Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Melahirkan Profesional Muslim (1)

Melahirkan Profesional Muslim (1)


“Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas,” (QS an-Nuur:38)

Profesionalisme berarti melakukan semua aktivitas kehidupan dengan senantiasa memperhatikan kualitas proses maupun hasil. Dalam Islam, profesionalisme sering disepadankan dengan istilah al-Itqan.

Islam sangat menekankan agar rumahnya agar umatnya tak hanya berusaha menjaga kuantitas pekerjaannya, tapi juga kualitas profesi yang ditekuninya. Bahkan ditegaskan dalam al-Qur’an, esensi kehidupan hingga kematian seseorang tak lain adalah menilai siapa yang paling berkualitas amal perbuatannya. 

Allah Ta’ala berfirman, “(Dia) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya,” (QS al-Mulk: 2).

Fudhail ibn Iyyadh, salah seorang ulama salaf menjelaskan, yang paling baik amalnya adalah “yang paling tulus dan tepat dalam menunaikannya”.

Menurut Masfuk dalam bukunya Orang Jawa Miskin Orang Jawa Kaya: Cara menjadi Miliuner (2002), kesungguhan seseorang bekerja untu meraih hasil yang baik dan optimal dapat menempatkan orang itu sebagai profesional.

Rasululah SAW juga pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai seorang Muslim yang bekerja dan ia mutqin (professional) dalam pekerjaannya itu,” (Muttafaq ‘alaih). 

Jadi, sikap professional pada dasarnya merupakan prinsip asasi yang harus selalu dikedepankan seorang Muslim dalam bidang pekerjaan apapun.

Untuk menjadi professional, seorang Muslim harus mempertahankan dua hal: Nilai inti dan Tujuan inti.

Nilai inti merupakan karakter standar yang bersifat universal dan berlaku di seluruh dunia sebagai syarat mencapai keberhasilan. Dalam istilah Islam disebut fitrah. Sebab, secara prinsip, kita yakin bahwa Allah SWT telah menganugerahkan berbagai sifat itu dalam setiap diri manusia. Hanya kadang, fitrah manusia ditutupi oleh hawa nafsunya sendiri.



Ust. Muhammad Ilham Muchtar

Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger