Segala Puji bagi Allah SWT yang menghadirkan kita pada
majlis ilmu dan majlis zikir ini. Di mesjid yang penuh berkah ini, yang
berdekatan dengan makam Al Imam Sayyidina Habib Abdullah bin Mukhsin
Al-Aththas. Dan hadir bersama kalian para ulama, Munshib dan tokoh-tokoh
masyarakat. Ketahuilah semua ini adalah bantuan dari Allah SWT dan perhatian
dari Allah SWT dan kedermawanan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya, “Tidaklah datang seorang muslim ke
dalam mesjid tidak ada tujuan lain kecuali untuk menuntut ilmu, maka Allah
mencatat amalan itu seperti ia melangkah dan beribadah haji sempurna dari Allah
SWT.”
Setiap yang niatnya baik dari kalian yang sungguh-sungguh, niat untuk untuk
hadir ke majlis ini tidak ada tujuan lain untuk mencari ilmu dan mendekatkan
diri kepada Allah SWT ketahuilah bahwasanya kalian akan mendapatkan pahala yang
besar dari Allah SWT.
Arti daripada tujuan kalian, niat kalian yang sholehah untuk datang ke majlis
ini, adalah apabila kalian hadir di majlis ini, kalian berkeinginan dan punya
kemauan untuk mengamalkan ilmu yang kalian dapatkan, untuk nanti kalian bawa
pulang ke rumah kalian masing-masing.
Telah diriwayatkan oleh Imam At-Turmudzi di dalam sunan-nya (kitab Hadist),
bahwasanya Beliau Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa seseorang keluar
daripada rumahnya, dengan bertujuan untuk mencari ilmu maka dia dicatat oleh
Allah SWT jalan atau keluar fisabilillah.”
Maka ulama berkata, mengambil kesimpulan daripada hadist ini arti yaitu mujahid
fisabilillah, yaitu mendapatkan pahala seperti orang yang berjuang di jalan
Allah SWT, dan dilipatgandakan pahalanya, kata para ulama sampai 700 kali
lipat.
Setiap langkah kaki saja, barangsiapa keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu,
maka di lipatgandakan pahalanya dan mendapatkan 700 kali lipat, begitu pula
Setiap Takbir (Allahu Akbar), Tahlil (Laa ilaha ilaallahu), Tahmid
(Alhamdulillah) , dan shalawat kepada Nabi SAW begitu pula mendapatkan 700 kali
lipat, semua itu bayangkan satu saja mendapat pahala 700 kali lipat.
Apabila ia mengucapkan salam atau berjabatan tangan dengan sesama muslim, maka
setiap jabatan tangan atau bersalaman sesama muslim mendapatkan pahala 700 kali
lipat pula.
Padahal setiap orang mengucapkan salam, ‘as-Salamu’alaikum’ mendapatkan
ganjaran sepuluh dari Allah SWT, apabila ia menambah ‘warrahmatullahi’ maka ia
mendapatkan ganjaran dua puluh dari Allah SWT, apabila ia menambahkan ‘wa
barakatuh’ maka ia mendapatkan ganjaran tiga puluh dari Allah SWT. Itu bagi
umum, apalagi bagi di dalam ‘orang yang keluar untuk mencari ilmu’, ucapan
salam-nya setiap satu kali salam apabila ‘as-Salamu’alaikum’ mendapatkan
ganjaran sepuluh kali lipat kalikan saja dengan 700 kali lipat, apabila ia
menambah ‘warrahmatullahi’ maka ia mendapatkan ganjaran dua puluh di kalikan
saja dengan 700 kali lipat, apabila ia menambahkan ‘wa barakatuh’ maka ia
mendapatkan ganjaran tiga puluh di kalikan saja dengan 700 kali lipat dari
Allah SWT.
Inilah keutamaan dari Allah SWT, karunia yang sangat agung yang diberikan oleh
Allah SWT pahala yang besar.
Apabila seseorang datang kedalam majelis ini, ada niat yang lain yaitu untuk
menziarahi sesama saudaranya yang muslim maka dilipatgandakan pahalanya oleh
Allah SWT, maka apabila seseorang yang berziarah kepada kawannya saja atau
saudaranya muslim itu diiringi atau dikawal didalam perjalanannya oleh 700
malaikat mengawalnya, apabila ia menuntut ilmu keluar dari rumahnya untuk
datang ke majelis seperti ini, maka dilipatgandakan oleh Allah SWT lebih banyak
lagi para malaikat yang mengawalnya dan hadir dalam mejelis ini.
Inilah berita dari ash-Shadiqul Masduq, orang yang paling jujur dapat dipercaya
kata-katanya, yaitu Nabi Muhammad SAW. Paling jujurnya makhluk Allah SWT,
secara keseluruhan di muka bumi adalah Nabi Muhammad SAW.
Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita semua, yaitu kesempurnaan cinta
kepada Nabi Muhammad SAW. Dan dengan sebaik-baiknya orang yang mengikuti jejak
Nabi Muhammad SAW, dan dengan sempurna orang yang mencintai ahli
bait-keluarganya Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Ceramah Habib Umar bin Hafidz di Masjid an-Nur, Empang,
Bogor Kamis Ashar, 7 Januari 2010

Posting Komentar