Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Kemuliaan 10 Hari Dzulhijjah Bag. 2

Kemuliaan 10 Hari Dzulhijjah Bag. 2


Demikian keagungan hari-hari mulia ini, bergetar jiwa kita mendengar indahnya hari-hari mulia ini, hingga sahabat berkata “ Ya Rasulallah Walaa al jihaad ( tidak juga jihad wahai Rasulullah ) “, jihad itu perang mengorbankan nyawa, dan meninggalkan keluarga dan semua sahabat. Maksudnya jihad adalah memerangi orang-orang non muslim yang memerangi muslimin. Sebagaimana firman Allah SWT :

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ( الممتحنة : 8
“ Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama, dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil “. ( QS. Almumtahanah : 8 ).

Jadi Allah tidak melarang kita untuk berhubungan baik dengan mereka yang di luar Islam selama tidak memerangi kita muslimin, tidak membunuh dan mengusir orang-orang Islam dari rumahnya, kalau mereka orang non muslim tidak memusuhi maka kita harus berbuat lebih baik daripada mereka. Allah SWT melanjutkan firmanNya :

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ( الممتحنة : 9
“ Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai temanmu, orang –orang yang memerangimu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain ) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan mereka itulah orang yang zhalim “ . ( QS. Almumtahanah : 9 ).

Allah memerintahkan kalian berhati-hati, dan juga untuk waspada dan siap untuk berjihad memerangi mereka yang memerangi kalian dan mengusir kalian dari rumah-rumah kalian, kalau tidak maka tidak kita perangi, ini makna jihad. Kita memahami bahwa jihad itu mengorbankan nyawa , meninggalkan anak dan istri dan semuanya, dan jikalau ia wafat maka wafat jika cacat maka cacat, hal itu begitu dahsyat perjuangannya dan ternyata amal-amal di sepuluh hari Zulhijjah ini lebih afdhal daripada jihad fisabilillah, terkecuali orang yang keluar dengan dirinya bersama semua harta yang ia miliki rumah, mobil dan motor ia jual semuanya dan dibawa harta itu bersmanya digunakan untuk berjihad maka tidak kembali apapun dari keduanya, hartanya tidak kembali dan dirinya pun tidak kembali yaitu wafat. Maka orang yang seperti itu barulah amalnya lebih afdhal dari orang yang beramal-amal di sepuluh hari ini. Hadirin hadirat, saya tidak bisa memperpanjang kalimat agung dan luhur ini, bagaimana tawaran Ilahi untuk menyampaikan kita kepada keagungan yang demikian dahsyatnya, betapa beratnya kita berjihad, dan betapa ringannya Allah beri pahala yang lebih agung dari pahala jihad. Begitu indahnya tuntunan Sang Nabi Muhammad saw, Allah berikan hal-hal yang ringan untuk diamalkan, tapi diberi ganjaran yang sangat besar, inilah rahasia kedermawanan Ilahi, seraya berfirman :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ¤ اللَّهُ الصَّمَدُ ¤ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ¤ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ( الإخلاص : 1-4
“ Katakanlah ( Muhammad ) “ Dialah Allah Maha Tunggal”, Allah tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia “. ( QS. Al Ikhlash : 1-4 ).
 
Tunggal dalam segala hal, tunggal dalam keabadian , tunggal dalam kesempurnaan , tunggal mengawali segala-galanya dari tiada , tunggal mengawali segala selainNya swt. Hadirin hadirat, jadikan Allah swt tunggal menguasai jiwa kita, jangan jadikan ada yang lebih dari nama Allah di dalam sanubari ini.

Usia kita semakin hari semakin berkurang, semakin dekat dengan kematian setiap nafas kita adalah selangkah menuju ajal, dan hari perjumpaan dengan Allah SWT semakin dekat . Jika amal kita tidak bertambah, begitu-begitu saja setiap hari tidak berubah, berarti kita semakin mundur, karena apa? Karena jarak perjumpaan kita dengan Allah SWT semakin dekat, jika jarak perjumpaan kita dengan Allah semakin dekat mestinya semakin peduli.

Kalau kita ada undangan perjumpaan dengan penguasa negeri , Presiden atau Raja misalnya. Perjumpaan ini bukan sekedar perjumpaan, perjumpaan ini bisa jadi penjamuan sambutan kasih sayang diberi hadiah, harta, rumah, mobil dan lain sebagainya, atau bisa jadi berubah menjadi sambutan kemurkaan, mendapat kehinaan yang kekal, seperti apa?, misalnya kalau kita tau kejadian itu setahun yang akan datang , maka bagaimana bingungnya kita khawatir kalau kita salah bicara, salah pakai baju atau salah melangkah dan ketahuan oleh spionasenya ( mata-mata ) dan akhirnya dilaporkan, bagaimana jika ini terjadi?

Yang Maha Melihat, melihat. Yang Maha Mendengar, mendengar. Yang Maha Melihat lintasan pemikiran kita, melihat apa yang kita renungkan. Apakah tidak ada dalam pemikiran kita tentang hal ini?!. Siang dan malam kita memikirkan tentang makan dan minum, keluarga, rumah tangga, anak-anak, dagangan, pekerjaan, sekolah, dan lain sebagainya, siang dan malam kita memikirkan masalah ini dan itu. Maka tidakkah terfikirkan oleh kita bahwa hari perjumpaan dengan Allah semakin dekat, itu adalah hari penentuan dan detik-detik yang membuka kebahagiaan yang kekal atau kehinaan yang abadi, masuk ke dalam penjara yang sangat merisaukan dan menakutkan di dalam api neraka atau di dalam kenikmatan di sorga yang kekal dalam kasih sayangNya. Adakah hal ini kita renungkan? Beruntung mereka yang merindukan perjumpaan dengan Sang Maha Indah maka dia sudah dirindukan Allah. Jauh hari sebelum berjumpa dengan Allah , ia sudah dirindukan Allah . Allah SWT berfirman dalam hadits qudsy :

مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ
“ Barangsiapa yang rindu berjumpa denganKu, maka Aku pun rindu berjumpa dengannya “.



 Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger