Jika sahabat pergi ke
Semarang dari Kudus melalui Terminal Jati atau Jalur Pantura Tanggulangin, maka
ada keramaian di sekitar Pondok Pesantren Al Muayyad Al Maliki Tanggulangin,
Jati Kudus. Keramaian tersebut terjadi setiap tahun dalam rangka memperingati
Hari lahirnya ke 27 dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pondok Pesantren
Al Muayyad yang berlokasi di Tanggulangin Kudus atau sebelah selatan Terminal
Induk Jati Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Al Karim Percussion, mengadakan
Festival Rebana Tingkat Jawa Tengah untuk umum.
Festival Rebana ini
terbuka untuk umum dengan syarat jumlah personil grup rebana maksimal 15 orang
yang terdiri dari grup rebana putra, putri atau campuran dan merupakan warga
asli wilayah Propinsi Jawa Tengah.
Dalam edaran yang disampaikan
oleh panitia penyelenggara disebutkan bahwa setiap grup sholawat peserta
festival ini diharuskan menampilkan lagu “Sa’duna” dan satu lagu bebas qasidah
sholawat yang menggunakan bahasa arab. Judul lagu bebas ditentukan oleh grup
rebana itu sendiri.
Untuk peralatan tampil,
panitia tidak menyediakan di tempat. Peserta diwajibkan membawa peralatan yang
akan digunakannya sendiri. Pada perlombaan nanti, peserta diberikan waktu
selama 15 menit untuk melantunkan dua lagu qasidah berbahasa Arab yang telah
mereka tentukan. Waktu 15 menit tersebut mulai dihitung sejak peserta naik ke
panggung untuk menata alat-alat hadrah. Panitia membatasi penggunaan alat-alat
hadrah pada festival ini, yang mana para peserta tidak boleh menggunakan
alat-alat musik elektrik.
Lomba akan dilaksanakan
pada hari Selasa 12 November 2019 mulai ba’da isya di Pondok Pesantren Al
Mayyad Al Maliki. Panitia menyediakan bermacam hadiah. Untuk grup rebana yang
menjadi juara pertama hingga ke tiga masing-masing akan mendapatkan trophy,
piagam, dan uang pembinaan yang jumlahnya berbeda-beda. Dalam festival rebana
kali ini, panitia juga akan memberikan penghargaan untuk kategori vocal terbaik
dan aransemen terbaik. Semua peserta lomba akan mendapatkan sertifikat
keikutsertaan dari penyelenggara.






Home
Posting Komentar