Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Penduduk Ahli Sorga Bag. 2

Penduduk Ahli Sorga Bag. 2


Sampailah kita pada hadits mulia ini, dimana Rasul SAW menyampaikan kepada kita : أَلَاأُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ اْلجَنَّةِ؟ كُلُّ ضَعِيْفٍ مُتَضَاعِفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ “ Maukah kalian ku kabarkan tentang penduduk sorga itu siapa? , “Orang-orang lemah, orang-orang miskin, orang-orang tertindas..,(jika mereka berdoa dan bersumpah atas nama Allah niscaya dikabulkan Allah). 

Al Imam Ibn Hajar Al ‘Atsqalani Hujjatul Islam Wa Baraakatul Anam di dalam Fathul Baari Bisyarh Shahih Al Bukhari, mensyarahkan makna hadits ini bahwa maksud dari ucapan bukan hanya orang yang lemah dan tertindas, bahkan orang-orang shaleh yang merendahkan dirinya tidak terlihat dan termasyhur, tapi dia shalihin maka orang-orang seperti ini termasuk dalam hadits tsbhadits itu menurut Al Imam Ibn Hajar Al ‘Atsqalani, “ hati-hati kata Rasul SAW, kalau mereka itu berdoa dan bersumpah dengan nama Allah, pasti Allah kabulakan. Apa maksud dari hadits ini? Hati-hati dengan fuqara’, jangan musuhi fuqara’, jangan marah kepada fuqara’, bukankah kita sudah mendengar firman Allah :

فَأَمَّا اْليَتِيْمَ فَلاَ تَقْهَرْ ¤ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلاَ تَنْهَرْ ( الضحى : 9-10 ) maka terhadap anak-anak yatim jangan kau hardik, dan orang-orang miskin jangan kau marahi, jangan kau usir demikian hadirin firman Allah kepada kita. 

Dan hadits ini jelas, diriwayatkan dalam musnad Imam Ahmad yang memperjelas makna hadits ini : رُبَّ أَشْعَثٍ مَدْفُوْعٍ بِاْلأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ “Hati-hati terhadap para pengemis yang diusir di pintu-pintu rumah sebagian orang, kalau mereka bersumpah atas nama Allah maka Allah kabulkan doanya”.  Demikian peringatan Sang Nabi kepada kita untuk berlemah lembut kepada fuqara’. 

Allah SWT juga berfirman di dalam hadits qudsy Al Imam Muslim di dalam Shahihnya ; “ Bahwa jika Allah SWT berhadapan dengan hamba-hambaNya seraya berfirman: يَا ابْنَ آدَمَ إِنِّيْ جَائِعٌ فًلَا تُطْعِمُنِيْ wahai keturunan Adam Aku ini lapar di kehidupan dunia dan kau tidak memberiKu makan, maka hamba-hambaNya berkata : يَارَبِّ كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ Rabbi, bagaimana aku memberiMu makan sedangkan Engkau Rabbul ‘Alamin? , maka Allah berkata :

اِسْتَطْعَمَكَ عَبْدِيْ فُلاَنْ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَاعَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِيْ “HambaKu fulan mengemis kepada mu dia kelaparan dan kau tidak memberinya makan, taukah kamu jika kamu memberinya makan, makanan itu sampai kehadapan Ku?”, maksudnya bukan sampai makanannya, tetapi perbuatan mulia itu dimuliakan oleh Allah.

Oleh sebab itu hati-hati terhadap fuqara’, dan orang yang paling dermawan Nabi Muhammad SAW dan beliau pula lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan . Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ; Ketika Makhramah RA yang sudah lanjut usia, seorang kakek miskin bersama anaknya, dia berkata kepada anaknya : Anakku…ini Rasul sedang bagi-bagi untuk fuqara’, maka kita datang nanti saja karena kalau sekarang masih penuh orang antri, maka anaknya berkata: Wahai Ayah nanti kalau sudah selesai penutupan, habis pembagian bagaimana dengan kita datang terlambat. Maka Ayah berkata : sabar saja wahai anakku, nanti kita datang setelah orang sepi.., kira-kira begitu. Lalu datanglah mereka setelah pembagian selesai dan Rasulullah telah masuk ke rumah. 

Maka berkata Makhramah RA : Wahai putraku panggilkan Rasulullah SAW. Maka putranya berkata : “Ayah..aku memanggil Rasulullah SAW untuk ayah, Rasulullah ku panggil!!?? Sudah masuk kita sudah terlambat datang pembagian salah kita sendiri datang telat, Rasul sudah masuk lalu aku panggil lagi?! Ya memang salah kita datang terlambat”, kira-kira begitu. 

Maka ayahnya ( Makhramah RA ) berkata : يَابُنَيَّ إِنَّهُ لَيْسَ بِجَبَّارٍ Wahai anakku Rasulullah SAW itu lembut, bukan orang yang bengis dan suka menolak orang-orang yang meminta, panggil beliau… Maka putranya berkata : Assalamu’alaikum Ya Rasulullah… ini Makhramah dan putranya kami datang terlambat. Kemudian Rasulullah SAW keluar dan berkata : “wahai Makhramah ini bagianmu, aku tidak lupa engkau wahai Makramah, kusisihkan…” 

Rasul SAW tidak lupa nama-nama fuqara’ di Madinah Al Munawwarah, dilihat ketika pembagian fuqara’ si fulan tidak ada..si fulan tidak ada, maka disimpankan. Kalau kau tidak datang maka ku antar ke rumahmu wahai Makhramah, kau datang terlambat ini ku siapkan tidak ada yang ku lupakan. 

Demikian indahnya Sayyidina Muhammad SAW. Lanjutan Hadits ini (hadits pembahasan utama) : أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّار Maukah ku kabarkan kepada kalian siapakah penduduk neraka itu? عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِر  

Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari Bisyarh Shahih Al Bukhari mensyarahkan; “makna Utullin Jawwathin Mutakabbir adalah orang yang makan minum sendiri dan tidak peduli terhadap fuqara’ dan tidak mau peduli terhadap orang miskin. Orang-orang yang sombong, makan minum sendiri dan tidak mau tau tentang orang-orang miskin, dan mereka itu selalu berucap dengan kalimat-kalimat yang sombong, mereka itu penduduk neraka kata Rasul SAW. 

 مُسْتَكْبِر (orang yang sombong), na’udzubillah semoga Allah menjaga kita dari sifat sombong. Manusia yang paling indah Sayyidina Muhammad SAW…Diteruskan hadits ini terikat dengan riwayat Anas bin Malik ra tentang indahnya Nabi SAW, Rasul SAW itu orang yang paling sopan dan ramah. Kalau seandainya salah seorang budak di kota Madinah, budak..disana itu kan masih zaman perbudakan, dan zaman perbudakan itu kikis dan sirna setelah kebangkitan Islam. Karena dengan Islam inilah kikis dan sirnanya perbudakan.



Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

15 September 2015 15.05

Informasi yang bermanfaat

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger