Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Sisa Umur Ummat Nabi Muhammad (Datangnya Hari Kiamat) Bag. 2

Sisa Umur Ummat Nabi Muhammad (Datangnya Hari Kiamat) Bag. 2

Imam As Suyuthi


Menurut Imam Suyuthi Umur  umat Islam adalah jumlah umur dunia dikurangi dengan umur-umur  Nabi/Rasul sejak Nabi Adam  alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad  SAW.  Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 bagian yaitu: 


(1) Perhitungan umur dunia 


(2) Perhitungan umur umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam 


(3)  Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak  matahari terbit di barat) hingga  ketika Tiupan Pertama sangkakala kiamat. 


Dimana kemudian akan didapat rumus bahwa:  Umur umat Islam = [1. Umur dunia] – [2. Umur umat terdahulu] – [3. Jarak waktu] 


(1) Perhitungan umur dunia  

Dari  Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah  hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan  ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak  akan terjadi hari kiamat  kecuali pada hari jumat. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]


Dari  hadis diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihis  salam ke bumi hingga saat kiamat  adalah dari hari Jumat ke hari Jumat, yaitu berlalu selama 1 minggu akhirat (7 hari akhirat). 


Sedangkan dalam Al Quran surah 32 As Sajdah ayat 5 yang berbunyi:  “Dia  mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik  kepada-NYA dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut  perhitunganmu”.  Maka dapat diketahui bahwa 1 (satu) hari disisi Allah itu adalah 1000 tahun dunia. Jadi umur dunia  adalah 7000 tahun. 


(2) Perhitungan umat yang terdahulu   

Dari  Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah sollallahu ‘alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata:  “Umur Adam adalah 1000 tahun”.  Kemudian ia berkata: Antara Adam dengan Nuh adalah 1000 tahun,  dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan  Musa adalah 700 tahun,  dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun,  sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]


Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000 + 1000 + 700 + 1500 + 600 = 4800  tahun.  Nabi  Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi. 


(3) Perhitungan waktu antara terbitnya matahari dari arah barat hingga ditiupnya sangkakala kiamat   

Hadis-hadis yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah: 


1.  Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah  terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.” (Hadits  sohih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq,  Al Haitsami  mengatakan para perawinya wara' dan terpercaya) 


2.  Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda: Jarak waktu  antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia   menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 bulan?  Ia menjawab (kembali): Aku  tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya  lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab : Aku tidak dapat  menyebutkan. Kemudian ALLAH menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit)  seperti  tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu  tulang, yaitu tulang ekornya dan  dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad & Malik)


3.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang yang terakhir pada suatu  hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun  dalam keadaan menengadah dan membeliakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu  keputusan pengadilan dan Allah akan turun dalam lindungan awan-awan.(Hadis hasan riwayat Adz Dzahabi) 


4.  Dalam suatu hadis sohih (dari Saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa  Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari. (Beliau menerangkan Al Quran surah ke-83 Al Muthaffifin). 


Sudah  kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadis Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki sorga sebelum orang- orang kaya selama  setengah hari yaitu selama 500 tahun.  Perhitungan waktu menjelang al sa'ah (kiamat) adalah sebagai berikut:


1.  Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada  lagi dosa yang diampuni, segala  pintu tobat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi  Islam. 


2.  Dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap Allah adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan belum dihisab.


3. Dari hadis-hadis di depan, maka kita ketahui jarak waktu:

 Matahari dari arah barat ~ tiupan pertama = 120 tahun

Tiupan pertama ~ tiupan kedua = 40 tahun

Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia = 40 tahun

Kebangkitan ~ perhisaban (penentuan sorga dan neraka) = 500 tahun 


Sehingga,  dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120 + 40 + 40 + 500 = 700  tahun 


Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi:  Umur dunia = umur umat terdahulu + umur umat Islam + masa hari akhir 


Telah kita ketahui bahwa:
Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun
Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun

Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun 

Sehingga dapat dihitung,  Umur umat Islam = 7000 – 4800 – 700 = 1500 tahun. Kemudian  dikurangi dengan masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah:  1500 – 23 = 1477 tahun 


Sebagaimana  kita ketahui bahwa sejak diutusnya Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam hingga  beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau  SAW berada di Makkah, kemudian diperintahkan  Allah untuk hijrah ke  Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun.  Dan  penulisan taqwim Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah. 


Imam  Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika  menerangkan tentang  keluarnya Imam Mahdi ‘alaihis salam berkata: “Hadis-hadis hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur)  umat ini (Islam)  lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.   Jika umur Islam = 1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2016 Masehi atau 1437 Hijriah.  Maka sisa umur Islam adalah: 1477 – 1437 = 40 tahun.  “40 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” 

Hanya  Allah yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan  beriman, sudah sepantasnya kita bersiap siaga dengan memantapkan kesatuan ummah dan memperbaiki segala amal ibadah.



Al-habib Muhammad Rafiq Al-kaff.
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger