Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Gus Hasan Mafiq: Nuzulul Quran 17 Ramadhan Merujuk ke Sayyid Ali Zaenal Abidin

Gus Hasan Mafiq: Nuzulul Quran 17 Ramadhan Merujuk ke Sayyid Ali Zaenal Abidin


Masjid Al Urwatil Wutsqa menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada 21 Mei 2019 atau malam 17 Ramadhan 1440. Dalam kesempatan itu hadir Gus Hasan Mafiq yang menyampaikan ceramah.

Dalam ceramahnya, Gus Hasan Mafiq menyatakan ada beberapa riwayat yang menerangkan tanggal nuzulul qur’an. Ada pendapat baha Nuzulul Qur’an terjadi tanggal 24 Ramadhan, tetapi pendapatyang lebih kuat adalah 17 Ramadhan yang sanad hadistnya merujuk pada Sayyid Ali Zainal Abidin.

Gus Hasan juga menerangkan proses turunnya Al qur’an yaitu dari Allah ke Lauhul Mahfudz kemudian ke Baitul Izzah dan kemudian kepada Nabi Muhammad. Inilah yang sekarang kita peringati sebagai Nuzulul Qur’an.

Lanjut beliau menjelaskan Kitab Allah ada 104, yang berupa shuhuf ada seratus dan yang berupa kitab ada empat. Shuhuf itu diturunkan kepada Nabib Sis sebanyak 30, Nabi Ibrahim sebanyak 60 Shuhuf, Nabi Musa 10 shuhuf sebelum menerima Kitab Taurat. Sedangkan Kitab Zabur turun ke Nabi Daud, Kitab Injil ke Nabi Isa, dan Kitab Alqur’an ke Nabi Muhammad.

Beliau menjelaskan Alqur’an tidak diturunkan seperti kitab  yang lain yang sekali turun. “Itulah mengapa al Qur’an menjadi sangat istimewa. Al Qur’an diturunkan secara bertahap sesuai dengan peristiwa yang dihadapi oleh Kanjeng Nabi”, ungkap Gus Hasan.

Nabi memiliki kewajiban untuk menyampaikan dakwah ke orang lain. Pada umur 37 tahun, Nabi Muhammad mengalami peristiwa Arru’ya As Saliha yaitu mimpi yang bagus pertanda beliau akan diangkat sebagai rasul yang kemudian direalisasikan pada umur 40 tahun dengan turunnya ayat pertama kalinya kepada Nabi di Gua Hira.

Namun, sebelum mencapai usia ke 40 dan diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad pada rentang usia 37 hingga 40 tahun sudah diberikan keistimewaan-keistimewaan diantaranya bisa mendengar salamnya pepohonan, bisa mendengarkan tasbihnya tumbuhan-tumbuhan, dan mendengarkan dzikirnya dedaunan.

Dalam akhir ceramahnya, Gus Hasan Mafiq mengingatkan hadirin agar bisa membedakan antara perintah dan “penglulu”. Disinilah Gus Hasan menekankan pentingnya menguasai ilmu tafsir dan ilmu-ilmu yang terkait dengan alqur’an. Lantas apa penglulu itu?

Gus Hasan Mafiq menerangkan, “Setan diperintah untuk menggoda Anak adam. itu bukan perintah, tapi Bahasa Satir / penglulu. Karena, bagaimana mungkin sebuah perintah tapi di ganjar dengan neraka?”




Sumber: GP Ansor Panjunan
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger