Az-Zamakhsyari mengatakan, "Tidak menutup kemungkinan
bahwa Allah memberikan insting kepada burung untuk berdoa dan bertasbih
kepada-Nya. Seperti halnya Allah telah memberikan insting kepadanya terhadap berbagai
ilmu rumit yang hampir saja akal tidak dapat sampai kepadanya."
Allah SwWT berfirman, "Tidakkah kamu tahu bahwasanya
Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan (juga)
burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara)
sembahyang dan bertasbihnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
kerjakan," (QS An-Nur [24]: 41).
Sungguh luar biasa, burung pun bertasbih dengan cara yang
diketahui oleh Allah, sedangkan kita sama sekali tidak mengetahui bagaima cara
mereka melakukannya. Allah SWT berfirman, "Dan tak ada suatu pun melainkan
bertasbih dengan memujinya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih
mereka," (QS Al-Isra [17]: 44).
Bahkan, Jin pun telah diwajibkan untuk melaksanakan shalat
seperti halnya manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku," (QS Adz-Dzariyat
[51]: 56).
Ibnu Taimiyah menuturkan, "Jin juga diperintah dengan
dasar-dasar agama dan cabang-cabangnya yang sesuai dengan mereka. Mereka tidak
sama dengan manusia dalam hal batasan dan kenyataan. Karena itu, apa yang
diperintahkan kepada mereka dan dilarang dari mereka batasannya tidak sama
dengan manusia. Akan tetapi, mereka sama dengan manusia dalam jenis perintah,
larangan, halal, dan haram."(Majmu’ul Fatawa)
Malaikat juga bertasbih kepada Allah melebihi kemampuan
kita. Allah SWT berfirman tentang hak mereka, "Jika mereka menyombongkan
diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam
dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu," (QS Fushshilat [41]: 38).
Allah SWT juga menceritakan perkataan mereka dalam firman-Nya, "Dan
sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah
Allah)," (QS Ash-Shaffat [37]: 165).
Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya,
"Tidakkah kalian berbaris seperti para malaikat yang berbaris di hadapan
Tuhan mereka?" Kemudian beliau menyebutkan cara berbarisnya mereka dalam
sabdanya, "Mereka menyempurnakan barisan yang pertama, kemudian barisan
setelahnya. Mereka saling menempel dalam barisan," (HR Bukhari).
Ust. Halim Ambiya (Tasawuf Underground)

Posting Komentar