Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Rahasia Allah SWT Yang Ada Pada Madu

Rahasia Allah SWT Yang Ada Pada Madu

أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ قَدْ فَعَلْتُ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ فَبَرَأَ
(صحيح البخاري)
“sungguh seorang datang pada Nabi SAW dan berkata saudaraku sakit perut, maka bersabda Rasul SAW : Beri ia madu. Lalu ia datang lagi mengadukan saudaranya masih sakit, Rasul SAW bersabda : beri ia madu. Lalu ia datang ketiga kalinya (saudaranya masih sakit) dan Rasul SAW bersabda : beri ia madu. Orang itu berkata : sudah kuperbuat (dua kali) namun tidak sembuh. Rasul SAW bersabda : beri ia madu, sungguh Maha Benar Allah dan jangan kau didustakan oleh perut saudaramu. Maka orang itu memberi saudaranya madu (yg ketiga kali) dan ia sembuh.” (Shahih Bukhari).

Allah Swt berfirman “Dialah yang menurunkan air dari langit untuk kalian”. Diberikan kalimat yang demikian indah “Huwalladzii anzala minassamaai maa anlakum..” diturunkan oleh Allah Swt, air dari langit untuk kalian; QS. An-Nahl : 10. Kalimat kalian ini mencapai seluruh hamba – hambaNya, mereka yang hidup (tentunya keturunan Adam yaitu kita). “minhu syarabun..” dan darinya kalian mendapatkan minum kalian, dengannya muncul sumur – sumur menjaga endapan air di perut bumi, menjaga penyimpanan air di danau dan di sungai – sungai; QS. An-Nahl : 10. Itulah air yang Allah turunkan dari langit untuk mengatur siklus kehidupan kita. “..waminhu syajarun fiihi tusiimuuna” dan juga muncul kehidupan pepohonan dan tumbuhan, dan kalian memberi minum hewan - hewan ternak kalian; QS. An-Nahl : 10. “Yumbitu lakum bihi azzar a’wazzaituna wannakhila wal a’naaba wamin kulli tsamaraati” ditumbuhkan untuk kalian semua ladang dan yang kalian tanam, juga pembuahan semacam zaitun (buah – buah zaitun) dan buah – buah kurma dan buah – buah anggur dan terus tumbuh dipermukaan bumi sebab turunnya air dan juga dari semua jenis tumbuh – tumbuhan lainnya; QS. An-Nahl : 11. “..inna fii dzalika la ayatalliqaumin yatafakkaruna” sungguh dalam hal ini terdapat tanda – tanda bagi mereka yang mau berfikir. Betapa semua yang ada di alam ini diatur dengan pengaturan yang multi sempurna dari Yang Maha Sempurna. Dan kesemua ini tanda Kasih Sayang Illahi.

Allah juga berfirman “wahuwalladzi sakhkharalbahra lita’kuluu minhu lahman thariyyan watastakhrijuu minhu hilyatan talbasuunaha” Dia (Allah) juga yang menundukkan lautan untuk kalian, agar kalian mengambil darinya daging – daging yang segar; QS. An-Nahl : 14. “lahman thariyyan” kalian mengambil daging ikan itu yang tidak ada najisnya, walau tidak disembelih tetap suci hukumnya. Demikian indahnya, Allah jadikan lautan itu pembawa Rahmat dan kemudahan bagi kita. “watastakhrijuu minhu hilyatan talbasuunaha” dan kalian bisa mengeluarkan dari laut itu perhiasan – perhiasan yang kalian pakai berupa mutiara dan bentuk perhiasan yang indah lainnya; QS. An-Nahl : 14. Dan Allah jadikan sampai perhiasan kita pun dicipta oleh Allah di muka bumi. Emas, berlian, permata, mutiara dan lain sebagainya dihamparkan oleh Allah dimuka bumi dan disiapkan. Bukan hanya makanan dan minuman saja bahkan perhiasan pun Allah siapkan untuk kehidupan yang demikian sempurnanya. Lebih – lebih lagi, kehidupan akhirat.

Sang Maha Dermawan selalu mengenalkan kepada kita Kasih Sayang-Nya. Sampailah kita kepada hadits mulia ini, dimana Rasul SAW mengajarkan kepada kita untuk berobat dengan madu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu anh bahwa seorang lelaki datang kepada Rasul SAW mengadukan bahwa saudaranya sakit perut. Rasul SAW berkata “beri ia minum madu”. Maka orang itu mengikuti saran Sang Nabi SAW. Tidak lama datang lagi untuk yang kedua kalinya orang yang sama bahwa saudaranya belum sembuh, malah makin parah. Maka Rasul SAW berkata “beri ia minum madu”. Kali yang ketiga ia datang, “ya Rasulullah masih belum sembuh juga”, Rasul SAW berkata “beri ia minum madu”, maka ia berkata “aku sudah perbuat itu 2X tapi tidak sembuh – sembuh”. Rasul SAW berkata “shadaqallahu wa kadzaba badhnu akhiika” Allah Maha Benar, jangan benarkan apa – apa yang terjadi pada saudaramu. Maka diberilah minuman madu itu untuk ketiga kalinya maka ia pun sembuh.

Allah SWT berfirman di dalam QS. An-Nahl yang diwahyukan kepada lebah “wa awhaa Rabbuka illannahli anittakhidzii minal jibali buyutan waminasysyajari wa mimma ya’risyuuna; tsumma kulii min kullisysyamarati faslukii subula Rabbiki dzululan yakhruju mim buthuuniha syarabun mukhtalifun alwaanuhu, fiihi syifaa’ullinnaas, inna fidzalika la ayatalliqaumin yatafakkarun” QS. An-Nahl : 68 – 69. “wa awhaa Rabbuka illa annahli” Dan Tuhanmu telah mewahyukan (memerintahkan) kepada lebah (tawon); “anittakhidzii minal jibali buyutan” agar mengambil rumah – rumahnya (sarang- sarangnya) di gunung – gunung, jangan di tempat manusia. jadikanlah gunung – gunung itu rumah kalian, wahai lebah dan di pohon – pohon dan kalian boleh bersarang juga pada bangunan yang disiapkan manusia untuk mengambil madu kalian. Indahnya perintah Allah kepada lebah untuk berbakti kepada manusia. Allah berkata “anittakhidzii minal jibali buyutan, waminassyajari, wamimmaa ya’risyuun” wahai lebah, kalian tinggal di gunung – gunung atau di pohon – pohon, atau ditempat yang dibangun manusia untuk kalian”, sudah diperintah oleh Allah. 

“Tsumma kulii min kullisysyamarati” lantas kalian (lebah) boleh makan semua buah – buahan dan bunga – bunga dari segala jenis. “Faslukii subula Rabbiki dzululan” jalankan perintah – perintah Tuhanmu yang memilikimu wahai lebah dengan tunduk dan patuh, maka lebah itu pun tunduk dan patuh. Ia hanya makan daripada sari buah – buahan. “Yakhruju mim buthuuniha syarabun mukhtalifun alwaanuhu” keluarlah dari perut lebah itu minuman atau cairan yang berbeda warna. Yaitu ada madu yang putih, madu kuning dan madu yang agak gelap menghitam. Mempunyai cairan yang beragam warna. “Mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaullinnaas” madu itu cairan yang keluar dari lebah yang mengandung penyembuh bagi manusia. “Inna fidzalika la ayatalliqaumin yatafakkarun” didalam kejadian itu terdapat tanda – tanda kebesaran Allah bagi mereka yang mau berfikir. 

Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarahkan hadits yang kita baca tadi bahwa berkaitan dengan ayat ini. Rasul SAW berkata “shadaqallahu wa kadzaba badhnu akhi”, Allah sudah berfirman bahwa pada cairan yang keluar dari lebah itu terdapat penyembuhan. “Syifaulinnaas” (penyembuh bagi manusia), maka Rasul SAW berkata “shadaqallahu wa kadzaba badhnu akhiik” Allah Yang Maha Benar, jangan percaya pada penyakit saudaramu. Beri terus minum madu, minum madu tambah sakit perutnya, Rasul SAW berkata “beri lagi minum madu, beri lagi”. Al Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa didalam riwayat thibbun nabawiy (pengobatan – pengobatan Nabi SAW) madu itu mempunyai 1 kemampuan untuk membunuh bakteri – bakteri dan virus. Semakin dahsyat bakteri dan virus yang menyerang seseorang, semakin ia butuh madu lebih banyak. Oleh sebab itu Rasul SAW perintahkan untuk minum lagi, lagi. Maksudnya dosisnya belum cukup untuk penyakit saudaramu, tambahkan lagi madu sampai cukup dan sembuh. Demikian Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari. 

Dan para ilmuwan kita menemukan 1 keajaiban pada lebah yang memproduksi madu,. Banyak hewan – hewan yang ada di permukaan bumi memang dicipta dan diperintah oleh Allah untuk memproduksi lebih dari produksinya, lebih dari kebutuhannya karena itu disiapkan untuk manusia. Lebah memproduksi madunya lebih banyak dari kebutuhannya, jauh lebih banyak dari kebutuhannya. Kebutuhan lebah tidak seberapa tetapi ia memproduksinya sangat banyak karena sudah diperintah oleh Allah. Demikian pula ayam, demikian pula sapi. Yang ayam itu bertelur hampir setiap hari 1 butir dan itu tidak dibutuhkannya, demikianlah sapi yang memproduksi susunya lebih banyak dari kebutuhan anak – anaknya. Demikian indahnya pengaturan dan kesempurnaan ekosistem yang diatur oleh Yang Maha Tunggal dan Maha Abadi. 

Para ilmuwan juga menemukan bahwa kesempurnaan lebah yang betul – betul diatur oleh Allah itu, mereka menjaga kelembapan madu karena diperintah oleh Allah untuk berkhidmah kepada keturunan Adam dengan madunya maka mereka pun menjaganya walaupun berlebihan yang disimpan di sarangnya. Bahkan suhunya pun dijaganya oleh para lebah itu. Dikatakan oleh para ilmuwan kita, Prof. Dr. Harun Yahya bahwa pada sarang – sarang madu itu ada pintu – pintunya untuk lebah – lebah yang tugasnya menjaga agar suhunya tetap 35°Celcius selama 10 bulan. Apabila cuaca didalam sarang itu dingin maka mereka mengibaskan sayapnya ke arah luar, agar udara yang ada disarang itu keluar sehingga suhu panasnya naik hingga 35°Celcius, namun sebaliknya apabila cuaca didalam sarang panas maka ia mengibaskan sayapnya menghadap ke arah dalam, agar udara masuk kedalam sarang dan suhu terjaga agar tetap 35°Celcius. 

Demikian dahsyatnya lebah dengan perintah Rabbul Alamin Jalla Wa Alla dan ternyata juga pada lebah itu juga terdapat suatu zat yang sudah dijelaskan oleh Allah. “Yakhruju mim buthuuniha syarabun mukhtalifun alwaanuhu” cairan yang keluar dari lebah itu beraneka warna; QS. An-Nahl : 69. Bukan hanya madu tapi ada cairan lain yang dikenal dengan sebutan “propolis”. Propolis adalah salah satu antibiotik terkuat yang ada di muka bumi. Munculnya dari lebah bukan berupa madu tapi ia merupakan cairan antibiotik yang diproduksi oleh lebah untuk menjaga sarang –sarang tawonnya. Apabila datang bakteri – bakteri yang merusak maka lebah itu mengeluarkan cairan propolisnya dan membunuh bakteri. Dan ternyata propolis itu bisa diambil oleh manusia dijadikan antibiotik yang paling kuat dan tidak membawa efek samping bagi manusia. “Fiihi syifaullinnaas” pada cairan yang keluar darinya itu (lebah) membawa kesembuhan bagi manusia. Dan hal itu semua sudah diketahui oleh Sayyidina Muhammad SAW. Beliau sudah memahaminya, seraya berkata “shadaqallahu wa kadzaba badhnu akhiik” Allah Yang Maha Benar, jangan percaya pada penyakit saudaramu yang sakit perut makin sakit perutnya, beri madu lagi, beri minuman lagi dari lebah. Inilah karena beliau mengetahui betul kandungan – kandungan yang ada pada cairan – cairan yang keluar dari lebah, pada cairan yang keluar dari serangga, apa yang ada di sayap seekor lalat. Kesemuanya sudah diketahui dengan jelas oleh Nabiyyuna Muhammad SAW. Semakin kita ikuti sunnah semakin sempurna kehidupan kita, semakin dalam kesehatan wal afiah.



Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger