Di bulan Ramadhan
biasanya di Pondok Pesantren salaf atau mayoritas Pesantren NU di kabupaten
Kudus mengadakan pengajian Ramadhan. Kegiatan tersebut kita kenal dengan
sebutan Ngaji Pasanan. Ngaji pasaran atau dalam istilah Jawa Timuran dan
sebagian Jawa Tengah disebut Ngaji “Pasanan ngaji yang khusus diadakan selama bulan
bulan Ramadhan dimana setelah Ramadhan selesai maka selesai pulalah ngaji
tersebut.
Para peserta ngaji pasanan
tidak hanya santri saja, tetapi para warga sekitar dan para alumni. Oleh karena
itu, Ngaji pasanan baik yang dilakukan oleh komunitas tertentu, pondok
pesantren, maupun di masjid dan musholla biasanya berlaku untuk umum.
Dalam rangka menyambut
Ramadhan, mentradisikan kebiasaan pesantren, dan menambah literasi keilmuan
kaum muslimin muslimat, KH. Ahmad Asnawi juga akan mengadakan Ngaji Pasanan.
Kitab yang akan beliau bahas adalah Kitab Jamiusshaghir. Kitab Jamiusshaghir
sendiri merupakan kita kumpulan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.
Ngaji Pasanan ini akan
digelar setiap malam ba’da tarawih dan pagi mulai pukul 07.00 hingga 11.00 di
Madrasah Diniyah Darussalam Padurenan. Pengajian telah dimulai pada alam tadi
yaitu malam 2 Ramadhan 1440 H.
Tradisi ngaji pasaran
di pondok pesantren sudah sejak lama ada di Nusantara dengan bahasan
kitab-kitab kuning bertuliskan arab gundul. Ngaji pasanan memang biasanya menggunakan
kitab kuning sebagai sumber referensi wajib untuk memahami ilmu agama dan umum
yang ditulis langsung oleh ulama-ulama dan biasa digunakan di kalangan
pesantren.






Home
Posting Komentar