Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Durhaka Kepada Orang Tua, Mendulang Murka (2)

Durhaka Kepada Orang Tua, Mendulang Murka (2)


Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Bau wangi surga akan tercium dari jarak sejauh 500 tahun, dan tetapi tidak akan mendapati (mencium) wangi surga itu orang yang mengungkit-ungkit amal kebaikannya (riya’ atau ‘ujub dengan amalnya), dan orang yang durhaka (kepada orang tuanya) dan orang yang senang minum khamar”.


Bahkan lebih daripada itu, Allah Ta’ala tidak akan menerima amal kebaikan orang yang durhaka kepada ayah bundanya, selagi dia belum bertaubat dan meminta ridho dan maaf kepada mereka. Sebanyak apapun amal kebaikannya, sungguh itu tiada berguna baginya. Sebab seperti kita ketahui bahwa jika orang tua murka kepada anaknya, maka pada saat yang sama Allah pun murka kepadanya. Lalu apalah arti amal kebaikan jika dia dimurkai Allah.


Telah diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Terdapat tiga golongan yang mana Allah tidak akan menerima dari mereka ibadah yang wajib maupun yang sunnah, orang yang durhaka (pada orang tuanya), orang yang mengungkit-ungkit kebaikannya dan yang mendustakan qadar (ketentuan) Allah”. (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dari Abi Umamah RA).


Banyak cara yang dilakukan seorang anak, sehingga dia dikatakan telah mendurhakai ayah bundanya. Kadang diantara mereka memukul orang tuanya, berkata keji di hadapannya, memakinya, menyakiti hatinya, membuatnya menangis dan bersedih bahkan ada yang melaknatnya.


Kita juga telah mendengar ada seorang anak memperkosa ibunya sendiri, membunuh ayahnya dan bahkan dengan cara yang sangat tragis dan bengis. Adapula dari mereka yang memperlakukan orang tuanya seperti budak atau pembantunya. Dan lain sebagainya dari perlakuan yang keji dan tidak bermoral. Ini semua tergolong ‘Uququl Waalidain yang akan mendulang murka Allah SWT.


Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW duduk bersama sahabatnya, beliau bersabda (yang artinya), “Sungguh termasuk dosa besar yang paling besar adalah seorang anak melaknat kedua orang tuanya”, beliau ditanya, “Ya Rasulullah, bagaimana seorang anak akan melaknat orang tuanya?”, beliau menjawab, “Dia mencaci (menghina) ayah seseorang, sehingga orang itu mencaci ayahnya, dia mencaci ibu seseorang sehingga orang itu mencaci ibunya”. (HR. Bukhori dan Muslim).


Kenapa orang itu melakukan dosa besar?, karena dia telah menghina dan mencaci orang tuanya, kenapa bisa demikian?, karena dia mencaci orang tua seseorang, sehingga orang itu mencaci orang tuanya, maka dialah penyebab terjadinya cacian dan hinaan terhadap orang tuanya sendiri.


Juga telah diriwayatkan, ada seseorang datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku telah bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau adalah utusan Allah, aku telah sholat lima waktu, aku tunaikan zakat, dan aku puasa”.


Setelah mendengar pernyataannya beliau SAW bersabda (yang artinya), “Barang siapa meninggal dengan melakukan semua ini, maka dia akan dikumpulkan bersama para Nabi, Ash Shiddiqin dan para Syuhada’ kelak di hari kiamat, selagi dia tidak durhaka kepada orang tuanya”. (HR. Ahmad, Ath Thabari dan Ibnu Hibban dari ‘Amr bin Murrah Al Juhani RA)


Lihatlah, betapa besar dosa durhaka kepada orang tua. Dia akan dilaknat oleh Allah dan oleh seluruh penduduk langit dan bumi seperti disebutkan dalam riwayat (yang artinya), “Dilaknat siapa yang durhaka kepada orang tuanya” (HR. Ath Thabarani dan Al Hakim dari Abu Hurairah RA)


Bahkan telah datang riwayat kepada kita, bahwa dari kejinya perbuatan ‘uququl waalidain, sehingga Allah Ta’ala berkenan dan berkehendak untuk mendahulukan siksaan, dosa dan sanksi-Nya di dunia untuk orang yang berbuat ‘uququl Waalidain. Sebelum adzab di akhirat yang telah menantinya. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda pembalasannya) sesuai dengan kehendak Allah sampai hari kiamat kecuali (dosa) durhaka kepada orang tua. Sungguh Allah akan mempercepat (mendahulukan)nya kepada pelakunya selagi dia hidup sebelum dia mati”. (HR. Al Hakim dan Al Ashbahani dari Abu Bakrah).


Cukuplah kiranya dengan hadits-hadits yang telah kami kemukan diatas sebagai peringatan keras bagi mereka yang menyakiti orang tuanya, harapan kami agar mereka segera bertaubat dan meminta maaf dan ridho orang tuanya. Jika tidak, maka kembali kepada judul dalam Risalah (tulisan ini), dia akan mendulang Murka Allah Ta’ala.


Mudah-mudahan kita diselamatkan oleh Allah dari segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran. Dan kita dimudahkan untuk melakukan ketaatan dan ibadah dengan khusyu’ dan khudhu’. Amin.




Al Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Al Aydrus
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger