Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Wirid Yang Menggetarkan Langit ke Tujuh

Wirid Yang Menggetarkan Langit ke Tujuh

Dalam Kitab Abwabul Faraj Karya Abuya Sayyid Muhammad Bin 'Alwi Al Maliki Al Hasani, pintu pelapang terbesar lainnya adalah membaca:

' ﻳﺎَ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴﻦَ '
"Yaa Arhamar Roohimiin",

Salah satu kalimat yang disebut-sebut sebagai Al-Ism Al-A’zham (Nama Allah SWT yang paling Agung).

Didalam Kitab Al-Isti’ab Fi Ma’rifat al-Ashhab, Al-Hafidz Ibnu Abdul Barr menceritakan sebuah riwayat dengan Sanad yang bersambung, dari Al-Laits bin Sa’ad:

“Telah sampai padaku satu berita bahwa Zaid bin Al-Haritsah pernah hendak menyewa seekor bighal (percampuran kuda dan keledai) dari seseorang warga Tha’if. Namun orang itu mensyaratkan untuk membawanya ke suatu tempat yang dipilihnya. Ternyata orang itu membawanya ke bekas reruntuhan suatu bangunan. Orang itu berkata : "Turunlah!" dan Zaid pun turun.

Ternyata di tempat itu Zaid menemukan banyak sekali bekas-bekas korban pembunuhan. Maka, ketika orang itu hendak membunuhnya, Zaid berkata, "Biarkan aku mengerjakan Shalat dua Raka'at terlebih dahulu".

Orang itu menjawab, "Silahkan. Dahulu, mereka juga mengerjakan Shalat, tapi nyatanya Shalat sama sekali tidak berguna bagi mereka!".

Ketika Zaid selesai Shalat, lelaki itu segera menghampirinya untuk membunuhnya. Zaid segera berucap, "Yaa Arhamar Roohimiin".

Tiba-tiba terdengar suara tanpa rupa, "Jangan kau bunuh dia!" dan membuat lelaki itu ciut. Lelaki itu langsung mencari-cari sumber suara.

Karena tidak menemukannya, ia kembali menghampiri Zaid. Zaid berucap lagi, "Yaa Arhamar Roohimiin".

Peristiwa serupa terulang lagi, dan orang itupun berusaha mencari-cari sumber suara, namun sia-sia.

Hingga pada saat Zaid berucap lagi, "Yaa Arhamar Roohimiin" 

Tiba-tiba muncul seorang prajurit menunggang kuda sambil memegang tombak besi dengan api di ujung tombak. Si prajurit langsung menyerang lelaki itu dengan tombaknya hingga tembus sampai dipunggung dan langsung tersungkur ke tanah, mati.

Kemudian sang prajurit berkata kepada Zaid, "Ketika engkau berucap 'Yaa Arhamar Roohimiin' pada kali yang pertama, aku sedang berada di langit ke tujuh." 

"Ketika engkau berucap 'Yaa Arhamar Roohimiin' pada kali yang kedua, aku telah berada di langit dunia." 

"Dan tatkala engkau mengucapkannya pada kali yang ketiga aku pun datang menghampirimu".

Subhanallah, dalam tanda kutip jadi kalimat ini adalah dzikir sekaligus doa yang mana harus bersambung kepada Allah dengan keyakinan yang sempurna. Sebab dalam keadaan kepepet atau genting, tanda pengaduan dan berharap hanya kepada Allah dalam keadaan pasrah dan ikhlas.


M. Syaiful
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger