Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Ngaji Al Qur'an Menurut KH. Arwani Amin Kudus


Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu:

1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya)

2. Ora usah isin karo umur (Jangan malu karena umur)

3. Suwe waktune (lama waktu tempuhnya)

Ora gelem ngaji Al Qur'an mergo pangkat/kedudukan gurune luwih rendah? Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW iku muride malaikat Jibril As ing babakan Wacan Al Qur'an. Beliau ora isin ngaji Al Qur'an (musyafahah) marang Malaikat Jibril senajan secara pangkat derajat/kedudukan malaikat Jibril as iku luwih rendah.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena kedudukan guru lebih rendah. Nabi Muhammad SAW saja tidak malu mengaji alquran kepada malaikat Jibril walaupun derajat Rasululloh jauh di atas malaikat Jibril.

Males ngaji Al Qur'an mergo umur wis Tua? Gusti kanjeng Nabi Muhammad SAW iku mulai ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as umur 40 tahun.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji Al Qur'an karena umur sudah tua. Nabi Muhammad saja mulai belajar al Qur'an kepada malaikatJibril pada umur 40 tahun.

Isin ngaji Al Qur'an mergo suwe waktune? Kanjeng Nabi SAW ora pernah ngrasa isin (minder) ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as awit beliau SAW umur 40 tahun tekane 63 tahun (wafat).

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena waktunya lama. Nabi Muhammad saja menerima wahyu al Qur'an 23 tahun lamanya.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﺟﻤﻌﻴﻦ

Semoga kita dan keturunan kita dijadikan sebagai ahli qur'an.



M. Luqmanul Hakim Habibie
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Adab Masuk Dan Keluar Dari Kamar Mandi


Dalam kehidupan sehari hari kita tentu tak bisa tidak harus ke kamar mandi/WC, baik tujuannya untuk bersuci, membersihkan diri ataupun buang hajat. Maka sudah selayaknya kita memperhatikan sunnah sunnah nabi ketika masuk dan keluar dari kamar mandi, diantaranya:

1. Membaca Do’a

Kamar mandi/WC adalah tempat tinggal setan. Karena karena itu hendaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan laki laki dan perempuan dengan mengucapkan do’a:

- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
”Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”.(HR.Ahmad dari Anas bin Malik dalam shahih al-jami; 4712).

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam jika hendak masuk WC beliau membaca

[بِسْمِ اللهِ]
“Dengan nama Allah. Ya Allah” (HR.Ibn Abi Syaibah (29902) dari Anas bin Malik. shahih al-jami’; 4714)

Dzikir ini berfungsi untuk menutup aurat manusia dari penglihatan jin karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda, “Penutup aurat anak Adam dari Pandangan jin ketika ia masuk WC adalah dengan mengucapkan bismillah.” (shahih al-jami’ halaman 675 hadist no:3610)

2. Masuk Dengan Mendahulukan Kaki Kiri

Karena ia sedang memasuki tempat najis, maka seharusnya ia mendahulukan kaki kiri. Berbeda halnya ketika memasuki tempat yang terhormat dan mulia, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, misalnya masuk ke masjid. Setiap pekerjaan baik dan mulia hendaknya di mulai dengan sebelah kanan. Dan apabila pekerjaan itu sebaliknya, maka didahului yang sebelah kiri, salah satunya ketika hendak masuk ke kamar mandi/WC.

3. Jangan Berlama-lama Di Kamar Mandi/WC

Janganlah seseorang berlama lama dalam kamar mandi, usahakan selekas mungkin ia menyelesaikan hajatnya di kamar/mandi. Kalau sudah selesai segeralah keluar dan jangan berlama lama menetap di dalamnya. Karena kamar mandi/WC adalah tempat setan dan kotoran sehingga tempat seperti itu tidak di anjurkan untuk berlama lama berada di situ.

4. Keluar Dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Sebab sebelah kanan selalu di dahulukan dalam melakukan setiap perkara yang baik. Keluar dari kamar mandi/WC berarti berpindah dari tempat yang kotor ke tempat yang bersih. Oleh karena itu mendahulukan kaki kanan ketika keluar.

5. Bacalah Do’a Ketika Keluar Dari Kamar Mandi/WC

Yaitu do’a yang pernah di ucapkan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ketika keluar dari WC:

غُفْرَانَكَ.
“Aku minta ampun kepadaMu” (HR.Ahmad (VI/155), Abu Dawud (30), An-Nasaa’I dalam kitab Al-Kubra (9907), At Tirmidzi (7), dan ia menghasankan hadist ini, Ibn Majah (300), Ibnu Hibban (1441) Ihsaan, Al-Hakim (I/158), Ad-Daarimi (I/174), Ibn Jaaruud (42), Al_Bukhari dalam Adabul Mufraad (693/97), Ibnu As-Sunni (23), dari ‘Aisyah radhiallahu’anha. Shaihi al-jami’ (4707).)



