Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Adab Sholat Bag. 1

Adab Sholat Bag. 1

Ketahuilah, wahai saudara-saudara sekalian, moga-moga Allah Ta’ala tambahkan kami dan kamu dengan pengetahuan agama, dan memimpin kami ke jalan yang lurus, serta menghindarkan kami dari segala kejahatan, diri dan kemahuan hawa nafsu bahwasanya Shalat itu adalah tiang agama, dan sepenting-penting asas Islam yang lima sesudah dua kalimah syahadat.



Duduknya pada sisi agama, laksana pada sisi tubuh. Jika orang tidak boleh hidup tanpa kepala, demikian pula dengan agama, tidak boleh teguh tanpa Shalat. Demikian maksud dari sebuah Hadits.


Moga-moga Allah Ta’ala menggolongkan kami dan kamu ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa memelihara Shalat, senantiasa mendirikan Shalat dan khusyu’ di dalam Shalat, serta menjaga waktu-waktu Shalat. Demikianlah bunyi firman Allah Ta’ala yang telah mensifatkan para hambaNya yang Mu’minin di dalam kitabNya:


 حفظوا على الصلوت والصلواة الوسطى وقوموا لله قنتين (238) (البقرة : 238



Periharalah Shalat, dan Shalat pertengahan, serta tegaklah berdiri mematuhi perintah Allah.” (AI-Baqarah: 238)


Shalat yang fardhu itu ialah lima: Zohor, Asar, Maghrib, Isya’ dan Subuh. Lima Shalat yang tersebut ini tidak harus ditinggalkan sama sekali pada bila-bila masa pun, selagi seseorang itu sempurna akal dan fikirannya. Sekalipun dalam keadaan tua, lemah dan sakit tenat.



Adapun Shalat pertengahan itu, sebagaimana yang ditunjuk oleh sebuah Hadits yang sahih, ialah Shalat Asar. Allah Ta’ala telah menyebut Shalat ini kerana kelebihan dan keutamaannya, dan perkaranya pun telah terkenal dan termasyhur di dalam Islam, sehingga sampai sebab turunnya kelonggaran pada Shalat khauf (Shalat ketika dalam bahaya).



Ceritanya begini: Apabila kaum Muslimin sedang giat berjuang bersama-sama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam salah satu ghazwahnya (peperangannya), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bershalat dengan pejuang pejuang Muslimin itu Shalat Zohor seperti caranya yang biasa, manakala kaum Musyrikin berada dekat dengan tempat itu, sedang melihat perbuatan kaum Muslimin. 

Apabila mereka selesai Shalat, berkata setengah kaum Musyrikin kepada setengahnya: Kita harus menyerang mereka itu, ketika mereka sedang bershalat, niscaya kita akan menguasai mereka. Berkata yang lain pula: Sesudah ini, mereka akan berShalat lagi, suatu Shalat yang mereka lebih utamakan daripada datuk-nenek mereka dan anak cucu mereka yakni, Shalat Asar. Pada masa itulah turun Saiyidina Jibril kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membawa petunjuk Shalat khauf. Coba perhatikan, betapa besarnya kelebihan Shalat Asar itu, sehingga ia dikenal oleh kaum Musyrikin juga.


Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad dalam Nashohih Ad Diniyyah
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger