Dalam rangka memeriahkan Haul Mbah Rogomoyo 1441 H, Panitia Haul Rogomoyo akan mengadakan Festival Banjari. Bersama dengan Banom NU di Kecamatan Kaliwungu, dalam kesempatan Haul Rogomoyo tahun ini panitia ingin mengajak masyarakat luas mengenal seni Banjari yang merupakan seni khas yang disukai muda mudi NU khususnya.
Kesenian Rebana atau
hadrah al-Banjari adalah sebuah kesenian khas islami yang berasal dari
daerah Kalimantan. Irama nadanya yang unik membuat kesenian ini
sangat diminati oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang, baik
dari, kalangan santri sampai para musisi, kalangan anak muda maupun orang
tua. Kesenian Rebana Al-Banjari masih mempunyai keterkaitan sejarah
pada masa penyebaran agama Islam oleh Wali songo di Pulau Jawa, Tidak
bisa dipungkiri di dalam sejarah bahwa dengan kesenian-lah Wali Songo mampu
mengIslamkan hampir seluruh penduduk Pulau Jawa.
Jadi tidak heran
jika para habaib jaman sekarang membudayakan kesenian rebana dalam
mengiringi dakwahnya, dan hasilnya puluhan, ratusan, bahkan
ribuan orang berbndon-bondong datang ke majelisnya.
Keunikan
Rebana Al-Banjari yaitu pada saat memainkannya, dimana setiap pukulan
pemain yang satu berbeda dengan pukulan pemain yang lain namun saling
melengkapi, jadi tiap tiap pemain harus menjaga egonya dalam memukul supaya
harmonis. Pada dasarnya ada dua jenis pukulan
Rebana Al-Banjari, yaitu Pukulan laki-laki dan pukulan perempuan.
Festival Banjari kali ini
akan dilombakan untuk tingkat umum se propinsi Jawa Tengah. Pendaftaran
peserta Lomba Rebana ini dibuka hingga 4 september 2019. Calon peserta mengisi
formulir pendaftaran dengan maksimal anggota grup 10 orang putra/ putrid/
campuran. Calon peserta harus membayar uang pendaftaran sebesar Rp 110.000,00
dan harus menampilkan 2 lagu berbahasa arab.
Dalam acara perlombaan
nanti, setiap grup diharuskan menampilkan dua qasidah sholawat yaitu Shalawat
Nahdliyyah atau Syaikhona. Sedangkan satu bebas yang dipilih oleh peserta
sendiri dengan syarat berbahasa arab. Namun, para peserta diwajibkan membuat
jingle dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh panitia yaitu “Haul
Mbah Rogo Moyo, Sang Pencipta Rumah Adat Kudus”
Pelaksanaan lomba sendiri
adalah pada hari sabtu 7 September 2019 mulai pukul 13.00 WIB di Lapangan Mbah
Rogomoyo, Winong, Kaliwungu. Technical Meeting akan
dilakukan sebelum perhelatan yaitu pada tanggal 5 September 2019 di Balai Desa Kaliwungu.
Perhelatan kali ini akan memperebutkan hadiah trophy dan uang pembinaan.
Haul Mbah Rogomoyo
digelar setiap tahunnya yaitu pada bulan Muharrom. Berbagai acara keislaman dan
budaya ditampilkan dalam perhelatan ini. Mbah Rogomoyo sendiri dikenal oleh
masyarakat Kudus sebagai pembuat Rumah Adat Kudus.






Home
Posting Komentar