Dari Berbagai Sumber (Kitab-kitab Fiqih)
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Tanda Gangguan Jin dan Sihir

Praktisi ruqyah perlu mengenal tanda-tanda atau ciri seseorang yang terkena gangguan jin, sihir dan semisalnya. Di antara tanda-tanda itu adalah sebagai berikut :

Waktu tidak sadar (tidur) seperti :

Susah tidur tanpa ada sebab yang jelas

Sering bermimpi buruk

Mimpi ketemu nenek moyang dan memberikan sesuatu seperti bayi atau ular

Mengigau dengan berkata-kata kotor

Mimpi dikejar ular, harimau, anjing, orang tidak jelas dan sejenisnya

Beradu gigi, gigi berbunyi seperti sedang menggigit sesuatu

Mimpi jatuh dari tempat yang tinggi

Selalu tindiian (merasakan tubuh tidak bergerak seperti ada makhluk yang menahan seluruh tubuhnya)

Waktu sadar (tidak tidur):

Sakit yang tidak diketahui penyebabnya

Malas dan berat melakukan sholat

Tidak pernah menyentuh al Quran apalagi membacanya

Rasa pusing yang terus-menerus

Mudah marah, emosional yang berlebihan

Kadang merasa tidak sadarkan diri tanpa sebab

Sering lupa, tapi lupa yang tidak wajar

Merasakan tubuh mudah lemah meskipun tidak melakukan hal yang berat

Suka gelisah, sedih dan dada sering terasa sempit

Perasaan ingin selalu menangis atau tertawa tanpa sebab

Rasa malu yang berlebihan

Minder, suka menjauhkan diri dari manusia

Selalu buruk sangka dengan orang di sekitarnya

Tidak betah berkumpul di rumah dsengan keluarga, istri, dan anak-anaknya, atau bersikap kasar terhadap mereka.

Sering lupa jumlah rokaat sholat

Waswas dalam berwudhu atau sholat

Sering melamun, ketakutan, tidak ingat keadaan sekitarnya

Merasakan seperti ada yang berjalan di bagian tubuh

Haid tidak teratur, haid berkepanjangan

Rambut mudah rontok

Mudah tersinggung

Sulit dapat jodoh

Nafsu yang berlebihan

Tidak ada nafsu sama sekali

Anggota badan bergetar atau panas di bagian tubuh tertentu saat mendengar al Quran, dzikir ,atau adzan

Sendawa terus saat membaca al Quran, dzikir, atau pada saat sholat.

 

 

Fiqih Ruqyah Aswaja oleh Ust. Ibnu Abdillah Al-Katibiy

comments (1) | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Cara Berlatih Menjadi Orang Yang Sabar

Manusia diciptakan Allah dengan berbagai macam bentuk dan karakternya, ada yang bersifat baik adapula yang bersifat kurang baik, manusia adalah pribadi yang sempurna, makhluk yang diciptakan Allah dengan akal dan pikiran, pada dasarnya sifat-sifat manusia mudah dibentuk sesuai dengan kondisi keadaan dan lingkungannya, dalam teori sosiologi politik; manusia cenderung hidup dan berkarakter sesuai dengan keadaan iklim dimana dia tinggal, ada beberapa sifat-sifat yang baik pada manusia seperti Sabar merupakan satu sifat yang mulia. 

Dengan sifat sabar kita bisa merubah lawan menjadi teman, Orang-orang yang sabar mempunyai keuntungan yang besar, dengan bersabar kita bisa menentukan pekerjaan apapun menjadi sempurna, seperti yang terkandung dalam kalimat bijak berikut ini: 

“Assobru yu’inu ‘ala kulli ‘amalin’’.
sabar itu dapat menolong segala pekerjaan.

Untuk menjadi orang yang sabar maka ada beberapa yang harus di lakukan di antaranya adalah sebagai berikut:

1.    Bersabar dengan niat untuk ibadah.

Jika segala sesuatu yang kita kerjakan tidak desertai dengan ikhlas  dan sabar, maka sesuatu itu akan sia-sia, hendaklak perbuatan yang dilakukan didasari niat untuk ibadah karena itulah uang menjadi keutamaan sebagai pangkal manusia dapat mengendalikan sifatnya yang tidak baik dan apabila tidak, sesuatu itu akan menyebabkan efek yang tidak menyenangkan, seperti terkandung dalam firman Allah, “Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan“ . (Q.S. Asy Syuura: 43)

2.   Mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Sesungguhnya Allah maha pemaaf, seyogyanya manusia pun bersifat mudah memaafkan, agar segala sesuatu yang kita kerjakan melahirkan sesuatu yang baik dan bermanfaat, seperti termaktub, “Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.“ ( Q.S. An-Nisa: 149)

3.    Tidak mudah tersinggung.

Salah satu perangai yang baik pada sifat manusia adalah tidak mudah tersinggung, seperti cerita pendek dikisahkan oleh sahabat nabi berikut ini adalah menjadi sebab diturunkannya ayat Al-Quran: Ketika Abu Bakar tersinggung pada kerabatnya yang turut menyiarkan fitnah terhadap anaknya Aisyah dan ingin menghentikan bantuan, dan Allah berfirman, “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’’.  (Q.S. An Nuur: 122)

4.    Tidak mencaci orang lain.

Perbuatan mencela sesungguhnya dibenci, dan janganlah memeliharanya, karena perbuatan mencaci adalah melahirkan kebencian dan sakit hati, dan hendaklah menghindari dan lebih baik untuk berterus terang, dan Allah ber-firman tidak menyukai ucapan buruk seperti terkandung berikut ini: “Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (Q.S. An Nisa: 148) 

5.     Tidak mudah marah.

Allah menyuruh kita sabar dan melarang kita marah meski kita dalam keadaan benar seperti dikisahkan oleh cerita nabi Yunus bagaimana Allah mengecam Nabi Yunus yang marah kepada ummatnya yang jelas-jelas kafir seperti terkandung dalam firman Allah berikut ini: “Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).“ (Q.S. Al Qalam:48)



Lazuardi Birru
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Tidur Ala Nabi, Selain Sehat Juga Berkah

Sungguh suatu kenikmatan luar biasa menjadi seorang Muslim. Semua aktivitasnya bernilai pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan hal-hal yang dianggap biasa pun oleh manusia pada umumnya, dalam Islam tetap terdapat teladan dan aturan-aturan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Satu di antaranya adalah perihal tidur. Dalam Islam, aktivitas tidur menandakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang begitu agung. Allah menciptakan malam untuk istirahat, dan siang untuk beraktivitas (‘jihad’). Maka bagi seorang Muslim, malam dan siang juga menjadi kesempatan istimewa untuk khusyuk beribadah kepada-Nya serta bekerja dengan penuh kesungguhan.

Tetapi bagaimana tidur yang berkualitas, tidur yang benar-benar memberikan manfaat langsung baik pada fisik maupun psikis, inilah yang banyak belum diperhatikan oleh kebanyakan umat Islam.

Tidur sangat membantu terciptanya keseimbangan dalam kehidupan individu. Dengan demikian tidur tentu bukan perkara yang sepele. Justru ketika melihat fungsi dan peran tidur bagi kehidupan dan kesehatan manusia, sudah sewajarnya kita memperhatikannya dengan seksama.

Al-Qur’an sendiri menjelaskan bahwa tidur itu perlu dan penting, utamanya untuk kesehatan.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتاً
“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. 78: 9).

Pernyataan Allah SWT ini jauh melebihi batas perkembangan ilmu pengetahuan. Di mana setelah itu, dalam perkembangan ilmu medis ikut menyebutkan, salah satu cara paling efektif dalam menjaga kesehatan adalah tidur (istirahat) yang cukup.

Menurut medis, tidur yang cukup sangat membantu penguatan sistem kekebalan tubuh pada manusia. Bahkan Dr. Tauhid Nur Azhar dalam bukunya, “Jangan ke Dokter Lagi!” menyatakan bahwa, yang terpenting dan harus diperhatikan secara seksama ialah sistem kekebalan tubuh. Sebab dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat fisik akan terjamin bebas dari berbagai penyakit.

Oleh karena itu tidur adalah perkara penting dalam keseharian kita. Kurang tidur yang terus-menerus kita alami akan menjadikan sistem imun manusia mengalami pelemahan. Khusus pada orang dewasa, kurang tidur bisa menyebabkan lemahnya kinerja sistem kekebalan tubuh (imun).

Sementara itu tidur yang cukup selain akan sangat membantu kita mengurangi rasa letih dan lesu juga akan mengurangi perasaan jengkel, kesal. Sebaliknya akan menstimulasi munculnya perasaan dan pikiran yang positif.

Kapan saat tepat kita harus tidur? Dan bagaimana cara kaum Muslim tidur?

Jika mengacu pada sistem kerja organ vital tubuh maka tidur yang baik adalah pada awal-awal malam, sekitar jam 8 malam. Sebab empedu aktif bekerja antara jam 11 malam hingga jam 1 dini hari. Sementara hati, mulai aktif bekerja mulai jam 1 malam.

Apabila pada jam-jam tersebut kita masih belum tidur, apalagi masih asyik makan-makan maka sebenarnya kita telah merusak alur tubuh kita sendiri. Jadi upayakan untuk tidak tidur larut malam, apalagi begadang. Selain akan mengurangi kualtias tidur juga berpotensi merusak sistem kerja tubuh kita sendiri. 

Fakta ini berkorelasi positif dengan hadis nabi yang memerintahkan umat Islam untuk bersegera tidur setelah sholat Isya. “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya (begadang).” [HR Bukhari dan Muslim)

Salah satu tanda kecintaan kita kepada Nabi kita adalah mencintai dan melakukan apa yang telah dikerjakan, termasuk tidurnya Rasulullah. Semua perilaku Nabi dalam kesehariannya adalah teladan (uswah) yang baik. Berarti semua itu memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita. Salah satu yang utama yang perlu kita ketahui dan kita teladani adalah perkara tidurntya Rasulullah SAW.

Pertama, Rasulullah senantiasa berwudhu dahulu sebelum tidur.

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari)

Kedua, Berdoa sebelum tidur. 

Doa adalah senjata seorang Muslim. Oleh karena itu dalam segala hal, termasuk tidur hendaklah diawali dengan doa dan dzikir. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidur di suatu tempat tanpa berdzikir kepada Allah, maka ia pun akan mendapatkan hal yang dia sesali dari Allah.” (HR. Abu Dawud).

Aisyah ra juga meriwayatkan bahwa, ‘Apabila Rasulullalh menuju pembaringannya setiap malam, beliau mempertemukan kedua ltelapak tangannya, lalu meniupnya sambil membaca: “Qul huwallahu Ahad,” “Qul A’uudzu bi Rabbil falaq,” dan “Qul A’udzu birabbinnas,” kemudian mengusapkan kedua telapak tangannya ke sekujur tubuhnya, dimulai dari kepala dan wajahnya serta tubuh bagian depan. Demikian beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari Muslim, Tirmidzi, Ibn Majah, dan Abu Dawud).

Ketiga, miring ke kanan dengan menghadap qiblat

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari).

Riset ilmiah dunia medis menjelaskan bahwa ada keuntungan besar yang didapat ketika seseorang tidur miring ke kanan. Di antaranya ialah menghalangai tekanan hati yang berlebihan pada lambung. Dapat mempercepat pengeluaran cairan di usus dan usus dua belas jari, berkat adanya gaya gravitasi, sebab mulut lambung menghadap ke bawah.

Selain itu juga mempermudah proses kerja batang tenggorokan sisi kiri, dimana organ ini dapat dengan cepat menghasilkan cairan lendir. Juga membuat rileks gerak jangung dan lambung, atau mengurangi tekanan pada keduanya. 

Keempat, meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud).

Jadi, saatnya kita kembali memperhatikan tauladan kita dalam segala hal, terkhusus dalam hal tidur. Sebab tidur dalam Islam bukan sekedar memejamkan mata dan lelap dalam kelelahan tanpa nilai tambah atau keunggulan. Tidur dalam Islam adalah satu fase yang harus memberikan spirit baru untuk lebih produktif dalam berkarya untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia.

Dan pasti, tidak ada yang dicontohkan nabi kecuali terjamin dan terbukti unggul dan berpahala. Tidur seperti nabi adalah tidur yang sehat dan berpahala. Oleh karena itu, marilah kita teladani cara beliau dalam tidur. Semoga tidur kita adalah tidur yang bernilai pahala membawa berkah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Hanya perlu diingat, meski tidur (istirahat) itu penting, Rasulullah dan ulama-ulama salaf berbeda dengan kita. Rasulullah dan para ulama sedikit makan, sedikit bicara dan sedikit tidur, karena waktu 2/3 malamnya digunakan menangis di hadapan Allah. Sementaranya bedanya dengan kita semua “sedikit-sedikit” makan, “sedikit-sedikit” bicara dan “sedikit-sedikit” tidur. Wallahu a’lam.



Imam Nawawi
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Sholat

Adab

Keluarga dan Pernikahan

 
Musholla RAPI, Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011 - Musholla RAPI Online
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger