan ilmu-ilmu yang terkait dengan
alqur’an. Lantas apa penglulu itu?
Gus Hasan Mafiq menerangkan, “Setan diperintah untuk
menggoda Anak adam. itu bukan perintah, tapi Bahasa Satir / penglulu. Karena,
bagaimana mungkin sebuah perintah tapi di ganjar dengan neraka?”
Sumber: GP Ansor Panjunan






Home
Posting Komentar