Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , , » Tips Mudah Bangun Saat Sahur dan Sholat Subuh (4)

Tips Mudah Bangun Saat Sahur dan Sholat Subuh (4)

5. Perbanyak Do'a



Do'a mempunyai peran yang sangat penting. Jangan meremehkannya sedikit pun. Lakukanlah do'a sebagai rutinitas harian, dengan memohon agar Allah memberi kemampuan untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Perbanyaklah do'a, selalu perbanyaklah memohon dan merintih pada-Nya.



Ingat dan renungkan : "Siapa yang membangunkanmu untuk menunaikan Shalat Subuh?"



"Siapa yang membangkitkanmu (menghidupkanmu) dari tidur pada saat Shalat Subuh?"



Sebab tidur merupakan salah satu bentuk dari kematiaan, sedangkan bangun adalah sejenis kebangkitan (kehidupan)! Lihat apa yang dikatakan Allah dalam kitab-Nya yang mulia, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Ia tahan jiwa (orang) yang telah Ia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang di tentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (QS. Az-Zumar: 42).



Itulah sebab, Rasulullah saw mengajari do'a ketika tidur, begitu pula. Do'a ini menunjukan kesamaan yang sangat dekat antara tidur dengan mati, antara bangun dan kebangkitan dari kubur.



Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra, "Rasulullah saw apabila berbaring di tempat tidurnya beliau berdo'a, "Dengan asma-Mu, ya Allah, aku mati dan hidup". Ketika bangun, beliau berdo'a, 'Segala puji bagi-Mu ya Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mati dan kepada-Nya tempat kami kembali'." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



Oleh karena itu, sudah selayaknya kita berdo'a kepada Allah yang menguasai ruh supaya mengembalikannya pada waktu Shalat Subuh atau sebelumnya.



Kita juga memohon kepada-Nya agar Allah menghiasi hati ini dengan Iman, memudahkan kita untuk berbuat ketaatan. Memohon agar Allah membantu kita melaksanakan Shalat tepat waktu dan berjamaah di masjid. Berharap Allah meneguhkan langkah kita dalam meniti jalan-Nya. Tidak tersesat dan tidak tergelincir, juga mewaspadai nafsu yang dikompori syetan.



Kita memohon agar Allah mencerahkan pandangan terhadap syariat dan perintah-Nya. Hal ini begitu penting, agar kita tidak meringankan dan menyalahinya. Kita memohon kepada-Nya, terus-menerus dengan kerendahan hati pada setiap waktu, lebih-lebih pada waktu-waktu mustajab.



Adalah mustahil, apabila kita berdo'a kepada Allah SWT agar mendekatkan kita kepada-Nya, namun Dia enggan dan justru menjauhkan kita dari-Nya. Padahal Allah lebih berbahagia dengan kembalinya seseorang hamba kepada-Nya dibanding kebahagiaan seorang hamba yang selamat dari kematian hakiki.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Demi Allah, Allah sangat berbahagia dengan taubatnya seorang hamba dari pada kebahagiaan di antara kalian yang menemukan kembali hewannya yang hilang di tanah yang sangat tandus." (HR Al-Bukhari dan Muslim).



6. Berteman dengan Orang Shalih



Ini sebuah saran yang tak kalah pentingnya. Memang, berbuat ketaatan tatkala dalam kesendirian, sangat susah. Karena setan lebih kuat menghadapi orang yang sendiri tak berkawan.



 Dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab ra dikatakan :



"Kalian harus berjamaah dan meninggalkan perpecahan, karena setan itu bersama dengan orang yang sendirian. Dia akan lebih jauh dari dua orang. Maka barang siapa yang ingin tempat terbaik di tengah surga maka hendaklah dia terikat dalam sebuah jamaah. (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad, At-Tirmidzi berkata, "Hasan shahih").



Perhatikan juga hadits Rasulullah saw dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda :



"Tangan Allah bersama orang yang berjamaah, dan barang siapa yang mengasingkan diri, terasinglah ia di dalam neraka." (HR. At-Tirmidzi dengan sanad shahih).



Perhatikan kawan-kawan Anda. Apakah mereka senantiasa mengingatkan dengan Shalat Subuh, membaca Al-Qur'an, menjaga pandangan, dan berbuat baik kepada orang tua? Apakah mereka senantiasa mengingatkan Anda kepada Allah dan mematuhi-Nya? Ataukah sebaliknya?



Kalau sekiranya mereka hanya sekedar bermain, bersenang-senang, menyia-nyiakan waktu, usia, kehidupan yang sia-sia, berbuat dosa dan maksiat, maka Anda harus mawas diri dan memberikan peringatan. Ajaklah mereka kepada ketaatan dan kebaikan. jika enggan, selamatkanlah diri Anda. Carilah kawan yang lain. Selayaknya, Anda bergaul dengan orang-orang shalih. Agama Anda, adalah cermin dari agama sahabat-sahabat Anda.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seseorang menurut agama kawannya, maka hendaklah setiap seorang kamu melihat siapa yang harus dipergauli." (HR.Ahmad)



Alangkah indahnya pergaulan yang demikian bila terus menyertai Anda. Mereka Shalat di masjid tempat Anda Shalat, mereka memperhatikan dan menanyakan Anda. Begitu juga sebaliknya. "Tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maidah :2).



Kita melihat bagaimana Umar bin khattab menanyakan sahabatnya Sulaiman bin Hatsmah ra ketika suatu hari ia tidak ikut Shalat berjamaah. Inilah yang disebut dengan pergaulan yang baik. Pergaulan seperti inilah yang bisa membahagiakan di dunia dan akhirat.



 "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa." (QS. Az-Zuhruf : 67).



Kita memohon agar Allah mencurahkan kepada kita pergaulan yang baik di dunia, dan mengumpulkan dengan sahabat-sahabat kita di hari kiamat sebagai saudara di atas dipan yang saling berhadapan.



Ust. Muhammad Eksan
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger